PENETAPAN KADAR TIMBAL (Pb), TEMBAGA (Cu) DAN KADMIUM (Cd ) DALAM AIR DI KALI WONOKROMO (Sekitar Pintu Air Jagir)

Murnitasari, Dewi, NIM. 050312779 (2009) PENETAPAN KADAR TIMBAL (Pb), TEMBAGA (Cu) DAN KADMIUM (Cd ) DALAM AIR DI KALI WONOKROMO (Sekitar Pintu Air Jagir). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK FF. 84_08 Mur p.pdf

Download (393kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-murnitasar-8833-ff8408-p-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Beberapa industri yang berada di sekitar aliran sungai berkontribusi besar menjadi sumber utama penyebab pencemaran logam berat dalam air sungai. Industri-industri penghasil limbah logam berat tesebut, akan mengalirkan limbahnya ke sungai. Beberapa logam berat yang cukup berbahaya bagi makhluk hidup adalah Pb, Cu dan Cd. Fungsi sungai di kota Surabaya masih begitu vital bagi penduduk Surabaya dan sekitarnya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan masih digunakannya air sungai dari Kali Wonokromo sebagai bahan baku air minum oleh PDAM Ngagel, untuk kemudian diolah dan siap didistribusikan ke masyarakat. Dari tahun ke tahun jumlah pelanggan PDAM semakin meningkat. Sampai saat ini, air yang berasal dari PDAM masih dimanfaatkan sebagai air minum. Dalam Peraturan Pemerintah Daerah Kota Surabaya nomor 02 tahun 2004, diatur tentang kriteria mutu air berdasarkan kelas air. Salah satunya tentang persyaratan kadar logam berat dalam air yang digunakan sebagai bahan baku air minum. Apabila kadar logam berat tersebut telah melebihi persyaratan yang telah ditetapkan, maka dapat menyebabkan gangguan-gangguan terhadap kesehatan manusia atau makhluk hidup lain yang mengkonsumsi air tersebut. Di dalam tubuh manusia, logam berat tersebut tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah selain untuk menetapkan kadar logam berat terutama Pb, Cu dan Cd dalam air sungai juga untuk mengetahui apakah kadar tersebut masih berada dalam batasan aman atau tidak. Pada penelitian ini, sebelum melakukan penetapan kadar logam berat Pb, Cu dan Cd dalam air sungai, dilakukan uji validasi terhadap metode yang akan digunakan. Telah dilakukan lima macam parameter dari uji validasi metode, yaitu linieritasan, akurasi, presisi, LOD dan LOQ. Dari kelima macam uji tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan telah memenuhi persyaratan dan data yang diperoleh nantinya akan dapat dipertanggungjawabkan. Sampel air diambil dari Kali Wonokromo yaitu sekitar lokasi pengambilan bahan baku air sungai oleh PDAM Ngagel, tepatnya sebelum Pintu Air Jagir. Pengambilan sampel dilakukan selama bulan Mei-Juni 2007, dengan rincian terdapat empat macam sampel yang diambil pada hari Sabtu yang berbeda dan empat macam sampel yang diambil pada empat hari Senin yang berbeda. Penetapan kadar logam berat dalam penelitian ini, dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri Absorpsi Atom dengan nyala. Selain karena pelaksanaannya yang relatif sederhana, alat tersebut bersifat spesifik, dalam arti dapat dilakukan untuk menganalisa logam berat dalam campuran dengan logam berat lain tanpa pemisahan terlebih dahulu. 'Sebelum pengukuran kadar logam berat menggunakan Spektrofotometri Absorpsi Atom dengan nyala, sampel tersebut terlebih dahulu dipreparasi. Pada penelitian ini, preparasi sampel dibagi menjadi tiga tahapan kerja, yaitu pemekatan sampel, destruksi dan tahap terakhir adalah pengenceran sampel. Dari hasil penelitian yang dilakukan selama periode Mei-Juni 2007, diperoleh hasil rata-rata penetapan kadar untuk logam berat Pb untuk sampel yang diambil pada hari Sabtu=0,0252 mg/L, sedangkan sampel pada hari Senin=0,0167 mg/L. Diperoleh kadar rata--rata logam berat Cu pada sampel hari Sabtu=0,0102 mg/l, untuk sampel hari Senin=0,0067 mg/L. Hasil penetapan kadar logam berat Cd untuk sampel hari Sabtu=0,0027 mg/L, sedangkan sampel pada hari Senin=0,0018 mg/L . Rata-rata kadar logam berat tersebut masih belum melampaui standar kadar maksimum yang diperbolehkan dalam Peraturan Pemerintah Daerah Kota Surabaya nomor 02 tahun 2004 sebagai baku air minum. Kadar logam berat yang diperoleh tersebut tidak dapat dijadikan sebagai patokan untuk kadar logam berat pada periode-periode berikutnya, mengingat pertambahan jumlah industri yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Untuk itu pelacakan kadar logam berat dalam air sungai di Kali Wonokromo harus dilakukan secara periodik dan kontinyu, mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan bagi kesehatan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 84/08 Mur p
Uncontrolled Keywords: AIR POLLUTION
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD419-428 Water pollution
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Murnitasari, Dewi, NIM. 050312779UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAmirudin Prawita, Prof. Dr. H., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 04 Feb 2009 12:00
Last Modified: 09 Jul 2017 21:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10010
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item