PENGARUH PENAMBAHAN K+ DAN Ca+ + PADA K-¬KARAGENAN DALAM PROSES AMOBILISASI SEL Streptomyces sp-1 TERHADAP AKTIVITAS ANTIBIOTIKA

Nugroho, Faris Agung, NIM. 05 (2009) PENGARUH PENAMBAHAN K+ DAN Ca+ + PADA K-¬KARAGENAN DALAM PROSES AMOBILISASI SEL Streptomyces sp-1 TERHADAP AKTIVITAS ANTIBIOTIKA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-nugrohofar-9458-ff8308-k.pdf

Download (364kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada saat ini kebutuhan antibiotika semakin meningkat, oleh sebab itu dibutuhkan suatu cara untuk memproduksi antibitik secara cepat, efisien dan murah. Salah satu cara yg saat ini digunakan dan akan terus dikembangkan adalah metode amobilisasi sel. Sesuai dengan penelitian terdahulu amobilisasi sel mempunyai banyak keuntungan diantaranya densitas sel dapat ditingkatkan sehingga metabolit primer yang dihasilkan juga dapat meningkat, selain itu produksi antibiotika relative stabil dan sel amobil dapat digunakan kembali. Pada penelitian ini dilakukan amobilisasi sel dari Streptomyces sp-1 dalam matrik K-Karagenan dengan konsentrasi 5% dalam larutan KC1 dan larutan CaCl2 1M. Penelitian dilakukan dengan pembiakan Streptomyces sp-1 dalam media ISP-4 padat, kemudian dilakukan perbanyakan sel dengan memindahkan koloni Streptomyces sp-1 dari media ISP-4 padat ke media ISP-4 cair. Selanjutnya dilakukan amobilisasi sel dengan menggunakan matrik K-Karagenan 5%, kemudian larutan K-Karagenan tersebut diteteskan pada larutan KCl dan CaC12 1M dingin sehingga terbentuk manik-manik gel bening. Manik-manik gel tersebut difermentasikan ke dalam media ISP-4 cair dan diinkubasi selama 96 jam. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan ulang dilakukan penggantian media setiap 96 jam dan setiap harinya dilakukan pengujian aktivitas antibiotika hasil fermentasi terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus ATCC 29293, setelah fermentasi di ambil 50µ1 media dimasukan ke dalam lubang sumur media Nutrien Agar yang mengandung bakteri uji Staphylococcus aureus ATCC 29293. Zona jernih terjadi di sekitar lubang sumur di ukur dengan menggunakan jangka sorong sehingga didapatkan diameter zona hambatan antibiotika. Berdasarkan data yang diperoleh, menunjukan bahwa pada hari ke 4 sampai dengan hari ke 20 baik pemilihan amobilisasi dengan KCl maupun CaC12 sudah menunjukkan adannya zona hambat. Dari data diperoleh kurva hubungan antara potensi antibiotika hasil fermentasi sel amobil Streptomyces sp-1 dalam KCl dan CaC12 dengan waktu fermentasi. Berdasarkan uji statistika ditunjukkan, hasil uji t dua sampel berpasangan diperoleh harga t hitung = 3,247> t tabel (1,729) pada tingkat kepercayaan 95% dan harga p = 0.004 < 0.05, hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara potensi antibiotika sel amobil Streptomyces sp-1 dalam KCl dan CaC12. Untuk mengetahui apakah dengan cara pengulangan akan menghasilkan antibiotika yang konstan selama 20 hari dari fermentasi sel amobil Streptomyces sp-1 dalam KCl, maka dilakukan uji statistika dengan menggunakan metode One Way Anova. Hambatan terbesar dimulai pada hari ke 4 hingga hari ke 20, pengulangan ke 2 hingga ke 5 tidak ada perbedaan bermakna sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan pengulangan hasil produksi antibiotika tetap stabil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 83/08 Nug p
Uncontrolled Keywords: STREPTOMYCES; ANTIBIOTICS
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Nugroho, Faris Agung, NIM. 05UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorA. Toto Poernomo, Drs. Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 04 Feb 2009 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 05:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10015
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item