PERBANDINGAN KINETIKA REAKSI PERURAIAN ASAM O-PENTANOILSALISILAT DAN ASAM O-ASETILSALISILAT PADA pH 9 DAN pH 11 DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET

Azizah, Novianti Fatli, NIM. 050312628 (2009) PERBANDINGAN KINETIKA REAKSI PERURAIAN ASAM O-PENTANOILSALISILAT DAN ASAM O-ASETILSALISILAT PADA pH 9 DAN pH 11 DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-azizahnovi-9355-ff1660-k.pdf

Download (421kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-azizahnovi-8920-ff1660-p-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stabilitas suatu obat atau bahan obat merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bentuk sediaan farmasi. Agar suatu obat dapat digunakan secara aman, maka obat tersebut harus cukup stabil dalam jangka waktu yang cukup lama. Untuk mengetahui stabilitas suatu bahan obat dapat dilakukan dengan Cara mengamati kinetika reaksi peruraiannya. Demikian pula dengan senyawa obat golongan analgetika, selain efektivitasnya untuk menghilangkan rasa nyeri, kestabilannva juga menjadi prioritas yang harus diperhatikan karena jika senyawa obat tersebut sudah terurai dalam penyimpanan, maka efektivitasnya menjadi tidak optimal. Asam O-asetilsalisilat (aspirin) adalah senyawa ester aromatik dari turunan salisilat yang merupakan salah satu contoh obat analgetika non narkotik dari kelompok obat antiinflamasi non steroid (AINS). Reaksi yang paling memberikan kontribusi dalam ketidakstabilan aspirin adalah reaksi hidrolisis yakni dengan adanya air dari udara maka akan dihasilkan produk asam salisilat dan asam asetat. Terjadinya proses hidrolisis ini dapat diidentifikasi dengan adanya bau asetat dan kristal jarum yang terdapat pada permukaan wadah. Telah dilakukan sintesis senyawa baru asam O-pentanoilsalisilat, yang merupakan hasil substitusi gugus hidroksil pada asam salisilat dengan gugus pentanoil. Dibandingkan dengan asam O-asetilsalisilat (aspirin), senyawa asam O-pentanoilsalisilat memiliki rantai samping asli yang lebih panjang. Adanya substitusi gugus pentanoil pada gugus hidroksil fenolat tersebut akan menurunkan reaktivitas atom C karbonil senyawa, sehingga nukleofil dalam hal ini air, lebih sukar menyerang gugus pentanoil pada senyawa asam O-pentanoilsalisilat dibandingkan gugus asetil pada aspirin. Berdasarkan hasil uji aktivitas yang telah dilakukan, diketahui bahwa senyawa asam O-pentanoilsalisilat memiliki aktivitas sebagai analgesik. Oleh karena itu diperlukan berbagai penelitian lanjutan diantaranya uji stabilitas dari senyawa baru tersebut. Sebagai turunan salisilat, seperti halnya aspirin, senyawa ini dapat mengalami hidrolisis. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan studi kinetika reaksi hidrolisis senyawa asam O-pentanoilsalisilat. Pada pH 9 dan pH 11 reaksi hidrolisis asam O-asetilsalisilat (aspirin) mengikuti kinetika reaksi orde pertama semu. Oleh karena itu reaksi hidrolisis ini dilakukan dalam pH 9 dan pH 11 pada suhu 80oC. Pada setiap interval waktu tertentu diambil cuplikan larutan uji untuk ditetapkan kadar asam salisilat sebagai produk hidrolisis (CB). Dari percobaan ini akan diketahui harga tetapan laju kinetika (k), waktu paruh (t1/2) dan Batas umur simpan (shelf life = t90) senyawa. Dengan membandingkan harga k, t1/2 dan t90 dari senyawa asam 0-pentanoilsalisilat dan asam 0-asetilsalisilat (aspirin) tersebut dapat diamati apakah pada pH 9 dan pH 11 tersebut senyawa asam 0-pentanoilsalisilat lebih stabil dibandingkan dengan aspirin. Harga k (tetapan laju kinetika) dari senyawa asam 0-pentanoilsalisilat dan asam 0-asetilsalisilat pada tiap pH dihitung dari harga slope hubungan antara In [(CAo—CBo)/(CAo—CBo)] dengan waktu (t). CAo adalah kadar senyawa uji mula-¬mula, CBo adalah kadar asam salisilat mula-mula dan CBo, adalah kadar asam salisilat pada t tertentu. Harga k yang diperoleh digunakan untuk menghitung harga t1/2, dan t90 dengan menggunakan rumus t1/2 = 0,693/k dan t90 = 0,105/k. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peruraian asam 0-pentanoilsalisilat dan asam 0-asetilsalisilat pada pH 9 dan pH 11 mengikuti kinetika reaksi orde pertama semu. Harga k dari reaksi hidrolisis senyawa asam 0-pentanoilsalisilat pada pH 9 adalah (2,28 x 10-2)/menit dan harga k pada pH 11 adalah (3,38 x 10-2)/menit. Pada reaksi hidrolisis senyawa asam 0-asetilsalisilat (aspirin) diperoleh harga k pada pH 9 adalah (3,83 x 10-2)/menit dan harga k pada pH 11 adalah (5,56 x 10-2)/menit. Dari harga k senyawa asam 0-pentanoilsalisilat yang telah diperoleh dapat diketahui harga t1/2 dan t90 pada pH 9 berturut-turut adalah 30,95 menit dan 4,69 menit. Sedangkan harga t1/2 dan t90 senyawa asam 0-pentanoilsalisilat pada pH 11 berturut-turut adalah 20,81 menit dan 3,15 menit. Demikian pula dengan senyawa asam 0-asetilsalisilat diketahui bahwa harga t1/2 dan t90 pada pH 9 berturut-turut adalah 18,20 menit dan 2,76 menit. Sedangkan harga t1/2 dan t90 senyawa asam 0-asetilsalisilat pada pH 11 berturut-turut adalah 12,55 menit dan 1,90 menit. Dari penelitian ini diketahui bahwa pada pH 9 dan pH 11 harga k dari senyawa asam 0-pentanoilsalisilat lebih kecil dibandingkan harga k dari senyawa asam 0-asetilsalisilat (aspirin). Sedangkan diketahui pula bahwa harga t1/2 dan t90 dari senyawa asam 0-pentanoilsalisilat pada pH 9 dan pH 11 lebih besar daripada senyawa asam 0-asetilsalisilat (aspirin). Hal ini menunjukkan bahwa pada suasana pH 9 dan pH 11 senyawa asam 0-pentanoilsalisilat lebih sulit mengalami peruraian daripada asam 0-asetilsalisilat sebagai senyawa pembanding. Dengan demikian disimpulkan bahwa pada pH 9 dan pH 11 senyawa asam 0-pentanoilsalisilat lebih stabil daripada senyawa asam 0-asetilsalisilat (aspirin). Sehubungan dengan hal itu mengingat senyawa asam 0-pentanoilsalisilat ini memiliki aktivitas analgesik yang hampir sama dengan senyawa asam 0-asetilsalisilat (aspirin), maka penelitian reaksi hidrolisis terhadap senyawa asam 0-pentanoilsalisilat ini dapat dilanjutkan pada berbagai suasana pH lainnya dan dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi obat analgesik baru.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 166/08 Azi p
Uncontrolled Keywords: ANALGESICS; SALICYLIC ACID
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Azizah, Novianti Fatli, NIM. 050312628UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRully Susilowati, Ir. Hj., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 05 Feb 2009 12:00
Last Modified: 09 Jul 2017 21:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10017
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item