UJI EFEKTIVITAS IN VITRO PASTA GIGI DENGAN BAHAN AKTIF NEEM OIL BERBASIS XANTHAN GUM TERHADAP BAKTERI (Streptococcus mutans)

Diana, Estika Mei, NIM. 050312758 (2009) UJI EFEKTIVITAS IN VITRO PASTA GIGI DENGAN BAHAN AKTIF NEEM OIL BERBASIS XANTHAN GUM TERHADAP BAKTERI (Streptococcus mutans). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-dianaestik-9354-ff1670-k.pdf

Download (395kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-dianaestik-8922-ff1670-u-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama masalah mulut adalah plak yang terutama dibentuk oleh Streptococcus mutans. Karena itu untuk mengendalikan pembentukan plak biasanya dalam sediaan pasta gigi ditambahkan bahan-bahan anti bakteri yang pada umumnya berasal dari bahan-bahan kimia yang memiliki efek merugikan bila digunakan dalam jangka waktu lama (Storehagen, 2003; Pratiwi, 2005), oleh karena itu perlu dicari alternatif antibakteri lain dari bahan alam yang kemungkinan memiliki efek negatif lebih kecil daripada bahan-bahan kimia. Dalam penelitian ini diteliti salah satu hasil dari bahan alam yaitu neem oil yang diformulasi dalam sediaan pasta gigi dengan basis xanthan gum yang aktivitas anti bakterinya akan dibandingkan dengan triklosan dalam basis yang sama. Kadar neem oil dalam sediaan yang dibuat adalah 0,3% (F1), 1,5% (F2) dan 2,5% (F3). Sedangkan kadar triklosan adalah 0,3% (K+) karena kadar tersebut adalah kadar maksimal triklosan yang boleh digunakan sebagai bahan aktif dalam sediaan pasta gigi. Selain keempat sediaan tersebut juga dibuat basis tanpa penambahan bahan aktif. Pada sediaan yang telah dibuat (basis, Fl, F2 dan F3) dilakukan pengamatan karakteristik fisika yang meliputi warna, tekstur, bau, konsistensi dan kemudahan sediaan keluar dari tube dengan cara mengukur beban yang dibutuhkan sediaan untuk mulai keluar dari tube serta pengujian karakteristik kimia (pH) yang hasilnya akan dibandingkan dengan pH pasta gigi yang direkomendasikan oleh organisasi dokter gigi yaitu 5,66-7,35 (Pri.ce,et al, 2000). Pengamatan karakteristik fisik dan pengujian karakteristik kimia adalah untuk mengetahui apakah penambahan neem oil akan menyebabkan perubahan sifat fisika kimia sediaan. Untuk mengetahui efektivitas neem oil (Fl, F2, F3) dan triklosan dalam sediaan (K+) dilakukan uji daya hambat in vitro dengan metode difusi agar menggunakan Streptococcus mutans yang ditumbuhkan dalam media BAP. Disamping itu juga dilakukan pengujian daya hambat basis terhadap Streptococcus mutans untuk mengetahui apakah basis memiliki daya hambat, dan pengujian daya hambat larutan triklosan 0,3% dalam PEG untuk mengetahui apakah basis xanthan gum mempengaruhi efektivitas bahan aktif (triklosan) atau tidak. Bakteri dalam media diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam dan diukur daya hambatnya. Dari pengolahan data karakteristik fisika maupun karakteristik kimia menggunakan program statistik one way ANOVA melalui program SPSS 12.0, diperoleh F hitung < F tabel sehingga Ho diterima, Hi ditolak atau tidak ada perbedaan yang bermakna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan neem oil dalam basis tidak menyebabkan perubahan karakteristik fisika dan kimia dari sediaan. pH untuk keempat sediaan (basis, Fl, F2 dan F3) semuanya masuk dalam rentang pH yang direkomendasikan oleh dokter gigi. Sedangkan dari pengukuran daya hambat yang kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan statistik one way ANOVA melalui program SPSS 12.0, diperoleh bahwa harga F hitung (6,959) > F label (2,2899) maka Ho ditolak, B diterima atau ada perbedaan bermakna minimal satu pasang nilai daya hambat dari kelima sediaan pasta gigi dan larutan triklosan 0,3% dalam PEG 400. Dari uji. Honestly Significant Difference (HSD) diperoleh hasil daya hambat larutan triklosan 0,3% dalam PEG 400 < dari F2 = basis = F3 serta daya hambat F3 > dari K+ = F1 . Dari hasil penelitian diketahui bahwa pasta gigi neem oil dengan konsentrasi 0,3%, 1,5% dan 2,5% dalam basis xanthan guru memiliki daya hambat terhadap Streptococcus mutans yang sama dengan basis dan pada konsentrasi neem oil 2,5% dalam sediaan pasta gigi berbasis xanthan gum memiliki efektivitas yang lebih besar daripada sediaan pasta gigi dengan bahan aktif triklosan 0,30% dalam basis yang sama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 167/08 Dia u
Uncontrolled Keywords: STREPTOCOCCUS MUTANS; ANTI BODIES; TOOTH PASTE
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD450-801 Physical and theoretical chemistry
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsEmail
Diana, Estika Mei, NIM. 050312758UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNoorma Rosita, Dra., M. Si, AptUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 05 Feb 2009 12:00
Last Modified: 09 Jul 2017 21:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10018
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item