STUDI PENGGUNAAN OBAT KEMOTERAPI PADA PENGOBATAN PASIEN KANKER PAYUDARA (Penelitian Pada Bagian Onkologi RSU Dr. Soetomo Surabaya)

Kurniawan, Olivia, NIM. 050312768 (2009) STUDI PENGGUNAAN OBAT KEMOTERAPI PADA PENGOBATAN PASIEN KANKER PAYUDARA (Penelitian Pada Bagian Onkologi RSU Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-kurniawano-9344-ff1570-k.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-kurniawano-8928-ff1570-s-min.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit neoplasma yang ganas berasal dari parenkim, stroma, areola, dan papilla mamma. Kanker ini paling banyak ditemukan pada wanita. Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan melalui operasi, radiasi, terapi hormonal, kemoterapi, imunoterapi, atau kombinasi cara¬-cara tersebut. Pada penderita kanker payudara stadium lanjut, terutama yang telah mengalami metastase, umumnya lebih diutamakan pengobatan menggunakan kemoterapi. Namun yang harus diperhatikan pada penggunaan kemoterapi adalah efek samping yang ditimbulkan terhadap organ atau sistem tubuh, antara lain kerontokan rambut, mual dan muntah, mielosupresi, serta gangguan fertilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mengetahui pola penggunaan kemoterapi pada pasien kanker payudara, mengidentifikasi keterkaitan obat, efek samping dan data laboratorium penderita, serta kemungkinan adanya DRP (Drug Related Problem). Penelitian dilakukan prospektif di Poli Onkologi RSU Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan Data Rekam Medik penderita kanker payudara rawat jalan pada periode April — Mei 2007, didapatkan 54 penderita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden kanker payudara terbanyak pada usia 30-55 tahun (75,9%). Sedangkan berdasarkan stadium, stadium IIIb memiliki prevalensi tertinggi (38,9%) dibandingkan stadium lainnya. Regimen kemoterapi yang digunakan adalah : Cyclophosphamide – Doxorubicin – Fluorouracil (57,4%), Cycophosphamide – Epirubicin – Fluorouracil (40,7%), dan Cycophosphamide – Methotrexate – Fluorouracil (1,9%). Obat untuk mengatasi efek samping: (i) mual-muntah yaitu ondansetron (96,3%), tropisetron (90,7%), ranitidin (70,4%), dan domperidon (7,4%); (ii) reaksi alergi yaitu dexametason (66,7%); (iii) depresi sistem hematologi yaitu sulfas ferrosus (85,2%), epoetin α (22,2%), hemobion (16,7%), dan leukokin (7,4%). Dan ada terapi lain yang diterima penderita sesuai dengan penyakit penyerta yang dialami. Interaksi obat yang mungkin terjadi adalah antara cyclophosphamide dan dexametason. Dari penelitian ini dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut : (1) mengingat pengobatan pasien kanker payudara khususnya kemoterapi dilakukan dalam jangka waktu lama (6 siklus) perlu dilakukan konseling kepada pasien agar melakukan kemoterapi secara kontinu untuk mendapatkan hasil optimal, (2) untuk mengetahui efektifitas terapi yang diberikan, efek samping obat dan untuk mengetahui keberhasilan terapi maka disarankan agar sering dilakukan monitoring pengobatan, (3) peran farmasis sangat penting dalam pengadaan dan penyiapan obat sitostatika karena tidak hanya bersifat toksik terhadap sel kanker namun juga terhadap sel normal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 157/08 Kur s
Uncontrolled Keywords: BREAST � CANCER; ANTI NEOPLASTIC AGENTS
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM260-263 Chemotherapy
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Kurniawan, Olivia, NIM. 050312768UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSiti Siamsiah, Prof. Dr. Hj., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 05 Feb 2009 12:00
Last Modified: 09 Jul 2017 22:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10022
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item