IDENTIFIKASI SENYAWA HASIL REAKSI OKSIDASI FOTOKATALITIK FENOL DAN 4-KLOROFENOL DALAM AIR SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)

Merdekawati, Melly Ika, NIM.050210142 E (2007) IDENTIFIKASI SENYAWA HASIL REAKSI OKSIDASI FOTOKATALITIK FENOL DAN 4-KLOROFENOL DALAM AIR SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-merdekawat-9342-ff1530-k.pdf

Download (393kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-merdekawat-8929-ff1530-i-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kegiatan industri, baik di Negara maju maupun Negara berkembang akan selalu dihadapkan dengan masalah pencemaran lingkungan yang salah satunya berupa pencemaran air. Pencemaran air banyak ditemukan dalam sungai akibat buangan limbah dari industri-industri. Fenol dan 4-k1orofenol merupakan zat kimia yang dalam pemakaiannya pernah dilaporkan dapat menimbulkan kontaminasi yang menjadi permasalahan utama dalam pencemaran lingkungan dan kesehatan manusia. Kadar limbah yang mengandung fenol dan 4-k1orofenol juga dilaporkan masih tinggi, sehingga jika dibuang pada sungai akan menimbulkan efek toksik, yaitu korosif pada kulit dan lambung. Reaksi oksidasi fotokatalitik merupakan salah satu upaya untuk menurunkan kadar fenol dan 4-k1orofenol dalam limbah industri. Reaksi oksidasi fotokatalitik dalam penelitian ini melibatkan matahari sebagai sumber foton dan TiO2 sebagai katalisatornya. Dari reaksi tersebut, diharapkan mampu menurunkan kadar fenol dan 4-klorofenol serta menghasilkan produk degradasi yang tidak toksik. Oleh karena itu, penelitian untuk mengetahui jenis produk degradasi dari fenol dan 4-klorofenol setelah dioksidasi fotokatalitis menjadi sangat penting. Salah satu perangkat analisis yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi jenis degradan tersebut adalah dengan Kromatografi Cair Kineda Tinggi (KCKT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari kondisi yang paling optimum dari KCKT yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis senyawa degradan dan mengetahui selektivitas semua komponen dalam sampel. Selain itu juga untuk mengetahui berapa jumlah jenis senyawa dan jenis senyawa degradan yang dihasilkan dari reaksi oksidasi fotokatalitik tersebut. Tahapan pertama yaitu menentukan kondisi optimum dengan mengoptimasi jenis kolom, fase gerak dan panjang gelombang. Dari hasil penelitian didapat kondisi optimum untuk identifikasi senyawa hasil reaksi oksidasi fotokatalitik fenol dalam air adalah menggunakan kolom Lichrospher 100 RP C18 (5µm 250 x 4 mm) dengan komposisi fase gerak asam asetat 1% : metanol : air (60 : 30 : 10). Jumlah puncak yang terdeteksi adalah 6 puncak. Sedangkan identifikasi untuk senyawa hasil reaksi oksidasi fotokatalitik 4 klorofenol adalah menggunakan kolom Zorbax Eclipse XDB RP C8 (5µm 250 x 4 mm) dengan komposisi fase gerak asam asetat 1% : metanol : air (60 : 30 : 10). Jumlah puncak terdeteksi adalah 6 puncak. Pengamatan identifikasi senyawa degradan pada sampel A dan sampel B dilakukan pada panjang gelombang 270nm. Tahap kedua yaitu mengidentifikasi jenis senyawa degradan yang telah terdeteksi dengan membandingkan waktu retensi sampel dengan waktu retensi standarnya dan membandingkan spektra sampel dengan spektra standarnya yang ditunjukkan dengan harga MF > 950. Identifikasi senyawa degradan dalam sampel A (fenol) yang menggunakan kolom Lichrospher 100 RP C18 (5µm 250 x 4 mm) dengan komposisi fase gerak asam asetat 1% : metanol : air (60 : 30 : 10), diperoleh senyawa degradan hidrokuinon pada tR = 2,846 menit (Rs = 1,52 ; α = 1,15 ; MF = 999,913), benzokuinon pada tR = 4,068 menit (Rs = 1,65 ; α = 1,18 ; MF = 999,356), katekol pada tR = 4,355 menit (Rs = 1,30 ; α = 1,07 ; MF = 996,855) dan fenol pada tR = 7,217menit (Rs = 4,60; α = 1,19; MF = 999,761). Sedangkan identifikasi senyawa degradan dalam sampel B (4-klorofenol) yang menggunakan kolom Zorbat Eclipse XDB RPC 8 (5µm 250 x 4 mm) dengan komposisi fase gerak asam asetat 1% : metanol : air (60 : 30 : 10) diperoleh senyawa hidrokuinon pada tR = 2,113 menit (Rs = 1,40; α = 1,20 ; MF = 996,754), benzokuinon tR = 2770 menit (Rs = 4,91 ; α = 1,31 ; MF = 999,330) dan 4-klorofenol tR = 12,114 menit (Rs = 14,44 ; α = 1,78 ; MF = 999,674).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 153/08 Mer i
Uncontrolled Keywords: PHENOLS; CHLOROPHENOLS
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD172-193.5 Environmental pollution
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD419-428 Water pollution
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Merdekawati, Melly Ika, NIM.050210142 EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMoch. Yuwono, Prof. Dr. rer. Nat. H., MS., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 05 Feb 2009 12:00
Last Modified: 09 Jul 2017 22:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10023
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item