PENGARUH POLIMER KOMBINASI POLIVINILPIROLIDON (PVP) K-30 DAN ETILSELULOSE (EC) N-22 TERHADAP LAJU PELEPASAN PIROKSIKAM DALAM SEDIAAN PATCH

Prasetia, I Gusti Ngurah Jemmy Anton, NIM. 050312766 (2009) PENGARUH POLIMER KOMBINASI POLIVINILPIROLIDON (PVP) K-30 DAN ETILSELULOSE (EC) N-22 TERHADAP LAJU PELEPASAN PIROKSIKAM DALAM SEDIAAN PATCH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-prasetiaig-9573-ff1600-k.pdf

Download (409kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-prasetiaig-8987-ff1600-p.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu bentuk sediaan transdermal adalah patch atau medicated plaster, yaitu sediaan yang digunakan untuk membawa obat secara langsung melalui kulit dengan melapiskannya pada suatu pita atau plester berperekat. Pada penelitian ini, dibuat sediaan patch dengan bahan obat piroksikam berdasarkan metode matrix controlled. Polimer yang digunakan adalah kombinasi antara polivinilpirolidon (PVP) K-30 dan etilselulose (EC) N-22 dalam berbagai perbandingan (1:5; 1:2; dan 2:3). Bahan tambahan digunakan menthol sebagai enhancer dan metil akrilat sebagai adhesive layer. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan polimer kombinasi hidrofil dan hidrofob, yaitu polivinilpirolidon (PVP) K-30 dan etilselulose (EC) N-22 terhadap laju pelepasan piroksikam serta menentukan komposisi kombinasi polivinilpirolidon (PVP) K-30 dan etilselulose (EC) N-22 yang tepat sehingga mampu meningkatkan laju pelepasan piroksikam dari sediaan patch piroksikam. Sediaan patch piroksikam yang dihasilkan kemudian dilakukan penentuan karakteristik fisik, meliputi uji organoleptis, variasi berat (weight variation) dan kandungan lengas (moisture content), serta penentuan pelepasan piroksikam dari sediaan patch piroksikam. Uji organoleptis menunjukkan bahwa penggunaan polimer kombinasi PVP K-30 dan EC N-22 menyebabkan sediaan patch piroksikam menjadi lebih kompak, tidak mudah rapuh dan menghasilkan warna sediaan yang lebih cerah jika dibandingkan dengan kontrol yang hanya menggunakan polimer EC N-22. Uji variasi berat (weight variation) menunjukkan data yang merupakan rerata dari 3 replikasi ± SD yaitu kontrol sebesar 1,0773 ± 0,0097 gram; formula 1 sebesar 1,1089 ± 0,0188 gram; formula 2 sebesar 1,1064 ± 0,0151 gram; dan formula 3 sebesar 1,0958 ± 0,0091 gram. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat keseragaman berat antar replikasi dalam satu formula. Berdasarkan uji kandungan lengas (moisture content) diperoleh nilai % moisture content yang merupakan rerata dari 3 replikasi ± SD yaitu kontrol sebesar 3,14 ± 0,10 %; formula 1 sebesar 6,25 ± 0,37 %; formula 2 sebesar 7,29 ± 0,25 % dan formula 3 sebesar 8,11 ± 0,19 %. Hasil analisa statistika ANOVA one way menunjukkan nilai F hitung (232,742) lebih besar dari F3,8 tabel (4,0662). Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan bermakna minimal satu pasang data. Untuk mengetahui formula yang berbeda bermakna maka dilakukan uji HSD pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Berdasarkan hasil uji HSD terbukti bahwa terdapat perbedaan bermakna antar formula. Berdasarkan penentuan pelepasan dihasilkan harga fluks yang merupakan rerata dari 3 replikasi ± SD yaitu kontrol sebesar 3,50 ± 0,08 µg/cm2/menit1/2; formula 1 sebesar 3,94 ± 0,16 µg/cm2/menit1/2; formula 2 sebesar 7,75 ± 0,17 µg/cm2/menit1/2; formula 3 sebesar 13,84 ±0,66 µg/cm2/menit1/2. Hasil analisa statistika ANOVA one way, menunjukkan bahwa nilai F hitung (551,178) lebih besar dari F3,8 tabel (4,0662). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna minimal satu pasang data. Untuk mengetahui formula yang berbeda bermakna maka dilakukan uji HSD pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Berdasarkan hasil uji HSD terbukti bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kontrol terhadap formula 2 dan formula 3. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi polivinilpirolidon K-30 dan etilselulose N-22 dapat meningkatkan laju pelepasan piroksikam dan formula 3 dengan kombinasi PVP K-30 dan EC N-22 (2 : 3) merupakan kombinasi yang optimal untuk sediaan patch piroksikam. Hal ini disebabkan pada kombinasi tersebut diperoleh harga fluks pelepasan piroksikam yang paling besar sehingga diharapkan konsentrasi piroksikam yang berpenetrasi menembus kulit juga lebih besar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 160/08 Pra p
Uncontrolled Keywords: POVIDONE, MEFENAMIC ACID
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsEmail
Prasetia, I Gusti Ngurah Jemmy Anton, NIM. 050312766UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEsti Hendradi,, Dra. Hj., M.Si., PhD., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 09 Feb 2009 12:00
Last Modified: 05 Jun 2017 20:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10032
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item