STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA APENDISITIS AKUT DI BAGIAN BEDAH RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Fatmawati, Tita, NIM. 050312700 (2009) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA APENDISITIS AKUT DI BAGIAN BEDAH RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-fatmawatit-9580-ff1400-k.pdf

Download (355kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-fatmawatit-8994-ff1400-s.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Apendisitis akut adalah radang apendiks dengan awal mula gejala akut, yang memerlukan pembedahan cepat, dan biasanya ditandai dengan sindroma nyeri hebat di bagian kuadran kanan bawah perut, demam, dan kadang-kadang disertai ruptur pada apendiks. Sebagian besar kasus apendisitis akut disebabkan oleh obstruksi lumen dan distensi apendiks. Obstruksi lumen dapat berasal dari adanya fecalith, hiperplasia, limfoid, benda asing dan tumor. Selain itu, adanya infeksi bakteri juga berperan dalam perkembangan timbulnya apendisitis. Obstruksi lumen, distensi apendiks dan infeksi bakteri dapat menyebabkan peradangan yang kemudian diikuti oleh munculnya gangren dan perforasi.Apabila hal tersebut tidak ditangani dengan segera dapat terjadi komplikasi bahkan dapat berakibat fatal. Untuk mengatasi infeksi dan inflamasi, dibutuhkan terapi obat, non obat dan terapi tambahan yang dapat mendukung proses penyembuhan dan bekerja secara efektif. Pada penelitian ini digunakan metode retrospektif-prospektif dengan analisis deskriptif. Sampel diambil pada 1 Januari sampai 28 Februari 2007 untuk retrospektif (n = 18) dan 1 Maret sampai 31 Mei 2007 untuk prospektif (n = 24) di Bagian Bedah RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Hasil penelitian menunjukkan obat yang digunakan pada kasus apendisitis akut adalah antibiotika, analgetika, terapi cairan, antiulser dan antiemetika. Jenis antibiotika yang digunakan pasien apendisitis akut adalah sefalosporin generasi III (sefotaksim dan seftriakson), sefalosporin generasi IV (sefpirom), metronidazol, aminoglikosida (gentamisin), penisilin (ampisilin), dan karbapenem (meropenem). Pada saat KRS antibiotika yang paling banyak digunakan adalah siprofloksasin. Jenis analgetika yang digunakan adalah ketorolak trometamin, metamizol Na, dan tramadol HCl. Dosis obat yang digunakan semuanya sesuai dengan pustaka dengan rute pemberian iv dan per oral pada saat KRS. Efektivitas obat pada kasus apendsitis akut ditunjukkan dengan penurunan leukosit, LED, dan intensitas nyeri serta tidak didapatkan infeksi luka operasi (ILO). Problem obat pada kasus apendisitis akut hanya ditemukan pada satu pasien yaitu reaksi alergi (hipersensitifitas) terhadap sefotaksim.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 140/08 Fat s
Uncontrolled Keywords: ANTIBIOTICS; TOXOPLASMA
Subjects: R Medicine > RD Surgery
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Fatmawati, Tita, NIM. 050312700UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYulistiani, Dra., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 09 Feb 2009 12:00
Last Modified: 05 Jun 2017 20:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10035
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item