STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP (Penelitian Retrospektif Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap di Ruang Penyakit Jantung RSU Dr. Soetomo Surabaya)

Yunitasari, Rani, NIM. 050312705 (2009) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP (Penelitian Retrospektif Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap di Ruang Penyakit Jantung RSU Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-yunitasari-9577-ff1390-k.pdf

Download (414kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-yunitasari-8998-ff1390-s.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hipertensi sistemik merupakan suatu keadaan persisten dari peningkatan tekanan darah arterial, yaitu suatu kondisi dimana tekanan darah terlalu tinggi melebihi 140/90 mmHg (Chobanian et al, 2003 Saseen & Carter, 2005). Hipertensi disebut juga sebagai "silent killer" sebab umumnya asimptomatis dan baru timbul gejala setelah terjadi komplikasi pada organ target antara lain pada jantung, ginjal, otak, mata, dan perifer (Hoer, 1996 ; Fodx, 1999). Disebutkan bahwa ada korelasi kuat antara peningkatan tekanan darah dengan tingginya resiko morbiditas dan mortalitas akibat timbulnya penyakit kardiovaskular lain seperti infark miokard, angina, gagal jantung dan gagal ginjal (Saseen & Carter, 2005). Adanya komorbiditas ini menyebabkan pentingnya terapi polifarmasi untuk mengoptimalkan tekanan darah pasien dan meminimalisasi kerusakan pada organ target, namun polifarmasi juga akan memunculkan masalah baru terkait dengan obat-obatan yang digunakan. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi tentang penggunaan obat untuk mengetahui pola pengobatan dan adanya masalah terkait obat pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui demografi pasien hipertensi rawat inap dan faktor resikonya, mengetahui pola penggunaan obat termasuk identifikasi kelas obat antihipertensi dan obat lain yang diberikan serta identifikasi masalah terkait obat yang mungkin terjadi. Sebagai bahan penelitian digunakan Dokumen Medik Kesehatan (DMK) dari 41 pasien hipertensi rawat inap dengan komplikasi dan/atau penyakit sekunder pada jantung yang rawat inap di ruang penyakit jantung RSU Dr. Soetomo Surabaya periode MRS tanggal 1 Juli-31 Desember 2006. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki memiliki resiko lebih tinggi (53,66%) daripada perempuan (46,34%) untuk terkena hipertensi. Selain itu pasien usia 60-70 tahun (43,90%) juga beresiko tinggi terkena hipertensi. Faktor resiko hipertensi dari yang paling dominan adalah kebiasaan merokok (35,29 %), riwayat penyakit dahulu pasien termasuk DM dan kolesterol (29,41 %), genetik (23,53%), kebiasaan minum kopi (7,84%), energy drink (1,96%) dan alkohol (1,96%). Pola penggunaan obat pada pasien hipertensi dengan komplikasi dan/atau penyakit sekunder pada jantung meliputi antihipertensi (ACEI, diuretik, ARB, β-bloker, CCB) ; vasodilator (ISDN, NTG) ; inotropik dan dopaminergik (digoksin dan dopamin) ; antiaritmia (amiodaron) ; antilipid (simvastatin, fenofibrat) ; obat hematologik (ASA, klopidogrel, LMWH, warfarin, streptokinase) ; antianxietas (diazepam, alprazolam) ; antidiabetes (insulin, OAD) ; antibiotika (sefotaksim, seftriakson, siprofloksasin, ampisilin, gentamisin, metronidazol, sefadroksil) ; terapi keseimbangan elektrolit (Na bikarbonat, Ca karbonat, suplemen K, Mg sulfat, Ca polistiren sulfonat, kombinasi Ca glukonat, dekstrosa dan insulin) ; antihiperurisemia (alopurinol) ; antihiperasiditas dan prokinetic agent (antagonis reseptor H2, antasida, PPI, sukralfat, dan metoklopramid) ; analgesik-antipiretik (parasetamol, asam mefenamat) ; pengencer mukus saluran nafas (asetil sistein) ; resusitasi cairan dan transfuse (infus PZ, RL, D5, transfusi PRC, albumin) ; antianemia (asam folat) ; antidiare (loperamid) ; pelancar BAB (parafin cair+PP+gliserin+jelly) ; terapi kekakuan saraf (neurotropik) ; obat TBC (OAT kategori 1) serta suplemen (ubidekarenon+levokarn itin). Interaksi antara obat antihipertensi dengan terapi lainnya yang dapat terjadi pada pasien hipertensi dalam penelitian ini meliputi ACEI-alopurinol, ACEI-suplemen K, furosemid-digoksin, furosemid-HCT, spironolakton-kaptopril, spironolakton-digoksin, spironolakton-suplemen K, HCT-alopurinol, dan diltiazem-simvastatin. Dari penelitian mengenai studi penggunaan obat pada pasien hipertensi ini disarankan untuk melakukan penelitian secara prospektif sehingga dapat mengikuti perkembangan kondisi pasien dari hari ke hari dan meminimalkan terjadinya pengambilan data pasien yang tidak lengkap, selain itu disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan periode waktu yang lebih lama sehingga hasil penelitian nanti akan lebih mewakili apa yang benar-benar terjadi di lapangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 139/08 Yun s
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; HYPERTENSION
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Yunitasari, Rani, NIM. 050312705UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSuharjono, Dr., M.S., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 09 Feb 2009 12:00
Last Modified: 05 Jun 2017 21:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10036
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item