PENGARUH PEMBERIAN ATTAPULGIT TERHADAP ABSORPSI SIPROFLOKSASIN MENGGUNAKAN DATA PLASMA DARAH KELINCI

VERONICA GRATIA, 050911232 (2013) PENGARUH PEMBERIAN ATTAPULGIT TERHADAP ABSORPSI SIPROFLOKSASIN MENGGUNAKAN DATA PLASMA DARAH KELINCI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
6. RINGKASAN.pdf

Download (100kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FF.FK 01-14.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Siprofloksasin merupakan terapi kausatif empiris diare akut pada dewasa dimana antibiotik ini aktif melawan bakteri enteropatogen, memiliki kemampuan penetrasi jaringan dan intraseluler yang baik, efektif diberikan secara peroral, dan aman. Terapi ini bisa digunakan secara terpisah bersamaan dengan terapi simptomatik seperti absorben sehingga memungkinkan terjadinya interaksi obat yang bisa bersifat merugikan. Attapugit sebagai salah satu contoh absorben mengandung ion aluminium dan magnesium. Beberapa penelitian menyebutkan adanya penurunan bioavailabilitas oral dan aktivitas antibakteri dari siprofloksasin HCl akibat terbentuknya kelat dari interaksi ion Al3+ atau Mg2+ Metode yang digunakan untuk menganalisis kadar siprofloksasin adalah metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dari USP dengan modifikasi. Panjang gelombang yang digunakan adalah 280 nm. Parameter validasi yang ditetapkan dalam penelitian ini meliputi linieritas, presisi, LOD/LOQ, dan akurasi. Pada penentuan linieritas terbukti adanya hubungan yang linier antara peningkatan kadar larutan baku kerja siprofloksasin HCl dengan area yang terbaca pada KCKT, hal ini dapat dilihat dari persamaan regresi y = 6,878 x - 0,5234, dengan rdengan gugus 3-karboksil dan 4-keto dari siprofloksasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan attalpugit terhadap absorpsi siprofloksasin oral jika diberikan secara bersamaan dan apabila digunakan 2 jam setelah pemberian attapulgit. Bahan obat yang digunakan dalam penelitian ini adalah siprofloksasin dalam bentuk garam, yaitu serbuk siprofloksasin HCl standar dan attapulgit 600 mg. Sebanyak 6 ekor kelinci akan mendapatkan 3 perlakuan, yaitu pemberian siprofloksasin HCl tunggal, pemberian attapulgit bersamaan dengan siprofloksasin HCl dan pemberian attapulgit 2 jam sebelum siprofloksasin HCl. Penelitian dilakukan menggunakan model cross over dengan washing period atau waktu pembersihan obat selama 7 hari untuk menjamin obat tereliminasi sempurna dari tubuh kelinci. hitung = 0,9997 (rtabel = 0,666; dengan df = 7; α = 0,05). Hasil tersebut memenuhi persyaratan rhitung > rtabel. Pada penentuan presisi diperoleh harga %KV sebesar 1,98 ± 0,65 %, yang juga memenuhi persyaratan KV ≤ 2%. Penentuan akurasi dilakukan dengan menetapkan kadar siprofloksasin yang dapat diperoleh kembali dari matriks plasma. Persen recovery yang diperoleh adalah 99,54 ± 7,13%, memenuhi persyaratan rentang % recovery yaitu 80-120% dan ≥70% dalam literatur yang lain. LOD dan LOQ yang berhasil ditentukan adalah sebesar 0,02 μg/ml dan 0,05 μg/ml. Setelah seluruh proses validasi metode memenuhi persyaratan, penentuan kadar siprofloksasin dalam sampel plasma kelinci dilakukan. Setelah seluruh proses validasi metode memenuhi persyaratan, penentuan kadar siprofloksasin dalam sampel plasma kelinci dilakukan. Pada pemberian siprofloksasin tunggal diperoleh nilai rata-rata parameter absorpsi dari 6 kelinci yaitu tmaks 90 ± 0 menit, Cmaks 2,61 ± 0,264 μg/ml, dan AUC0-240menit 8,944 ± 1,170 μg.menit/ml. Sedangkan nilai rata-rata parameter absorpsi untuk perlakuan 1 dan 2 secara berurutan Cmaks 1,31 ± 0,185μg/ml dan 2,38 ± 0,539 μg/ml; AUC0-240menit 6,013 ± 1,358 μg.menit/ml dan 9,666 ± 0,5775 μg.menit/ml. Berdasarkan analisis statistika uji one way ANOVA (α = 0,05), pemberian attapulgit bersamaan dengan siprofloksasin berpengaruh terhadap absorpsi siprofloksasin. Parameter absorpsi yang menurun secara bermakna adalah Cmaks dan AUC0-240 dengan rata-rata % penurunan sebesar 49,81 % dan 32,77 % terhadap kondisi kontrol. Pemberian attapulgit dengan jeda waktu 2 jam sudah tidak menurunkan Cmaks dan AUC0-240 dapat memperbaiki bioavailabitasnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FK 01 / 14 Gra p
Uncontrolled Keywords: SIPROFLOKSASIN ; DIARE
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
VERONICA GRATIA, 050911232UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorToetik Ariyani,, Dra. Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 12 Jun 2014 12:00
Last Modified: 31 Aug 2016 03:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10114
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item