PROFIL PERESEPAN OBAT BATUK DALAM BENTUK PUYER DI BEBERAPA APOTEK WILAYAH SURABAYA UTARA

DWI JULIA BISMAWATI, 050710296 (2014) PROFIL PERESEPAN OBAT BATUK DALAM BENTUK PUYER DI BEBERAPA APOTEK WILAYAH SURABAYA UTARA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
6. RINGKASAN.pdf

Download (124kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FF.KOM 03-14.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Batuk merupakan mekanisme pelindungan fisiologis yang penting dan dapat juga sebagai gejala dari asma, penyakit gastro-oesophageal reflux dan postnasal drip. Sedangkan menurut Yunus, F., 1993, batuk adalah suatu gejala gangguan atau kelainan saluran napas. Tujuan pengobatannya biasanya untuk meredakan batuk tetapi ada kalanya gejala tersebut akan hilang jika sesuai dengan pengobatan yang tepat. Terapi yang dipilih tergantung apakah batuk tersebut produktif atau non produktif (Sweetman,SC., 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa peresepan obat batuk sediaan puyer di apotek wilayah Surabaya Utara yang meliputi jumlah lembar resep yang mengandung obat batuk, jumlah lembar yang mengandung obat batuk sediaan puyer, kandungan obat batuk (mengandung satu atau beberapa macam obat batuk), jumlah bungkus, aturan pakai, penulisan obat generik dan obat paten , dan antibiotik yang digunakan pada obat batuk sediaan puyer. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Empat apotek yang dipilih secara purposive sampling digunakan sebagai tempat pengambilan sampel. Sumber data dalam penelitian ini adalah resep bulan Januari-Maret 2011. Data yang didapat dari masing-masing variabel kemudian diolah dengan menggunakan program Microsoft Office Excel. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 20,49% resep mengandung obat batuk. Puyer yang mengandung 1 macam obat batuk sebesar 59,38% sedangkan puyer yang mengandung dua atau tiga macam obat batuk sebanyak 40,63% dari total 224 resep. Puyer obat batuk yang mengandung hanya antitusif sebanyak 33,48% sedangkan kombinasi antitusif dengan mukolitik (16,07%) merupakan kombinasi yang paling sering diresepkan. Jumlah bungkus obat batuk dalam puyer yang berjumlah 10 atau kurang sebesar 24,55% sedangkan 11-15 bungkus sebesar 60,71%, 16-20 bungkus sebesar 10,71%, 21-25 bungkus sebesar 0,45%, dan ≥26 bungkus sebesar 3,57%. Penulisan nama generik sebesar 19,55% dan penulisan dengan nama dagang sebesar 80,45% dari total 399 penulisan obat batuk dalam resep obat batuk bentuk puyer. Penggunaan antibiotik bersamaan dengan obat batuk bentuk puyer sebanyak 66,96% dan 70,97% dari resep tersebut, antibiotik dicampur jadi satu dengan obat batuk dalam satu sediaan puyer. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dokter masih sering meresepkan obat batuk dalam bentuk puyer. Sehingga apoteker yang bertanggung jawab atas pekerjaan kefarmasian harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam peracikan serta meningkatkan pelayanan mutu kefarmasian di apotek.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. KOM 03 / 14 Bis p
Uncontrolled Keywords: COUGH MEDICINE
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DWI JULIA BISMAWATI, 050710296UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorI Nyoman Wijaya, , Ssi., Sp.FRS.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 12 Jun 2014 12:00
Last Modified: 01 Sep 2016 08:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10118
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item