ISOLASI FRAGMEN cDNA GEN HYALURONIDASE DARI TESTIS MENCIT (Mus musculus L.) HASIL AMPLIFIKASI RT-PCR

Itsna Ulfiyanti, 050112405 (2005) ISOLASI FRAGMEN cDNA GEN HYALURONIDASE DARI TESTIS MENCIT (Mus musculus L.) HASIL AMPLIFIKASI RT-PCR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-ulfiyantii-1453-ff19_06-t.pdf

Download (341kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-ulfiyantii-1453-ff.19_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gen hyaluronidase yang disandi dalam urutan basa nukleotida (DNA) merupakan gen yang penting dalam pembentukan enzim hyaluronidase, dimana enzim ini yang berperan dalam proses fertilisasi melalui penetrasi sel sperma ke dalam dinding sel ovum. Penelitian tentang isolasi frgamen cDNA gen hyaluronidase dari testis mencit ini merupakan penelitian awal dari serangkaian penelitian untuk menguji mutagenitas hyaluronidase setelah diberi fraksi air Gendarussa sebagai syarat obat kontrasepsi yang ideal. Penelitian ini bersifat kualitatif yang bertujuan mendapatkan dan memperbanyak cDNA testis mencit yang menyandi gen hyaluronidase dalam jumlah yang tidak terbatas dengan metode amplifikasi RT-PCR dalam waktu yang relatif singkat (3-4 jam), efektif, dan spesifik dengan panjang nuleotida 710 bp. Penelitian ini dimulai dengan mengisolasi total RNA dari testis mencit jantan dewasa (± 2 bulan) dengan metode isolasi yang ada pada Sambrook et.al, 1989. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi spesifitas reaksi RT-PCR, diantaranya primer dan suhu annealing. Sebelum memulai proses RT-PCR didesain dahulu primer forward dan reverse dengan cara menghomologkan hasil sequencing nukleotida gen hyaluronidase testis mencit dengan beberapa spesies mencit (Mus musculus L.) dan tikus (Rattus norvegicus). Melalui proses RT-PCR, total RNA sebagai RNA template ini diubah menjadi cDNA dan diperbanyak. Untuk mengetahui keefektifan proses digunakan kontrol positif yang terdapat pada Kit RT-PCR dari PROMEGA. Hasilnya adalah urutan basa nukleotida dengan panjang 710 bp. Faktor kedua selain primer adalah temperatur annealing. Pada penelitian ini digunakan suhu 55° C dan setelah dilakukan RT-PCR menunjukkan bahwa pada suhu 55° C hasilnya kurang bagus (masih ada band-band smear). Setelah itu dicobakan suhu annealing 570 C dan ternyata didapatkan single band yang jelas, kemudian band diisolasi dari gel agarosa 1% menghasilkan band dengan recovery yang tinggi, hal ini terlihat dari adanya hand tunggal saat dielektroforesis. cDNA murni hasil isolasi dari gel ini dapat digunakan untuk. proses lebih lanjut seperti, kloning gen atau sebagai probe pada analisis northern blot. Keberhasilan proses RT-PCR tidak terlepas dari kendala seperti, faktor human dan instrumen sehingga disarankan untuk selalu berhati-hati dalam setiap tahap proses untuk mencegah terjadinya kontaminasi maupun carryover dengan selalu menjaga setiap bahan dan alat agar bebas dari DNA/RNA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.19/06 Ulf i
Uncontrolled Keywords: HYALURONAN ACID
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Itsna Ulfiyanti, 050112405UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBAMBANG PRAJOGO, Dr. EW,MSUNSPECIFIED
ContributorGARRY CORES DE VRIES, Dr. drh,MScUNSPECIFIED
ContributorDIDIK PUDJI RESTANTO, Dr. Ir. MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 18 Jul 2006 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 19:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10151
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item