PENGARUH FASE AIR DAUN Gendarusa vulgaris Nees TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA : Studi dilakukan terhadap spermatozoa yang diambil dari cauda epididimis mencit

Diah Ratna Ningrum, 050112468 (2006) PENGARUH FASE AIR DAUN Gendarusa vulgaris Nees TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA : Studi dilakukan terhadap spermatozoa yang diambil dari cauda epididimis mencit. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-ningrumdia-1617-ff140_0-t.pdf

Download (382kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-ningrumdia-1617-ff.140_06.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gendarussa vulgaris Nees telah digunakan oleh sebagian rakyat Irian Jaya sebagai obat kontrasepsi pria (Soerjowinoto dan Pujorianto,1985). Daun Gendarussa vulgaris Nees diketahui mengandung senyawa kumarin, flavonoid, iridoid, triterpen atau sterol dan minyak atsiri (Etnawati,1995). Dari penelitian terdahulu telah diketahui komponen major flavonoid Gendarussa vulgaris Nees merupakan salah satu bahan anti fertilitas adalah 6,8-di-α-L-arabinopiranosil-4',5,7-trihidroksi-flavon atau 6,8-diarabino-silapigenin dengan mekanisme penghambatan enzim hialuronidase (Prajogo, 2002). Enzim hialuronidase yang terdapat pada bagian kepala (akrosom) mulai dibentuk sejak proses spermatogenesis (Gilbert, 1988). Proses spermatogenesis terjadi dalam testis, suatu organ dengan vaskularisasi yang tinggi (Hall et al, 1997). Organ dengan vaskularisasi yang tinggi memungkinkan bahan-bahan asing dapat masuk dan mempengaruhi proses neurofisiologis dalam hal ini proses gametogenesis (Anderson and Conning, 1993). Kerusakan dapat terjadi pada spermatozoa akibat gangguan proses spermatogenesis antara lain, pertama kerusakan mitokondria sehingga motilitas spermatozoa terganggu serta gangguan siklus spermatogenesis sehingga konsentrasi spermatozoa juga menurun. Dan untuk memastikan apakah spermatozoa yang tidak motil tersebut hidup atau mati, perlu dilakukan uji viabilitas spermatozoa (Soehadi dan Arsyad, 1983). Dari hasil penelitian Prajogo (2003) telah diketahui fraksi air lebih efektif menghambat proses fertilisasi in vitro mencit daripada fraksi etanol 60%. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fase air Gendarussa vulgaris Nees terhadap motilitas, viabilitas, dan konsentrasi spermatozoa mencit. Tahap pertama dalam penelitian yaitu ekstraksi dengan pelarut n-heksan dan dilanjutkan ekstraksi menggunakan pelarut etanol 60% untuk menyari komponen mayor flavonoid, yang mempunyai aktifitas pencegahan penetrasi spermatozoa. Kemudian ekstrak etanol dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak etanol 60% diencerkan dengan air, dilakukan pengasaman dengan HC1 2 N sampai pH 3-4 dan dilakukan partisi dengan kloroform-air. Setelah fase air asam dipisahkan dari fase kloroform, fase air asam dibasakan dengan NH4OH sampai pH 9-10 dan dipartisi dengan kloroform-air. Fase air basa inilah yang selanjutnya digunakan untuk uji aktifitas biologis. Dibuat 5 macam dosis (26,06 mg/20g BB, 18,39 mg/20g BB, 3,4741 mg/20g BB dan 3,1267 mg/20g BB dan satu kontrol negatif). Proses selanjutnya ekstrak diberikan secara per-oral satu kali sehari pada mencit selama 55 hari. Kemudian mencit dikorbankan dan diperiksa motilitas, viabilitas dan konsentrasinya. Metode pemeriksaan motilitas adalah metode Direct Observation, viabilitas adalah metode Zaneveld & Polakoski dan konsentrasi adalah metode Direct Cell Count. Analisa untuk mengolah data motilitas dengan metode U Mann Whitney sedangkan untuk data viabilitas dan konsentrasi diolah dengan Anava. Hasil pemeriksaan motilitas, viabilitas dan konsentrasi spermatozoa menunjukkan bahwa keempat dosis perlakuan yaitu dosis 1 (26,06 mg/20g BB), dosis 2 (18,39 mg/20g BB), dosis 3 (3,47 mg/20g BB) dan dosis 4 (3,13 mg/20g BB) dibandingkan dengan kontrol tidak memiliki perbedaan makna. Jadi secara keseluruhan, keempat perlakuan dosis tidak menurunkan motilitas, viabilitas dan konsentrasi normal spermatozoa mencit. Maka dapat disimpulkan keempat dosis perlakuan tidak menyebabkan ganguan proses spermatogenesis. Diharapkan ada penelitian selanjutnya mengenai pengaruh pemberian fase air Gendarussa vulgaris Nees pada spermiogenesis mencit dan penelitian tentang efek motilitas, viabilitas dan konsentrasi spermatozoa fase air Gendarussa vulgaris Nees pada hewan roden dan non roden yang lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.140/06 Nin p
Uncontrolled Keywords: MEDICINAL PLANTS; SPERMATOZOA � MOTILITY; ACANTHACEAE
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Diah Ratna Ningrum, 050112468UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHADI POERWONO, Drs. M.Sc.,Ph.D.AptUNSPECIFIED
ContributorTUTUK BUDIATI, Dr. M.S. AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 11 Aug 2006 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 16:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10166
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item