UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK n-HEKSANA, DIKLOROMETAN DAN METANOL DAUN Rhaphidophora pinnata (L.f.) Schott DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST)

Muntazah Nur Aini, 050312755 (2006) UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK n-HEKSANA, DIKLOROMETAN DAN METANOL DAUN Rhaphidophora pinnata (L.f.) Schott DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-putriferry-9460-ff9008-k.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-putriferry-8836-ff9008-u.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu ancaman utama di bidang kesehatan merupakan penyakit yang mengerikan karena sifatnya yang mematikan. Di Amenka Serikat kematian akibat penyakit kanker menduduki peringkat kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Sedangkan di Indonesia, penyakit kanker tercatat sebagai penyebab kematian utama selain jantung, diabetes dan hepatitis. Oleh sebab itu pemanfaatan bahan alam seperti tanaman telah menjadi salah satu pengobatan alternatif dalam mengobati penyakit kanker. Salah satu yang telah diteliti dan diketahui berpotensi sebagai antikanker adalah Vinca rosea Linn, dari tanaman ini diisolasi alkaloid vinblastin dan vinkristin (Siswandono dan Soekardjo, 2000). Tanaman lain yang yang dilaporkan berkhasiat sebagai antikanker adalah dari suku Pandanaceae. Diantaranya adalah Pandanus odoratissimus ekstrak tanaman ini dilaporkan oleh Cancer Research Center of Hawaii memiliki aktivitas sebagai antikanker. Selain itu Pandanus odorus dalam suatu jurnal penelitian dilaporkan dapat memiliki aktivitas antikanker karena memiliki kadar alpha-tokoferol dengan kadar yang tinggi. Berdasarkan studi kemotaksonomi maka tanaman yang memiliki kekerabatan cukup dekat kemungkinan. memiliki kandungan senyawa yang hampir sama. Oleh sebab itu dilakukan penelitian aktivitas antikanker terhadap Pandanus conoideus dengan metode BST. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan uji praskrining aktivitas antikanker dari ekstrak n-heksana buah merah (Pandanus conoideus) dengan metode Brine ShrimpLethality Test (BST). Kemudian dari hasil ekstrak yang positif dilakukan uji praskrining aktivitas antikanker terhadap fraksi-fraksi dari ekstrak n-heksana dengan eluen n-heksana : etil asetat (7:1) buah merah (Pandanus conoideus) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST) sehingga diketahui fraksi yang berkhasiat. Dalam pembuatan ekstrak buah merah dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Ekstrak yang didapat dibuat larutan uji berbagai konsentrasi kemudian diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST). Metode ini merupakan metode sederhana untuk menguji bahan yang bersifat sitotoksik dengan menggunakan hewan coba yaitu larva udang Artemia saliva. Kemudian hasil uji sitotoksik dapat diketahui dari jumlah kematian larva udang setelah 24 jam perlakuan, data tersebut diolah dengan analisis probit log menggunakan SPSS 10,0 for windows untuk mengetahui harga LC50. Ekstrak dapat dikatakan memiliki aktivitas antikanker dengan metode BST jika harga LC50 kurang dari 1000 µg/ml. Berdasar hasil analisis probit log dengan SPSS 10,0 for windows diperoleh harga LC50 = 143,1 µg/ml. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan ekstrak n-heksana dari buah merah memiliki aktivitas antikanker dengan metode BST. Pada ekstrak n-heksana ini dilakukan skrining fitokmua untuk mengetahui kandungan senyawanya. Dari hasil skrining fitokimia diketahui bahwa ekstrak n-heksana mengandung terpenoid. Diduga senyawa inilah yang berperan aktif dalam kaitannya sebagai antikanker. Dilakukan fraksinasi untuk mengetahui sejauh mana aktivitas antikanker ekstrak n-heksana dalam kaitannya dengan kandungan kimianya. Fraksinasi dilakukan dengan kromatografi kolom lambat dengan menggunakan fase gerak terpilih hasil optimasi yaitu n-heksana : etil asetat = 7:1. Fraksi yang didapat diuji dengan metode BST dan didapatkan kelima fraksi yaitu fraksi 1 = (LC50 =178,7 µg/ml), fraksi 2 (LC50 = 147,9 pg/ml), fraksi 3 (LC50 = 66,1 µg/ml), fraksi 4 (LC50 = 47,7 µg/ml), fraksi 5 LC50 = (43,µg/ml). Untuk fraksi dikatakan memiliki aktivitas antikanker jika harga LC50, kurang dari 200 µg/ml. Sehingga dari harga LC50 dapat disimpulkan fraksi-fraksi tersebut memiliki aktivitas antikanker dengan menggunakan metode BST

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.73/06 Ain u
Uncontrolled Keywords: ARACEAE; ANTINEOPLASTIC AGENTS
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Muntazah Nur Aini, 050312755UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMANGESTUTI AGIL, Dr. Hj., MS., AptUNSPECIFIED
ContributorBAMBANG PRAJOGO, Dr. E.W.,MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 14 Aug 2006 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 16:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10172
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item