ISOLASI, IDENTIFIKASI dan PROFIL KLT DENSITOMETRI METABOLIT JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN Solanum wrightii Benth

CATUR SUGIHARTO, 050210178 (2007) ISOLASI, IDENTIFIKASI dan PROFIL KLT DENSITOMETRI METABOLIT JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN Solanum wrightii Benth. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-sugihartoc-4551-ff5007-t.pdf

Download (454kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-sugihartoc-4551-ff5007.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Solanum wrightii merupakan tanaman tinggi yang bermanfaat sebagai bahan baku obat KB. Tanaman ini memiliki jaringan pengangkutan, dimana dalam jaringan pengangkutan tumbuh endofit (Clay, 1988). Berdasarkan penelitian sebelumnya seperti pada Taxus andreane, endofit di Taxus brevifolia diketahui bahwa endofit yang tumbuh dalam jaringan tanaman tertentu menghasilkan metabolit yang sama dengan tanaman inangnya, yaitu taxol. Metabolit tanaman dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal yang berpengaruh salah satunya adalah tumhuhnya endofit dalam jaringan tanaman tersebut. Fungi endofit diduga berperan dalam menghasilkan metabolit tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi endofit yang terdapat dalam tanaman Solanum wrightii, selanjutnya dilakukan studi profil KLT-Densitornetri untuk mengetahui metabolit-metabolit yang terdapat didalamnya. Tanaman Solanum wrightii diambil dari Kebun Raya Purwodadi Jawa Timur. Isolasi dilakukan dengan mengambil bagian tanaman (akar, batang, daun, kulit batang) kemudian dilakukan proses sterilisasi dengan alkohol dan Natrium hipoklorit. Penanaman dilakukan setelah bagian permukaan tanaman dipastikan steril. Fungi endofit yang telah tumbuh dimurnikan sampai mendapatkan fungi endofit tunggal. Dilakukan pengamatan makroskopi dan mikroskopi fungi. Perbanyakan fungi endofit dilakukan dengan menginokulasikan fungi kedalam 50 ml media cair Potato Dextrose Agar. Kultur tersebut disimpan selama 28-30 hari. Pengamatan pertumbuhan fungi endofit dilakukan dengan penimbangan berat kering dari miselia pada waktu tertentu. Fase cair (media) dipisahkan dari miselia. Dilakukan ekstraksi kedalam etil asetat, dengan menggojok selama 3x1 jam, fase etil asetat dirotavavor suhu 35° C hingga didapatkan ekstrak kering. Sisa media dirotavavor hingga didapat ekstrak kental, kemudian diekstraksi dengan metanol 100%, diultrasonik 15 menit kemudian digojok 5 menit dan fase metanol dipekatkan. Sedangkan miselia dilakukan ekstraksi dengan n-heksan, etil asetat, metanol 80%. Ekstraksi dilakukan dengan merendam miselia dengan larutan pengekstraksi, diultrasonik 15 menit kemudian digojok selama 5 menit, disaring. Filtrat dikeringkan. Masing-masing ekstrak ditotolkan pada plat KLT kemudian dieluasi dengan eluen tertentu dan dilakukan pemayaran dengan densitometer pada λ=254 nm dan 365 nm. Pengamatan secara langsung juga dilakukan dengan penyemprotan plat KLT menggunakan penampak noda anisaldehid-asam sulfas, Dragendorf, vanilin-asam sulfas, sitrat borat. Hasil isolasi didapat dua macam fungi dari kulit batang, yaitu fungi berwarna putih (SW1) dan coklat (SW2). Hasil isolasi SW1 diteliti kandungan metabolitnya dan didapat lima macam ekstrak. Ekstrak etil asetat media, eluen n- heksan : etil asetat : metanol (4 : 5 : 1) mendapat Rf 0,14; 0,3; 0,39; 0,83; 0,93 (sinar UV λ = 254 nm) dan nilai Rf = 0,15; 0,25; 0,30; 0,75 (λ = 365 nm). Penampak noda anisaldehid-asam sulfat, sitrat borat dan Dragendorf menunjukkan hasil yang negatif, dengan vanilin positif. Ekstrak metanol 100% media, dieluasi dengan eluen etil asetat : metanol : air (3 : 5 : 2) v/v. Pemayaran dengan sinar UV dan didapat nilai Rf 0,23; 0,40; 0,81 (sinar UV λ = 254 nm) dan nilai Rf = 0,14; 0,2; 0,80 (λ = 365 nm). Penampak noda anisaldehid-asam sulfat dan vanilin positif dengan Dragendorf, sitrat borat menunjukkan hasil negatif Ekstrak n-¬heksan miselia dengan eluen n-Heksan : etil asetat (4 : 6) v/v mendapatkan hasil Rf 0,61; 0,70; 0,80 (sinar UV λ = 254 nm) dan nilai Rf = 0,1 (λ = 365 nm). Penampak noda anisaldehid-asam sulfat, Dragendorf, sitrat borat memberikan hasil negatif, pada vanilin-asam sulfat memberikan hasil positif. Ekstrak etil asetat miselia, eluen n-heksan : etil asetat : metanol (4 : 5 : 1) v/v mendapat nilai Rf 0,1; 0,34; 0,67; 0,85 (sinar UV λ = 254 nm) dan nilai Rf = 0,62; 0,70 (λ = 365 nm). Penampak noda anisaldehid-asam sulfat, Dragendorf; sitrat borat negatif, pada vanilin positif. Ekstrak metanol 80% miselia, eluen etil asetat : metanol : air (7 : 2 : 1) v/v, mendapatkan nilai Rf adalah 0,10; 0,37; 0,45; 0,53 (λ 254 nm) dan nilai Rf = 0,24; 0,43; 0,84 (λ=365 nm). dengan penampak noda anisaldehid-asam sulfat, Dragendorf dan vanilin-asam sulfat positif, menggunakan sitrat borat memberikan hasil negatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.50/07 Sug i
Uncontrolled Keywords: METABOLITES ENDOPHYTIC FUNGI
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
CATUR SUGIHARTO, 050210178UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorGUNAWAN INDRAYANTO, Prof. Dr.UNSPECIFIED
ContributorNOOR ERMA, Dra. ,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 07 May 2007 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 16:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10177
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item