UJI AKTIVITAS ANTIFERTILITAS SENYAWA TURUNAN BENZOILKUERSETIN PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus)

Anita Hudiyantini, 059812066 (2007) UJI AKTIVITAS ANTIFERTILITAS SENYAWA TURUNAN BENZOILKUERSETIN PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-hudiyantin-4554-ff5107-t.pdf

Download (408kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-hudiyantin-4554-ff5107.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Secara in vitro, telah dibuktikan bahwa beberapa senyawa flavonoid, termasuk kuersetin dapat menghambat aktivitas hialuronidase, sehingga spermatozoa tidak dapat menembus kumulus menjelang fertilisasi. Secara in vivo, juga telah dibuktikan bahwa kuersetin mempunyai aktifvitas antifertilitas pada mencit jantan dengan memberikan laju kebuntingan 30% pada kelompok perlakuan terhadap kelompok kontrol dengan laju kebuntingan 100%. Pada saat ini telah disintesis senyawa turunan kuersetin, salah satunya adalah benzoil kuersetin. Senyawa turunan ini mempunyai lipofilisitas yang lebih baik dari kuersetin. Sehingga diharapkan senyawa benzoil kuersetin dapat menembus membran sel lebih baik dari kuersetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa senyawa benzoil kuersetin mempunyai aktivitas antifertilitas terhadap mencit jantan dengan membandingkan kelompok yang tidak diberi perlakuan (kelompok kontrol) dengan kelompok mencit jantan yang diberi perlakuan (kelompok perlakuan). Kelompok perlakuan dibagi menjadi dua, yaitu kelompok I(P1/ kelompok perlakuan dengan dosis 2,5 mg benzoil kuersetin /ml/30 g bb./hari/oral) dan kelompok II (P2/kelompok perlakuan dengan dosis setara dengan 2,5 mg kuersetin). Dari perhitungan perbandingan berat molekul diperoleh dosis 2 yaitu 5,6 mg benzoil kuersetin/ml/30 g bb./hari/oral. Rancangan penelitian menggunakan Randomized Control Group only Design. Pada awal penelitian dilakukan uji fertilitas mencit jantan dan betina yang akan dipakai untuk uji aktivitas antifertilitas benzoil kuersetin. Uji fertilitas mencit jantan dengan mengawinkan masing-masing mencit jantan dengan mencit betina. Mencit jantan yang sudah melakukan kopulasi dan data pembedahan menunjukkan hasil yang positif dapat digunakan sebagai mencit jantan fertil untuk uji antifertilitas senyawa benzoil kuersetin.Terjadinya kopulasi ditandai dengan adanya sumbat vagina pada mencit betina Sedangkan mencit betina fertil yang dapat digunakan adalah mencit betina yang mempunyai dua kali siklus estrus yang teratur. Populasi mencit jantan fertil dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Po,P1,P2. Masing – masing kelompok terdiri dari 10 ekor. Kelompok Po adalah kelompok yang diberi pembawannya saja yaitu CMC Na 1%/ml/30g bb./hari/oral.Sedang kelompok P1 diberi perlakuan dengan dosis 2.5 mg benzoil kuersetin/ml/30g bb./hari/oral dan kelompok P2 diberi perlakuan dengan dosis 5,6mg benzoil kuersetin/ml/30g bb./hari oral selama sepuluh hari. Pada hari kesebelas mencit jantan tersebut dikawinkan dengan mencit betina. Pemberian sediaan diteruskan sampai terjadinya kopulasi. Jika telah terjadi kopulasi,mencit dipisahkan dan pemberian sediaan dihentikan. Jika dalam 10 hari sejak mencit dikawinkan dan ternyata tidak terjadi kopulasi, mencit dipisahkan dan pemberian sediaan dihentikan. Pada hari ke16 sejak mencit dipisahkan dilakukan pembedahan. Dari hasil pembedahan dihitung jumlah mencit yang bunting, jumlah fetus dan tapak implantasi. Analisis data dengan menggunakan metode statistik Chi-Square untuk mencari perbedaan hasil yang signifikan antara kelompok kontrol (Po), dan kelompok perlakuan I(P1), dan kelompok perlakuan 2(P2).Selain itu data dapat dianalisa dengan menggunakan kriteria Lee and Chi pada level A, B, C, D sesuai dengan kriteria hasil. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa menurut la-iteria Lee and Chi dengan prioritas level A menunjukkan hasil positif yaitu P1 dengan laju kebuntingan sebesar 30%, sedangkan P2 dengan laju kebuntingan 20% terhadap kontrol dengan laju kebuntingan 100%. Dari metode statistik Chi-Square juga dapat disimpulkan bahwa senyawa benzoil kuersetin mempunyai aktivitas antifertilitas pada mencit jantan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.51/07 Hud u
Uncontrolled Keywords: BENZOIL; CEPHALOSPORINS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Anita Hudiyantini, 059812066UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorASTIKA, Prof. Dr.GN.UNSPECIFIED
ContributorHERU WIBOWO, Drs. ,MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 07 May 2007 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 16:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10178
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item