STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PENDERITA RAWAT INAP PNEUMONIA : Penelitian di Sub Departemen Anak Rumkital Dr.RAMELAN Surabaya

TINA YUNIATI, 050212523 (2007) STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PENDERITA RAWAT INAP PNEUMONIA : Penelitian di Sub Departemen Anak Rumkital Dr.RAMELAN Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-yuniatitin-4557-ff5207-t.pdf

Download (488kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-yuniatitin-4557-ff5207.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Antibiotika ialah zat yang dihasilkan oleh berbagai spesies mikroorganisme terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi pertumbuhan bakteri jenis lain. Dalam penggunaan klinik, agen antimikroba sintetik yang tidak diturunkan dari produk bakteri yaitu sulfonamid, trimetoprim dan kuinolon juga digunakan sebagai antibiotika (Setiabudy dan Gan, 1995; Chambers, 2001). Di negara yang sudah maju 13-37 % dari seluruh penderita yang dirawat di rumah sakit mendapatkan antibiotika secara tunggal ataupun kombinasi, sedangkan di negara berkembang 30-80 % penderita yang dirawat di rumah sakit mendapatkan antibiotika (Hadi, 2005). Jika dipergunakan secara baik dan benar, antibiotika dapat menyelamatkan hidup. Namun penggunaan yang tidak/kurang tepat dapat meningkatkan biaya pengobatan, menyebabkan efek samping dan interaksi obat yang berlebihan, serta memicu terjadinya resistensi bakteri, yang membuat nilai obat berkurang (Asdie, 1994). Salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan anak balita di negara berkembang yang penatalaksanaannya membutuhkan terapi dengan antibiotika adalah pneumonia. Hasil SKRT 1995 dan Surkesnas 2001 menunjukkan bahwa pada tahun 2001 kematian balita tertinggi adalah akibat pneumonia yaitu 4,6 per 1000 balita (DepKes, 2002). Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan akut parenkim paru-paru dan pemadatan eksudat pada jaringan paru (DiPiro, 2002). Proses infeksi pada pneumonia meliputi empat stadium yaitu kongesti, hepatisasi merah, hepatisasi kelabu dan resolusi (Wilson, 1994; Kobzik, 1999; Soegijanto, 2004). Terapi dengan antibiotika dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan respon inflamasi pada keempat stadium tersebut (Kobzik, 1999). Paradigma pelayanan farmasis dalam suatu asuhan kefarmasian (Pharmaceutical Care) telah berubah dari products oriented kearah patient oriented (Rover, 1998). Dalam menjalankan peran tersebut dibutuhkan penguasaan yang baik tentang penggunaan terapi antibiotika oleh farmasis, untuk itu diperlukan data-data mengenai penggunaan antibiotika yang dapat diperoleh melalui studi penggunaan obat atau Drug Utilization Study (DUS) berupa suatu studi retrospektif terhadap penderita rawat inap pneumonia di Sub Departemen Anak Rumkital Dr. RAMELAN Surabaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode time limited sampling. Dari populasi penelitian yang berjumlah 50 didapatkan 41 sampel/penderita yang memenuhi kriteria inklusi. Data demografi penderita rawat inap pneumonia di Sub Departemen Anak Rumkital Dr. RAMELAN Surabaya periode 1 Januari 2004 – 30 April 2006 menunjukkan distribusi jenis kelamin penderita yaitu 65,85% laki-laki dan 34,15% perempuan sedangkan distribusi penderita berdasarkan umur diketahui 60,97% berumur 1-12 bulan, 24,38% berumur 1-3 tahun, 4,88% berumur 0-1 bulan, masing-masing 4,88% berumur 3-5 tahun dan 5-18 tahun. Populasi penderita rawat inap pneumonia di Sub Departemen Anak Rumkital Dr. RAMELAN Surabaya periode 1 Januari 2004 – 30 April 2006 meliputi penderita tanpa penyakit penyerta dan penderita dengan penyakit penyerta. Antibiotika yang diterima penderita dibedakan antara antibiotika yang diterima oleh penderita tanpa penyakit penyerta dan antibiotika yang diterima penderita dengan penyakit penyerta karena penderita dengan penyakit penyerta paling besar adalah GEA (21,95 %) yang penatalaksanaannya juga membutuhkan antibiotika. Antibiotika tunggal yang paling banyak diterima penderita tanpa penyakit penyerta adalah ampisilin iv 26,92% (14 penderita) dan sefotaksim iv 21,15% (11 penderita). Kombinasi dua antibiotika yang paling banyak diterima penderita tanpa penyakit penyerta adalah ampisilin iv/po+kloksasilin iv/po 13,46% (7 penderita) dan kloksasilin iv+seftriakson iv 5,77% (3 penderita). Pola penggunaan terapi obat lain yang diterima penderita tidak dapat diketahui karena data terapi obat lain dalam RMK penderita tidak lengkap. Tidak dilakukan pemeriksaan mikrobiologi maupun sensitifitas antibiotika pada semua penderita. Terdapat 2 kemungkinan interaksi antibiotika - antibiotika yang dapat ter adi yaitu interaksi gentamisin-sefotaksim dan kloramfenikol-ampisilin dimana kedua interaksi tersebut memberikan efek sinergis. 56,1% penderita mengalami kejadian regimentasi dosis antibiotika yang sesuai pustaka dan 43,1% penderita mengalami kejadian regimentasi dosis antibiotika underdose. Berdasarkan hasil penelitian disarankan perlunya dilakukan identifikasi mikrobiologi/kultur kuman karena dapat menghantarkan pada pemilihan antibiotika yang optimal dan dapat menghindari biaya yang lebih tinggi yang diterima penderita, efek samping yang potensial dan masalah resistensi yang berhubungan dengan terapi antibiotika empirik broad spectrum, Perlu ditingkatkannya ketertiban dalam pengisian profil terapi obat atau kelengkapan lain dalam RMK penderita. Kelemahan studi retrospektif adalah data yang dibutuhkan dalam penelitian tidak lengkap sehingga untuk mengetahui pola pengunaan obat lain pada penderita rawat inap pneumonia di Sub Departemen Anak Rumkital Dr. RAMELAN Surabaya hendaknya dilakukan penelitian yang berupa studi prospektif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.52/07 Yun s
Uncontrolled Keywords: ANTIBIOTICS
Subjects: R Medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
TINA YUNIATI, 050212523UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJOKO SOMEDI, Drs. S. Apt., SpFRSUNSPECIFIED
ContributorSOEMARNO, Drs. SpFRSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 08 May 2007 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 17:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10179
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item