PENGARUH KADAR PVP K-90 TERHADAP LAJU DISOLUSI KETOPROFEN DALAM DISPERSI PADAT KETOPROPEN-PVP K-90 YANG DIADSORPSIKAN PADA LAKTOSA

PRIYO WICAKSONO, 050212593 (2006) PENGARUH KADAR PVP K-90 TERHADAP LAJU DISOLUSI KETOPROFEN DALAM DISPERSI PADAT KETOPROPEN-PVP K-90 YANG DIADSORPSIKAN PADA LAKTOSA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-wicaksonop-4566-ff5607-t.pdf

Download (366kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-wicaksonop-4566-ff5607.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ketoprofen merupakan obat golongan anti-inflamasi nonsteroid (AINS) yang digunakan secara luas sebagai obat rematoid artritis. Pengobatan dengan ketoprofen secara oral sering menimbulkan permasalahan yaitu menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan dan praktis tidak larut dalam air sehingga laju disolusinya rendah. Laju disolusi merupakan tahap penentu absorpsi sistemik obat yang memiliki kelarutan yang rendah didalam air. Salah satu cara meningkatkan laju disolusi bahan obat yang sukar larut adalah dengan pembentukan suatu sistem dispersi padat. Kombinasi metode dispersi padat dengan teknik adsorpsi permukaan pembawa akan lebih mengoptimalkan peningkatan laju disolusi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan laju disolusi ketoprofen dalam sistem dispersi padat ketoprofen-PVP K-90 yang diadsorpsikan pada laktosa. Metode pembuatan dispersi padat yang digunakan adalah metode pelarutan menggunakan pelarut etanol 96 %, dispersi padat dibuat dengan perbandingan (1:1:5), (1:3:5) dan (1:5:5). Pelarut etanol 96 % dihilangkan dengan menguapkan larutan tersebut dalam lemari pengering. Dispersi padat yang terbentuk dikumpulkan, digerus dalam mortir, kemudian diayak dengan ayakan mesh 60. Uji disolusi dilakukan pada media air suling, menggunakan pengaduk dayung dengan kecepatan 50 rpm. Berdasarkan profit disolusi dapat dilihat bahwa laju disolusi dari dispersi padat lebih besar daripada laju disolusi dari campuran fisik dan ketoprofen murni. Peningkatan laju disolusi dari ketoprofen dapat diurutkan sebagai berikut : dispersi padat (1:5:5) > dispersi padat (1:3:5) > dispersi padat (1:1:5) > campuran fisik (1:5:5) > campuran fisik (1:3:5) > campuran fisik (1:1:5) > ketoprofen murni, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan PVP K-90 dapat semakin meningkatkan laju disolusi ketoprofen dalam sistem dispersi padat ketoprofen-PVP K-90 yang diadsorpsikan pada laktosa. Secara umum peningkatan laju disolusi ketoprofen dalam sistem dispersi padat terjadi karena efek pembasahan dan solubilisasi PVP K-90 serta modifikasi fisik bahan obat menjadi bentuk amorf yang memiliki kelarutan lebih tinggi didalam air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam formulasi ketoprofen dalam berbagai sedian farmasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.56/07 Wic p
Uncontrolled Keywords: LACTOSE; POVIDONE
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
PRIYO WICAKSONO, 050212593UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorACHMAD RADJARAM, Drs., Apt.UNSPECIFIED
ContributorM. AGUS SYAMSUR RIZAL, S.Si, M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 08 May 2007 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 17:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10183
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item