HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR TURUNAN N-BENZOIL SEFRADIN DENGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923

Yesi Meiditama Hardianti, 050212586 (2007) HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR TURUNAN N-BENZOIL SEFRADIN DENGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-hardiantiy-5596-ff1640-t.pdf

Download (371kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-hardiantiy-5596-ff16407.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sefradin merupakan antibiotik golongan beta laktam dan senyawa semi sintetik dari generasi pertama sefalosporin. Sefradin dapat digunakan secara oral maupun parenteral yang aktif terhadap kuman Gram positif. Struktur dasar sefradin adalah asam 7-aminosefalosporanat, mempunyai struktur dasar yang mirip penisilin, yaitu cincin β-laktam dihidrotiazin. Modifikasi struktur molekul dengan gugus atau senyawa yang sesuai akan menghasilkan aktivitas antibakteri yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini dilakukan studi hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas dari turunan turunan N-benzoil sefradin dengan menggunakan metode Hansch. Parameter dari struktur turunan N-benzoil sefradin yang digunakan adalah sifat lipofilik (π Hansch), elektronik (σ Hammett), dan sterik (B1) yang nilainya didapat dari literatur standart yang sudah ada, sedangkan aktivitas antibakteri diukur terhadap bakteri Gram positif Staphylococcus aureus ATCC 25923. Turunan N-benzoil sefradin yang digunakan dalam penelitian ini antara lain N-benzoil sefradin, N-(2,4 diklorobenzoil) sefradin, N-(3,4 diklorobenzoil) sefradin, N-(4 klorobenzoil) sefradin, dan N-(4 fluorobenzoil) sefradin. Adanya pemasukan gugus-gugus tersebut menyebabkan adanya perbedaan dari aktivitas melalui penembusan membran bakteri dan interaksi dengan reseptor, sehingga mempengaruhi aktivitas biologis masing-masing senyawa. Penentuan aktivitas antibakteri dari turunan N-benzoil sefradin dilakukan terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan menggunakan metode difusi silinder logam yang dinyatakan dengan diameter daerah hambatan. Pada penentuan diameter daerah hambatan digunakan media Antibiotik-1. Inokulum bakteri diperoleh dengan cara mengukur transmittan suspensi bakteri dalam larutan natrium klorida isotonis sampai didapatkan transmittan sebesar 25%. Larutan uji yang digunakan sebanyak 150 µl dengan kadar 1000 ppm dan 500 ppm dalam pelarut metanol. Proses dilanjutkan dengan inkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam dan akan tampak daerah jernih pada sekeliling pencadang yang menunjukkan adanya hambatan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Besarnya aktivitas turunan N-benzoil sefradin dilakukan dengan pengukuran terhadap diameter daerah hambatan. Dari hasil analisis hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dengan menggunakan uji regresi pada α = 0,05 diperoleh persamaan : Log DDH = -0,323σ + 1,514 (n = 5; α = 0,05; rhitung = 0,917; rtabel = 0,878; Fhitung = 15,853 ; Ftabel = 10,13)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.164/07 Har h
Uncontrolled Keywords: CEPHRADINE; STAPHYLOCOCCUS AUREUS; ANTIBACTERIAL AGENTS
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Yesi Meiditama Hardianti, 050212586UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRULLY SUSILOWATI, Ir. Hj. MS.UNSPECIFIED
ContributorBAMBANG TRI PURWANTO, Drs. .MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 11 Dec 2007 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 17:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10197
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item