UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA SEDIAAN TABLET DAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JOHAR (Cassia siamea Lamk.) IN VIVO

IMA DIANA SARI, 050312702 (2009) UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA SEDIAAN TABLET DAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JOHAR (Cassia siamea Lamk.) IN VIVO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-sariimadia-8840-abstract-8.pdf

Download (409kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-sariimadia-8530-ff0708.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di dunia. Penyebaran dan penggunaan obat antimalaria yang sudah tidak terkendali menyebabkan timbulnya banyak kasus resistensi. Salah satu cara mengatasinya yaitu dengan mencari bahan obat baru yang berasal dan alam khususnya dari tumbuhan. Beberapa kekayaan hayati sudah dimanfaatkan oleh nenek moyang kita sejak ratusan tahun lalu, dan sampai kini masih potensial dikembangkan. Salah satunya adalah tanaman johar (Cassia siamea Lamk), yang telah digunakan secara tradisional untuk mengobati malaria. Kandungan utama yang terdapat pada daun C.siamea L. adalah alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Pada penelitian terdahulu telah diuji aktivitas antimalaria fraksi etil asetat baik secara in vitro maupun in vivo dengan dugaan alkaloid sebagai senyawa aktif dan didapatkan hasil yang memuaskam Hal ini merupakan peluang yang besar untuk dapat diformulasikan menjadi sebuah fitofarmaka. Oleh karenanya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji aktivitas antimalaria hasil formulasinya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan persen penghambatan tablet dan fraksi etil asetat daun johar (C. siamea L.) pada dosis efektif terhadap pertumbuhan Plasmodium berghei. Uji dilakukan secara in vivo pada mencit dengan menggunakan metode 4-day Suppresive Peter's test. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan fraksi etil asetat yaitu serbuk daun C siamea L. seberat 10.153 g yang telah dihilangkan lemaknya dengan n heksana, diekstraksi lagi dengan etanot 90% yang mengandung asam tartrat 1 % dan diperoleh ekstrak sebesar 1.683 g. Selanjutnya difraksinasi dengan etil asetat dan diperoleh fraksi sebanyak 136 g. Kemudian dilakukan uji iden tifikasi dengan KLT yang memberi hasil adanya noda berwarna jingga dengan penampak noda Dragendortf dengan harga Rf sebesar 0,33. Faksi etil asetat yang didapat kemudian dibuat menjadi tablet dengan menggunakan metode granulasi basah. Tabletasi dilakukan menggunakan hydraulic press dengan alat pencetak tablet berdiameter 13 mm dengan tekanan 1 ton dan berat tablet 650 mg yang mengandung bahan aktif fraksi etil asetat 139,2 mg. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antimalaria secara in vivo dari fraksi etil asetat dan hasil formulasinya terhadap Plasmodium berghei. Untuk kontrol positif digunakan klorokuin difosfat dan kontrol negatif menggunakan CMC Na 0,5 %. Mencit sebagai hewan coba diinfeksikan dengan parasit bdu diberikan suspensi uji dengan dosis 42 mg/KgBB sehari tiga kali selama empat hari berturut turut Sampel darah dibuat hapusan darah tipis lalu diberi pewarnaan giemsa, dilakukan selama tujuh hari. Kemudian persen parasiteinia dihitung untuk memperoleh persen penghambatan dari tablet dan fraksi uji dan selanjutnya dianalisis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan persen penghambatan antara tablet dan fraksi etil asetat daun C siamea L. terhadap P. berghei in vivo pada mencit. Sediaan tablet mempunyai persen penghambatan terhadap pertumbuhan Plasmodium berghei 77,83+0,45 % yang lebih besar jika dibandingkan dengan fraksi etil asetat dengan persen penghambatan 76,393-0,98 %. Hal ini menunjukkan bahwa formulasi memberikan pengaruh terhadap aktivitas antimalaria fraksi etil asetat daun C.siamea L. Melihat hasil penelitian ini perlu dilakukan suatu penelitian lebih lanjut mengenai studi farmakokinetik pada hewan coba untuk menentukan kinetika absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat. Studi ini dapat digunakan sebagai kapan untuk pengembangan obat serta merupakan penelitian awalan untuk digunakan sebagai dasar dalam melakukan studi klinik. Sehingga nantinya daun C. sianzea L. dapat dikembangkan menjadi sediaan fitofarmaka yang mampu menggantikan obat-obat antimalaria yang tidak atau kurang memiliki efeldifitas 14 dalam menanggulangi malaria

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.07/08 Sar u
Uncontrolled Keywords: ANTI MALARIALS; TABLETING
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
IMA DIANA SARI, 050312702UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWIWIED EKASARI, Dra. ,Apt., M.SiUNSPECIFIED
ContributorDWI SETYAWAN, SSi., Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 23 Jan 2009 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 18:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10198
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item