TOKSISITAS AKUT DAN EFEK TERATOGENIK PINOSTROBIN DARI TEMU KUNCI (Kaempferia pandurata Roxb)

CHAIRANY SIREGAR, 050312665 (2009) TOKSISITAS AKUT DAN EFEK TERATOGENIK PINOSTROBIN DARI TEMU KUNCI (Kaempferia pandurata Roxb). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-siregarcha-9020-abstract-8.pdf

Download (374kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-siregarcha-8904-ff6508.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) adalah salah satu tanaman di Indonesia yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional dan sebagai bumbu masak. Pinostrobin adalah salah satu senyawa yang terkandung didalam temu kunci dan terbukti memiliki aktivitas sebagai antikanker khususnya kanker payudara dalam pengujian secara invitro dan invivo. Dengan potensi tersebut maka pinostrobin dapat dikembangkan sebagai bahan obat antikanker. Dalam pengembangan pinostrobin sebagai antikanker dibutuhkan suatu jaminan keamanan bahwa senyawa tersebut tidak memiliki efek toksik baik secara umum maupun spesifik. Uji toksisitas akut bertujuan untuk mengetahui LD50 dan kategori toksisitas senyawa tersebut. Penelitian dilakukan pada satu kelompok mencit jantan dan betina dengan perbandingan 1:1. Dosis yang diberikan adalah dosis relatif tidak berbahaya berdasar klasifikasi kelaziman LD50 pada tikus. Setelah dikonversikan, didapatkan dosis LD50 untuk mencit sebesar 21 g/kg BB. Pinostrobin diberikan peroral dalam bentuk suspensi dalam CMC 0,5%. Dalam 4 jam pertama diamati gejala-gejala yang terjadi pada mencit dan setelah 24 jam dihitung jumlah mencit yang mati. Dari pengamatan tidak didapatkan adanya tanda-tanda toksisitas pada mencit dan kematian mencit. Karena itu disimpulkan LD50 untuk pinostrobin berada diatas 21 g/kg BB mencit sehingga pinostrobin tergolong dalam kategori senyawa relatif tidak berbahaya. Uji teratogenik dilakukan untuk menentukan efek teratogenik yang dapat ditimbulkan atas paparan suatu bahan selama masa organogenesis kehamilan. Pengujian dilakukan pada mencit betina hamil yang dibagi kedalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang hanya diberi CMC-Na 0,5%; kelompok I dengan dosis pinostrobin sebesar 0,02 g/kg BB; kelompok 2 dengan dosis sebesar 0,1 g/kg BB dan kelompok 3 dengan dosis sebesar 0,2 g/kgBB. Bahan uji diberikan satu kali setiap hari selama masa organogenesis kehamilan mencit yaitu pada hari ke-6 sampai hari ke-15. Setelah kehamilan berusia 18 hari dilakukan pembedahan untuk menghitung jumlah total janin, jumlah janin mati, rata-rata berat janin, jumlah resorpsi dan cacat makroskopis. Data hasil pengamatan kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada janin yang mengalami cacat makroskopis, sedangkan jumlah total janin, jumlah janin mati dan resorpsi serta bobot rata-rata janin pada kelompok perlakuan tidak berbeda secara bermakna dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa senyawa pinostrobin dari temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) tergolong senyawa yang tidak toksik dan tidak memiliki efek teratogenik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.65/08 Sir t
Uncontrolled Keywords: TOXICITY TESTING; TERATOGENIC AGENTS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
CHAIRANY SIREGAR, 050312665UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 05 Feb 2009 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 19:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10211
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item