PENGARUH VARIASI KONSENTRASI MONOMER BISAKRILAMID TERHADAP PRODUKSI ANTIBIOTIKA Streptomyces griseus AMOBIL PADA MATRIK POLIAKRILAMID

AHMAD NASIR, 050312830 (2009) PENGARUH VARIASI KONSENTRASI MONOMER BISAKRILAMID TERHADAP PRODUKSI ANTIBIOTIKA Streptomyces griseus AMOBIL PADA MATRIK POLIAKRILAMID. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-nasirahmad-9014-abstract-8.pdf

Download (415kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-nasirahmad-8908-ff6108.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Banyaknya penyakit yang ada sekarang membuat permintaan terhadap obat semakin meningkat, salah satunya dari golongan antibiotika. Untuk mendapatkan produksi antibiotika dengan mudah, cepat dan efisien digunakan salah satu metode alternatif, yaitu teknik amobilisasi sel. Berdasarkan penelitian terdahulu dapat diketahui bahwa terdapat beberapa keuntungan dan penggunaan sel amobil untuk produksi antibiotika, diantaranya adalah densitas sel dapat ditingkatkan sehingga produksinya dapat meningkat. Selain itu sel amobil dapat digunakan kembali (reuse cycle) dengan produktivitas metabolit yang relatif stabil ( Nedovic et al., 2005). Dalam penelitian ini dilakukan amobilisasi sel Streptomyces griseus ATCC 10137 menggunakan matrik poliakrilamid dengan variasi konsentrasi bisakrilamid 0,50/o, 0,7% dan 1%. Diharapkan dengan amobilisasi dapat terjadi peningkatan aktivitas antibiotika yang dihasilkan Streptomyces griseus, dan dengan adanya variasi konsentrasi yang digunakan dapat diketahui pada konsentrasi berapa Streptomyces griseus mampu menghasilkan konsentrasi yang optimum. Penelitian dilakukan dengan pembiakan Streptomyces griseus dalam media ISP-4 padat, kemudian dilakukan perbanyakan sel dengan memindahkan koloni Streptomyces griseus dari media ISP4 padat ke media ISP4 cair. Selanjutnya dilakukan amobilisasi sel dengan mensuspensikan sel kedalam larutan bisakrilamid dengan konsentrasi 0,5%, 0,7% dan 1%, lalu suspensi tersebut ditambah larutan salin dan TEMED yang dilakukan pada suhu dingin sehingga terbentuk gel bentuk kubus. Kubus gel yang terbentuk difermentasikan kedalam media ISP-4 cair dan diinkubasi selama 96 jam. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan ulang sel amobil, dilakukan penggantian media ISP-4 cair tiap empat hari ( 96 jam ). Uji daya hambat antibiotika dilakukan untuk mengetahui aktivitas daya hambat antibiotika hasil fermentasi Streptomyces griseus amobil dalam matrik poliakrilamid dengan konsentrasi bisakrilamid 0,5%, 0,7% dan 1% terhadap pertumbuhan mikroba uji Gram positif yang dalam penelitian diwakili oleh Staphylococcus aureus ATCC 29293. Dari hasil uji daya hambat antibiotika kemudian dibuat profil kurva diameter zona hambatan hasil uji terhadap pertumbuhan mikroba uji Staphylococcus aureus ATCC 29293. Berdasarkan kurva tersebut dapat diketahui bahwa sel amobil dengan konsentrasi bisaknlamid yang berbeda menghasilkan aktivitas antibiotika yang berbeda pula. Aktivitas antibiotika yang tertmggi dihasilkan oleh sel amobil dengan konsentrasi 0,7%, dtikuti konsentrasi 1% dan 05%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dalam lima kali penggunaan ulang, antibiotika yang dihasilkan Streptomyces griseus amobil dalam matrik poliakrilamid dengan ketiga konsentrasi masih menghasilkan antibiotika selama 20 hari. Uji statistika anova one way dengan variabel utama konsentrasi dan variabel kedua penggunaan ulang pada tingkat kepercayaan 95% atau tingkat signifikan α = 0,05 dilakukan pada data diameter zona hambatan yang dihasilkan Streptomyces griseus amobil dalam matrik poliakrilamid dengan konsentrasi bisakrilamid 0,5%, 0,71/6 dan 1% masing-masing pada penggunaan ulang kelima. Hasilnya , aktivitas antibiotika hasil fermentasi Streptomyces griseus amobil dalam matrik poliakrilamid dengan konsentrasi bisakrilamid 0,5%, 0,7% dan 1% yang ditunjukkan oleh besarnya diameter zona hambatan yang terbentuk pada uji daya hambat antibiotik, dimana menunjukkan adanya perbedaan bermakna. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa ada perbedaan aktivitas antibiotika hasil fermentasi Streptomyces griseus amobil dalam matrik poliakrilamid dengan variasi konsentrasi bisakrilamid 0,5%, 0,70/o dan 1% pada lima kali penggunaan ulang. Konsentrasi bisakrilamid yang optimum untuk memproduksi antibiotika hasil fermentasi Streptomyces griseus dengan metode amobilisasi sel adalah sebesar 0,7%. Sehingga disarankan pada penelitian selanjutnya untuk melakukan produksi antibiotika dengan metode amobilisasi sel digunakan matrik poliakrilamid dengan konsentrasi bisakrilamid 0,7% dan perlu dilakukannya pemurnian antibiotika yang dihasilkan oleh Streptomyces griseus amobil dalam matrik poliakrilamid.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.61/08 Nas p
Uncontrolled Keywords: IMMOBILIZED CELLS; ANTIBIOTICS; STREPTOMYCES GRISEUS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
AHMAD NASIR, 050312830UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTOTO POERNAMA, Drs. ,M.Si.,AptUNSPECIFIED
ContributorSOEDARTO, Drs., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 05 Feb 2009 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 19:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10215
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item