STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK PADA PASIEN PASKA OPERASI FRAKTUR:Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Bedah Orthopedi dan Traumatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya

ANTIRA ANISAHATI, 050911108 (2015) STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK PADA PASIEN PASKA OPERASI FRAKTUR:Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Bedah Orthopedi dan Traumatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-anisahatia-35145-5.ringk-n.pdf

Download (244kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fraktur didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan. Penyebab fraktur yang tersering adalah trauma. Fraktur sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan berhubungan dengan olahraga, pekerjaan, atau luka yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor. Keluhan utama pada fraktur adalah nyeri. Pasien fraktur yang menjalani operasi akan mengalami nyeri akut. Nyeri akut adalah nyeri yang terjadi cepat dengan kemungkinan durasi waktu yang terbatas (kurang dari 6 minggu). Nyeri akut merupakan gejala dari kerusakan jaringan atau gejala dari kerusakan jaringan yang berlanjut. Apabila nyeri akut tidak diobati maka nyeri hebat dan efek buruk pada sistem organ tubuh bisa terjadi seperti efek yang merugikan pada sistem imun, kardiovaskular, gastrointestinal dan pernafasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola terapi penggunaan analgesik pada pasien paska operasi fraktur yang meliputi jenis, dosis, frekuensi pemberian, rute dan lama pemberian analgesik pada pasien paska operasi fraktur serta Drug Related Problem yang berkaitan dengan pemberian analgesik. Penelitian dilakukan secara prosprektif dengan mengumpulkan data dari Dokumen Medis Kesehatan (DMK) pasien Orthopedi dan Traumatologi yang dirawat di Irna Bedah Bougenville, Edelweis dan Flamboyan sejak tanggal 1 Juni – 30 September 2013. Sebanyak 77 pasien terdiri 53 pasien laki-laki dan 24 pasien perempuan, usia 17 tahun ke atas. Kebanyakan pasien berusia 17-25 tahun. Jenis analgesik yang paling banyak digunakan paska operasi fraktur adalah golongan NSAID yaitu ketorolak 69 pasien (89,6%). Rute yang paling banyak digunakan oleh pasien adalah rute intravena sebanyak 77 pasien (100%). Lama pemberian analgesik yang digunakan setiap pasien bervariasi, Rata-rata analgesik diberikan kepada pasien fraktur 1-5 hari paska operasi. Hanya beberapa pasien yang menggunakan analgesik melebihi 5 hari. Dari hasil penelitian diidentifikasi adanya DRP meliputi DRP aktual dan DRP potensial. DRP aktual meliputi lama penggunaan tidak sesuai 1 pasien (1,3%) dan dosis yang tidak sesuai 4 pasien (5,2%). Sedangkan DRP potensial yaitu interaksi obat meliputi aminoglikosida dengan NSAID (13 %) dan NSAID dengan ACE Inhibitor (2,6%)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF FK. 20/14 Ani s
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; ANALGESIC
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ANTIRA ANISAHATI, 050911108UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBambang SZ, S.Si, M.Clin.Pharm., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 29 Jan 2015 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 21:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10230
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item