STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN LESI UTAMA KATUP MITRAL: Penelitian dilakukan di IRNA Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Dr. Soetomo Surabaya

NOR SA'ADAH BINTI HARUN, 051011281 (2015) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN LESI UTAMA KATUP MITRAL: Penelitian dilakukan di IRNA Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-harunnorsa-35149-6.ringk-n.pdf

Download (184kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kelainan katup jantung adalah suatu kondisi di mana satu atau lebih dari katup jantung tidak bekerja dengan baik. Di negara berkembang termasuk Indonesia, data epidemiologis menunjukkan bahwa penyakit ini menjadi penyebab utama dari seluruh penyakit jantung pada usia 5-30 tahun sekaligus sebagai penyebab kematian tersering pada kelompok usia tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis obat, kombinasi obat, dosis dan rute pemberian yang dikaitkan dengan data laboratorium dan data klinis serta mengidentifikasi permasalahan terkait obat (DRP) yang mungkin terjadi yaitu kesesuaian dosis dan interaksi obat selama pasien dirawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Bahan penelitian yang digunakan adalah Dokumen Medik Kesehatan (DMK) pasien dengan diagnosa lesi utama katup mitral di IRNA Jantung dan Pembuluh Darah selama periode 1 Januari - 31 Desember 2013. Melalui penelitian ini didapatkan 6 kelas terapi yang banyak digunakan berdasarkan urutan yaitu, diuretik loop (100%); diuretik hemat kalium (83%); glikosida jantung (59,6%); antikoagulan (59,6%); ACEI (36,2%); dan β-blocker (25,5%). Kombinasi obat yang paling banyak diberikan pada pasien adalah furosemid-spironolakton-digoksin-warfarin sebanyak 9 pasien (19,1%). Pada penelitian ini tidak ditemukan masalah kesesuaian dosis, dan pada masalah interaksi obat, ditemukan interaksi obat potensial yaitu interaksi antara digoksin dan furosemid (55,3%); spironolakton dan ACEI (29,8%); warfarin dan amiodaron (6,4%); spironolakton dan ARB (4,3%); β-blocker dan amiodaron (2,1%); warfarin dan aspirin (2,1%); serta warfarin dan Na enoksaparin (2,1%). Sedangkan interaksi obat yang aktual, ditemukan interaksi antara digoksin dan furosemid, dimana sebanyak 8,5% memiliki nadi > 100x/menit dan 10,6% memiliki nilai K+ < 3,5 mEq/L, serta interaksi antara spironolakton dan ACEI, dimana sebanyak 2,1% memiliki nilai K+ > 5,0 mEq/L. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa profil penggunaan obat pada pasien dengan lesi utama katup mitral yang dirawat di IRNA Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Dr. Soetomo Surabaya sudah sesuai dengan ACC/AHA Guideline for the Management of Patients with Valvular Heart Disease dan ESC Guidelines on the Management of Valvular Heart Disease serta ditemukan adanya beberapa obat yang memiliki interaksi potensial dan aktual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF FK. 22/14 Har s
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; PRIMARY MITRAL VALVE LESIONS
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NOR SA'ADAH BINTI HARUN, 051011281UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSUHARJONO, Dr. Apt., MSUNSPECIFIED
ContributorAGUS SUBAGJO, dr., SpJP (K) FIHAUNSPECIFIED
ContributorDWI RAHAYU, Dra. Apt., Sp.FRSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 29 Jan 2015 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 21:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10232
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item