POLA PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA KASUS TUBERKULOSIS ANAK DENGAN AIDS: di RSUD Dr. Soetomo Surabaya

MEIVITA YUSMALA DEWI, 051011116 (2015) POLA PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA KASUS TUBERKULOSIS ANAK DENGAN AIDS: di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-dewimeivit-35152-6.ringk-n.pdf

Download (214kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi di dunia terutama pada anak. Peningkatan angka ini juga ditunjang oleh adanya koinfeksi TB dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dapat mempercepat progresivitas kedua penyakit. Penyakit tersebut saling terkait sehingga menjadi penyebab kematian di beberapa negara, maka dari itu membutuhkan penanganan yang segera dan tepat terhadap kedua penyakit dalam penatalaksanaan. Adanya koinfeksi pada kasus ini akan mempengaruhi pola terapi karena memburuknya imunitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis dan kombinasi obat antituberkulosis (OAT), serta regimen dosis pada pasien TB anak dengan AIDS dikaitkan dengan data klinik/data laboratorium pasien, dan mengidentifikasi adanya problema obat, yaitu efek samping dan interaksi obat yang mungkin terjadi antara OAT dan antiretroviral (ARV). Penelitian dilakukan secara retrospektif pada periode 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2013 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini telah melalui review dari Komite Etik Penelitian Kesehatan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sampel penelitian adalah pasien anak yang didiagnosis TB dengan AIDS, mendapatkan terapi OAT dan ARV, serta memiliki data lengkap (N = 22). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki jenis kelamin laki-laki (54%) sedangkan wanita (46%); rentang usia pasien paling banyak berada pada kelompok usia 1 sampai 5 tahun berjumlah 68%, dengan status gizi buruk 50%, serta fase pengobatan intensif sebanyak 91%. Jenis tuberkulosis terbanyak adalah tuberkulosis paru yaitu 91%. Gejala klinik yang paling banyak dialami oleh pasien berupa batuk (68%) dan demam (54%). Terapi pada pasien tuberkulosis anak dengan AIDS adalah OAT lini pertama yang diberikan secara kombinasi yaitu isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol pada fase intensif serta isoniazid dan rifampisin pada fase lanjutan. Jenis, kombinasi, dan dosis obat antituberkulosis yang diberikan pada pasien TB anak dengan AIDS sesuai dengan referensi. Problema obat aktual yang ditemui yaitu efek samping mual dan sakit perut (41%), gatal (23%), serta peningkatan SGOT dan SGPT (9%) akibat penggunaan isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid. Problema obat potensial yang terjadi adalah interaksi OAT dengan ARV (evafirenz) sebanyak 4%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF FK. 24/14 Dew p
Uncontrolled Keywords: ANTITUBERCULOSIS DRUGS
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MEIVITA YUSMALA DEWI, 051011116UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYULISTIANA, Dra. Apt., M.Si.UNSPECIFIED
ContributorRETNO ASIH SETYONINGRUM, dr. SpA(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 29 Jan 2015 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 21:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10234
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item