STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN KARDIOMIOPATI DILATASI: Penelitian dilakukan di IRNA Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler RSUD Dr. Soetomo Surabaya

MOHD SAIFULBUKHARI BIN SHAHIEDDAN, 051011274 (2015) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN KARDIOMIOPATI DILATASI: Penelitian dilakukan di IRNA Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-shahieddan-35157-6.ringk-n.pdf

Download (193kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kardiomiopati dilatasi adalah kelainan otot jantung yang menyebabkan dilatasi ruang jantung terutama ventrikel kiri, sehingga menyebabkan gangguan fungsi sistolik dan gagal jantung. Lebih dari 10000 pasien yang menderita penyakit ini setiap tahun dengan angka kematian sebanyak 30,5%. Diperkirakan 1:2500 menderita penyakit ini dan merupakan penyebab ketiga gagal jantung serta penyebab paling sering pada transplantasi jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis obat, kombinasi obat, dosis obat dan rute pemberian obat yang digunakan, dan mengkaji hubungan antara penggunaan obat dengan data lab dan data klinis serta mengidentifikasi permasalahan terkait dengan obat (Drug Related Problem) seperti kesesuaian dosis obat dan interaksi antara obat yang mungkin dapat terjadi pada terapi yang diterima pasien kardiomiopati dilatasi. Penelitian ini bersifat observasional dan retrospektif. Bahan penelitian yang digunakan adalah Dokumen Medik Kesehatan (DMK) dengan diagnosa utama kardiomiopati dilatasi di IRNA SMF Kardiologi dan Kedokteran Vaskular RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama periode 1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2013. Hasil penelitian menujukkan bahwa sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 34 pasien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa kasus kardiomiopati dilatasi didominasi oleh laki-laki, yaitu sebanyak 23 pasien (67,6%) dengan distribusi usia paling banyak pada usia 45-64 tahun, yaitu sebanyak 18 pasien (52,9%). Berdasarkan urutan, obat yang digunakan pada pasien kardiomiopati dilatasi, antara lain furosemid sebanyak 34 pasien (100%); ACEI sebanyak 32 pasien (94,1%); spironolakton sebanyak 30 pasien (88,3%); ISDN sebanyak 23 pasien (67,7%); dan digoksin sebanyak 20 pasien (58,8). Kombinasi obat yang paling banyak diberikan pada pasien kardiomiopati dilatasi adalah furosemid-spironolakton-kaptopril-digoksin-ISDN yaitu, sebanyak 9 pasien (26,5%). Dosis obat yang digunakan sebagai terapi kardiomiopati dilatasi umumnya sesuai dengan pustaka. Interaksi obat yang terjadi yaitu, antara spironolakton dengan ACEI (5 pasien) yang dapat meningkatkan risiko hiperkalemia. Interaksi potensial antara golongan diuretik yang lain yaitu antara furosemid dan digoksin (5 pasien) yang dapat meningkatkan risiko takikardia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pola penggunaan obat pada pasien kardiomiopati dilatasi di IRNA Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler RSUD Dr. Soetomo Surabaya, sudah sesuai menurut New York Heart Association (NYHA).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF FK. 27/14 Sha s
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; CARDIOMYOPATHY
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MOHD SAIFULBUKHARI BIN SHAHIEDDAN, 051011274UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSUHARJONO, Dr. Apt. MS.UNSPECIFIED
ContributorESTI HINDARIATI, dr. SpJP (K) FIHAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 29 Jan 2015 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 21:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10236
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item