ASPEK FARMASI PENGGUNAAN PHOSPHATE BINDER TERHADAP KADAR FOSFAT PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK : Penelitian Dilakukan di Poli Ginjal Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo

VENY FIRDAUZI, 051011185 (2015) ASPEK FARMASI PENGGUNAAN PHOSPHATE BINDER TERHADAP KADAR FOSFAT PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK : Penelitian Dilakukan di Poli Ginjal Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-firdauzive-35160-6.ringk-n.pdf

Download (221kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan suatu keadaan kerusakan ginjal dan terjadinya penurunan fungsi filtrasi dengan klasifikasi GFR 60 ml/min/1,73 m2 selama 3 bulan. Pada penyakit ginjal kronis terjadi beberapa kelainan fungsi ginjal yang berakibat pada manifestasi klinik diantaranya gangguan mineral dan tulang. Gangguan mineral dan tulang diakibatkan oleh perkembangan penyakit dari PGK, yakni gangguan ekskresi fosfat, overproduksi PTH, gangguan metabolisme Vit D, gangguan absorbsi Ca2+ pada usus serta metabolik asidosis kronik. Gangguan ekskresi fosfat akan mengakibatkan hiperfosfatemia, hiperfosfatemia akan berakibat pada hipokalsemia, dan menjadi pemicu hiperparatiroid sekunder yang akan menaikkan kadar PTH dalam darah yang akan mengakibatkan penurunan kalsium tulang yang menyebabkan osteomalasia dan osteoporosis pada penyakit ginjal kronik. Gangguan lainnya dapat berupa gangguan kardiovaskular (disritmia, hipotensi) dan terjadinya pengerasan pada pembuluh darah (kalsifikasi vaskular). Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji aspek farmasi dalam penggunaan fosfat binder terhadap kadar fosfat darah pada pasien penyakit ginjal kronik di Poli Ginjal dan Hipertensi Instalasi Rawat Jalan Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya berdasarkan data laboratorium. Penelitian dilakukan pada periode April sampai Juni 2014. Kriteria inklusi adalah pasien rawat jalan dengan diagnosa PGK dengan atau tanpa komplikasi yang menerima terapi fosfat binder serta mempunyai data lab fosfat. Dari hasil penelitian didapatkan 60 sampel dengan prevalensi tertinggi pada pasien stadium 5. Jumlah pasien wanita (55%) dan pasien laki-laki (45%), prevalensi tertinggi pada rentang usia diatas 61 tahun dengan komorbid dan komplikasi terbanyak adalah hipertensi (46,7%) dan DMND (28,3%). Jenis fosfat binder yang digunakan adalah kalsium karbonat dengan frekuensi dosis 1 sampai 3 kali sehari. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 41,7% pasien masih belum sesuai dengan target terapi. DRP yang teridentifikasi pada saat pemberian terapi fosfat binder adalah efek samping obat (8,3%) serta interaksi obat potensial (106,7%). Satu pasien dapat mengalami lebih dari satu macam DRP. Berdasarkan uraian diatas, maka dibutuhkan adanya kolaborasi interprofesional dari dokter maupun farmasis untuk mengoptimalkan terapi serta meminimalisir DRP terkasit pemberian terapi fosfat binder pada pasien PGK.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF FK. 37/14 Fir a
Uncontrolled Keywords: KIDNEYS - DISEASES; PHOSPHATES
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
VENY FIRDAUZI, 051011185UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBUDI SUPRAPTI, Dr. M.Si., AptUNSPECIFIED
ContributorASITYA WINARNI, sr. Sp.PDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 29 Jan 2015 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 21:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10238
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item