PENINGKATAN LAJU DISOLUSI ASAM MEFENAMAT DENGAN PEMBENTUKAN KO-KRISTAL ASAM MEFENAMAT-SAKARIN: Metode Penguapan Pelarut dengan Rotavapor

RIKYAWAN KUSWANDIONO, 051011060 (2015) PENINGKATAN LAJU DISOLUSI ASAM MEFENAMAT DENGAN PEMBENTUKAN KO-KRISTAL ASAM MEFENAMAT-SAKARIN: Metode Penguapan Pelarut dengan Rotavapor. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-kuswandion-35163-6.ringk-n.pdf

Download (178kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Asam mefenamat adalah turunan asam antranilat yang merupakan golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) dan digunakan sebagai analgesik, antipiretik, dan antirematik pada pengobatan sakit kepala, nyeri pasca operasi dan osteoarthritis. Asam mefenamat praktis tidak larut air, tetapi memiliki permeabilitas yang tinggi pada membran saluran cerna. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi asam mefenamat, salah satunya dengan pembentukan ko-kristal. Ko-kristal adalah kristal multi-komponen yang terdiri dari dua atau lebih molekul padat yang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul-molekul dalam senyawa tersebut. Pembentukan ko-kristal memberikan peluang bagi peneliti untuk memodifikasi sifat fisika atau kimia dari bahan aktif, salah satunya kelarutan dan laju disolusi bahan aktif tanpa merusak ikatan kovalen dari bahan aktif tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan laju disolusi asam mefenamat dengan pembentukan ko-kristal asam mefenamat-sakarin perbandingan molar 1:1 dan 1:2 yang dibuat dengan metode penguapan pelarut dengan rotavapor. Pada pembuatan ko-kristal asam mefenamat-sakarin metode pengauapan pelarut dengan rotavapor, asam mefenamat dan sakarin dengan perbandingan molar 1:1 dan 1:2 dilarutkan dalam etanol. Larutan yang terbentuk kemudian diuapkan dengan alat rotavapor pada suhu 40 oC. Ko-kristal yang diperoleh kemudian dikeringkan dalam eksikator. Berdasarkan hasil karakterisasi pembentukan ko-kristal asam mefenamat-sakarin perbandingan 1:1 dan 1:2 menunjukkan bahwa produk kokristalisasi tidak terbentuk ko-kristal, melainkan terjadi rekristalisasi membentuk campuran kristal dari proses co-evaporation. Hal ini dikarenakan interaksi antara molekul asam mefenamat dengan asam mefenamat lebih kuat dibandingkan interaksi dengan molekul sakarin dan adanya pengaruh pelarut pada saat proses kokristalisasi dapat menyebabkan molekul asam mefenamat tidak dapat berikatan dengan molekul sakarin. Produk kokristalisasi yang membentuk campuran kristal dari proses co-evaporation ditentukan laju disolusinya dengan dibandingkan dengan campuran fisik dan asam mefenamat tunggal. Sampel diuji disolusi dalam bentuk serbuk dan tablet, dengan dibentuk tablet diharapkan dapat menghilangkan faktor-faktor yang memengaruhi uji disolusi seperti luas permukaan, ukuran partikel dan pembasahan. Uji disolusi dilakukan terhadap asam mefenamat, asam mefenamat hasil rekristalisasi, campuran fisik asam mefenamat-sakarin perbandingan 1:1 dan 1:2, campuran kristal asam mefenamat-sakarin perbandingan 1:1 dan 1:2. Alat yang digunakan adalah alat uji disolusi tipe 1 (tipe keranjang) diputar dengan kecepatan 100 ± 2 rpm untuk bentuk serbuk dan alat uji disolusi tipe 2 (tipe dayung) dengan kecepatan 50 ± 2 rpm. Uji disolusi dilakukan pada suhu 37 ± 0,5oC dalam media sodium lauril sulfat 2% sebanyak 900 ml. Dari hasil disolusi kemudian dibuat profil disolusi dan dihitung ED60 dari setiap perlakuan. Didapat ED60 rata-rata asam mefenamat, asam mefenamat hasil rekristalisasi, campuran fisik asam mefenamat-sakarin 1:1, campuran fisik asam mefenamat-sakarin 1:2, campuran kristal asam mefenamat-sakarin 1:1 dan campuran kristal asam mefenamat-sakarin 1:2 dalam bentuk serbuk berturut-turut 25,97 ± 0,19; 35,22 ± 1,22; 33,59 ± 0,94; 35,61 ± 0,80; 41,12 ± 1,10; 45,79 ± 0,37%. ED60 rata-rata asam mefenamat, asam mefenamat hasil rekristalisasi, campuran fisik asam mefenamat-sakarin 1:1, campuran fisik asam mefenamat-sakarin 1:2, campuran kristal asam mefenamat-sakarin 1:1 dan campuran kristal asam mefenamat-sakarin 1:2 dalam bentuk tablet berturut-turut 9,11 ± 0,24; 34,52 ± 0,31; 29,88 ± 1,54; 35,52 ± 0,17; 41,84 ± 0,28; 43,89 ± 1,46%. Hasil ED60 dari masing-masing perlakuan kemudian diuji statistik dengan ANOVA satu arah dan uji HSD. Dari uji statistik ED60 bentuk serbuk, asam mefenamat mempunyai perbedaan bermakna dengan semua perlakuan, sedangkan pada asam mefenamat hasil rekristalisasi tidak mempunyai perbedaan bermakna dengan campuran fisik 1:1 dan 1:2. Pada ED60 bentuk tablet, asam mefenamat mempunyai perbedaan bermakna dengan semua perlakuan, sedangkan pada asam mefenamat hasil rekristalisasi tidak mempunyai perbedaan bermakna dengan campuran fisik 1:2 dan campuran kristal 1:1 tidak mempunyai perbedaan bermakna dengan campuran kristal 1:2 Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa produk kokristalisai asam mefenamat-sakarin perbandingan 1:1 dan 1:2 metode penguapan pelarut dengan rotavapor tidak terbentuk ko-kristal dan produk ko-kristalalisasi asam mefenamat-sakarin perbandingan 1:1 dan 1:2 memberikan laju disolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa asam mefenamat dan campuran fisiknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF F.03/14 Kus p
Uncontrolled Keywords: MEFENAMIC ACID
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RIKYAWAN KUSWANDIONO, 051011060UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorACHMAD RADJARAM, Dr. H. Apt.UNSPECIFIED
ContributorDEWI ISADIARTUTI, Dra. M.Si., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 29 Jan 2015 12:00
Last Modified: 21 Oct 2016 21:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10240
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item