PENGARUH SUHU INLET DAN LAJU POMPA PENGERING SEMPROT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK NANOPARTIKEL ARTESUNAT-KITOSAN: Dibuat DenganMetode Gelasi Ionik dan Pengering Semprot

DEANG LUGAS GAPAIASA, 0501011040 (2015) PENGARUH SUHU INLET DAN LAJU POMPA PENGERING SEMPROT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK NANOPARTIKEL ARTESUNAT-KITOSAN: Dibuat DenganMetode Gelasi Ionik dan Pengering Semprot. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-gapaiasade-35259-6.ringk-n.pdf

Download (178kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Nanopartikel adalah partikel yang berukuran antara 10 hingga 1000 nanometer yang terbuat dari polimer baik biodegradabel maupun non biodegradabel. Sistem nanopartikel dalam penggunaannya sebagai sistem penghantaran obat banyak dikembangkan untuk memperbaiki profil farmakokinetik pada obatobat oral yang memiliki kelarutan rendah. Salah satu metode pembuatan nanopartikel yang banyak dikembangkan adalah metode gelasi ionik menggunakan polimer alam seperti kitosan. Kitosan memiliki keunggulan seperti biodegradabel, toksisitas yang rendah, serta biokompatibilitas yang baik, dan kandungan ion kationnya yang dapat disambung-silang dengan senyawa yang mengandung anion multivalen. Koloid yang terbentuk dari metode gelasi ionik dilanjutkan dengan pengeringan untuk mendapatkan nanopartikel kering. Metode pengeringan yang dapat dilakukan adalah metode pengeringan semprot. Parameter proses yang berpengaruh pada pengeringan semprot adalah diameter lubang penyemprot, tekanan atomisasi, suhu inlet, dan laju pompa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu inlet dan laju pompa pengering semprot terhadap karakteristik fisik nanopartikel artesunat-kitosan. Metode gelasi ionik dibuat dengan membuat kompleks interaksi ionik antara polimer kitosan dengan bahan penyambungsilang TPP dan membentuk gel yang mengembang yang kemudian dikeringkan dengan pengeringan semprot dengan kondisi pengeringan yang digunakan yaitu tekanan 2 bar, diameter lubang 1,0 mm, dan perbedaan suhu inlet (1000 C, 1100 C, dan 1200 C), serta laju pompa (5 ml/menit dan 12 ml/menit). Nanopartikel artesunat-kitosan yang dihasilkan dievaluasi rendemen, karakteristik fisik (spektrum inframerah, morfologi partikel, dan titik lebur), serta efisiensi penjerapannya. Hasil pemeriksaan rendemen menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan. Pada kondisi laju pompa 12 ml/menit dan suhu inlet 1000 C dan 1100 C, proses pengeringan berjalan kurang optimal, sehingga hasil nanopartikel kurang kering dan tidak dapat dianalisis lebih lanjut. Semakin tinggi suhu yang digunakan, semakin tinggi pula rendemen yang diperoleh, ditunjukkan pada laju pompa 5 ml/menit, suhu 1000 C menghasilkan 7,63% rendemen, sedangkan suhu 1200 C menghasilkan 9,45%. Sedangkan laju pompa tidak terlalu berpengaruh terhadap rendemen yang diperoleh, ditunjukkan pada suhu inlet 1200 C, laju pompa 5 ml/menit menghasilkan 9,45% sedangkan laju pompa 12 ml/menit menghasilkan rendemen 9,49%. Evaluasi bentuk dan permukaan dengan SEM menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan, morfologi yang terbentuk semakin cekung. Pada kondisi suhu inlet 1000 C dan laju pompa 5 ml/menit memiliki bentuk partikel yang sferis dan permukaan yang halus. Akan tetapi, pada perlakuan suhu inlet 1200 C dan laju pompa 5 ml/menit, permukaan beberapa partikel cekung. Hasil pemeriksaan efisiensi penjerapan (EP) artesunat dalam nanopartikel menunjukkan bahwa suhu inlet tidak berpengaruh terhadap efisiensi penjerapan, ditunjukkan pada laju pompa 5 ml/menit, suhu inlet 1000 C memiliki EP 43,09%, sedangkan suhu 1200 C memiliki EP 43,01%. Begitu juga laju pompa, tidak berpengaruh terhadap EP, ditunjukkan pada suhu 1200 C, laju pompa 5 ml/menit EP 43,01% dan laju pompa 12 ml/menit EP 44,91%. Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis statistik (α = 0,05) dengan ANOVA dan Uji T, disimpulkan bahwa suhu inlet dan laju pompa tidak memberikan pengaruh yang bermakna terhadap perolehan rendemen dan efisiensi penjerapan nanopartikel artesunatkitosan. Dari keenam perlakuan, kondisi optimal proses pengeringan nanopartikel artesunat-kitosan menggunakan alat SD-Basic Lab Plant UK Ltd. yang telah diteliti yaitu pada suhu inlet 1000 C dan laju pompa 5 ml/menit, karena menghasilkan partikel dengan permukaan halus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF F.14/14 Gap p
Uncontrolled Keywords: NANOPARTICLE; ARTESUNATE; CHITOSANA
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DEANG LUGAS GAPAIASA, 0501011040UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRETNO SARI, Dra. M.Sc., AptUNSPECIFIED
ContributorDEWI, M.H., S.Si., M.Phil., Ph.D., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 02 Feb 2015 12:00
Last Modified: 23 Oct 2016 21:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10251
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item