PENGARUH LYOPROTECTANT LAKTOSA DAN MALTODEKSTRIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK MIKROSFER OVALBUMIN-ALGINAT PADA PROSES FREEZE DRYING

RAHMA NITA NIRMALA, 051011262 (2015) PENGARUH LYOPROTECTANT LAKTOSA DAN MALTODEKSTRIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK MIKROSFER OVALBUMIN-ALGINAT PADA PROSES FREEZE DRYING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-nirmalarah-35261-6.ringk-n.pdf

Download (174kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ovalbumin adalah suatu makromolekul protein yang berfungsi sebagai antigen yang merangsang terbentuknya antibodi sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas. Namun ovalbumin merupakan poor immunogenic sehingga ovalbumin ini digunakan dengan pemberian berulang. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan dibuat sistem penghantaran mikrosfer yang membuat pelepasannya perlahan. Pada penelitian ini dibuat mikrosfer ovalbumin dengan menggunakan polimer alginat, penyambung silang CaCl2, dan metode ionotropic gelation. Formulasi ovalbumin dibuat menjadi mikrosfer dalam bentuk padat kering. Pengeringan dengan panas seperti pengeringan dengan oven ataupun dengan spray dryer tidak digunakan karena adanya panas dapat mendenaturasi protein sehingga dapat merusak integritasnya. Oleh karenanya dipilih metode pengeringan freeze-drying yang juga memiliki kelemahan yaitu adanya tekanan yang tinggi dalam kondisi vakum yang akan berpengaruh pada kondisi fisik mikrosfer. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelindung (lyoprotectant) laktosa dan maltodekstrin terhadap karakteristik fisik mikrosfer ovalbumin alginat pada proses freeze-drying. Parameter yang dilihat adalah bentuk dan ukuran partikel, efisiensi penjebakan, protein loading, dan yield. Terdapat 4 formula yang digunakan dalam penelitian ini, masingmasing dibedakan oleh jenis dan kadar lyoprotectant. Formula 1 (F1) menggunakan laktosa 5%. Formula 2 (F2) menggunakan laktosa 10%. Formula 3 (F3) menggunakan maltodekstrin 5%. Formula 4 (F4) menggunakan maltodekstrin 10%. Dari hasil pemeriksaan distribusi ukuran partikel diketahui diameter rata-rata masing-masing formula adalah 5,8157 μm (F1); 5,9260 μm (F2); 5,4645 μm (F3) dan 5,0615 μm (F4). Hasil pemeriksaan bentuk dan permukaan mikrosfer menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan bahwa mikrosfer memiliki bentuk yang sferis dan permukaannya halus rata. Perhitungan efisiensi penjebakan diperoleh rata- rata ± SD untuk F1, F2, F3, dan F4 bertutut-turut adalah 82,96 ± 5,98; 46,29 ± 6,81; 90,08 ± 6,16; 54,15 ± 8,82. Perhitungan protein loading diperoleh rata-rata ± SD untuk F1, F2, F3, dan F4 bertutut-turut adalah 46,11 ± 9,21; 28,07 ± 6,58; 48,32 ± 8,46; 35,47 ± 1,60. Perhitungan yield diperoleh ratarata ± SD untuk F1, F2, F3, dan F4 bertutut-turut adalah 60,35 ± 8,15; 41,41 ± 3,15; 61,51 ± 9,09; 38,34 ± 7,61. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa perbedaan jenis lyoprotectant memberikan perbedaan hasil efisiensi penjebakan, protein loading, dan yield. Peningkatan kadar lyoprotectant baik laktosa maupun maltodekstrin menyebabkan penurunan efisiensi penjebakan, protein loading, dan yield mikrosfer. Ukuran mikrosfer dari semua formula adalah kurang dari 6 μm dengan bentuk yang sferis, halus, dan rata.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF F.16/14 Nir p
Uncontrolled Keywords: MALTODEXTRIN; OVALBUMIN; ALGINATE
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RAHMA NITA NIRMALA, 051011262UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDEWI M., H., S.Si., MPhill., Ph.D., AptUNSPECIFIED
ContributorTUTIEK PURWANTI, Dra. Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 02 Feb 2015 12:00
Last Modified: 26 Oct 2018 14:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10253
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item