PENGARUH EUTEKTIKUM IBUPROFEN�ASAM STEARAT TERHADAP WAKTU HANCUR DAN LAJU DISOLUSI TABLET IBUPROFEN

MUHAMMAD BUCHARI SULAIMAN QOUDRY, 051011041 (2015) PENGARUH EUTEKTIKUM IBUPROFEN�ASAM STEARAT TERHADAP WAKTU HANCUR DAN LAJU DISOLUSI TABLET IBUPROFEN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-qoudrymuha-35273-6.ringk-n.pdf

Download (268kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder10.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Proses pembuatan tablet melibatkan dua hal yaitu formulasi dan proses produksi (pencampuran, granulasi dan kompresi). Formulasi melibatkan bahan aktif dengan bahan eksipien. Pada proses produksi, tahap pencampuran dapat menyebabkan terbentuknya campuran eutektik antara bahan aktif dengan bahan aktif lain, bahan aktif dengan bahan eksipien atau bahan eksipien dengan bahan eksipien lain. Campuran eutektik memiliki titik lebur lebih rendah dibandingkan dengan masing-masing senyawa murni yang membentuk campuran eutektik tersebut. Campuran eutektik memiliki kesamaan sifat fisika kimia dengan senyawa pembentuk campuran eutektik namun juga memiliki perbedaan dengan senyawa pembentuknya, contohnya perbedaan titik lebur, kelarutan dan stabilitas kimia (Lerdkanchanaporn et al., 2000). Terbentuknya campuran eutektik menyebabkan proses pengecilan ukuran partikel dan masing-masing senyawa pembentuk akan terdispersi merata dalam campuran eutektik (Marinescu et al., 2013). Campuran eutektik dapat mempengaruhi laju disolusi karena terjadi pengecilan ukuran partikel senyawa pembentuk. Proses pengecilan ukuran partikel dapat meningkatkan luas permukaan area kontak yang berbanding lurus dengan peningkatan laju disolusi (Dokoumetzidis et al., 2006). Campuran eutektik ibuprofen-asam stearat membentuk dua titik lebur eutektik yaitu 62,3°C pada komposisi 42% ibuprofen dan 63,2°C pada komposisi 65% ibuprofen (Lerdkanchanaporn et al., 2000). Proses kompresi tablet dapat membantu proses terbentuknya eutektik. Jumlah eutektik yang terbentuk diukur sebagai fungsi dari ukuran partikel (luas intimate contact) dan dibentuk dengan gaya kompaksi tablet antara 0,5-2,5 x 108 Pa. Korelasi antara jumlah eutektik yang terbentuk dan luas kontak yang diestimasi mendukung konsep bahwa kontak yang diinduksi secara mekanik (kompresi) dapat menyebabkan karakteristik eutektik yang setara dengan eutektik yang dibentuk secara fusi atau peleburan (Bi et al., 2003). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pembentukan eutektikum ibuprofen-asam stearat terhadap waktu hancur dan laju disolusi tablet ibuprofen. Variabel bebas penelitian yaitu komposisi dan gaya kompresi, variabel tergantung pada pengujian waktu hancur adalah persen berat hancur sedangkan variabel tergantung uji disolusi adalah efisiensi disolusi (ED60). Tablet ibuprofen-asam stearat dibuat dengan beberapa komposisi terbentuknya eutektikum yaitu 40:60, 50:50 dan 60:40 kemudian dikompresi dengan beberapa gaya (14,95 kN; 19,93 kN; 24,91 kN) serta variabel kontrol penelitian adalah tablet tunggal ibuprofen (100:0). Evaluasi yang dilakukan adalah uji waktu hancur tablet dan uji disolusi tablet. Uji disolusi dilakukan dengan alat disolusi yaitu tipe 2 (dayung) kemudian digunakan media disolusi dapar fosfat dengan pH 7,2 sebagai pengaduk digunakan paddle dengan kecepatan pengadukan 150 rpm dan suhu dijaga konstan 37 ± 0.5°C. Uji waktu hancur menggunakan tablet disintegrating apparatus dengan media dapar fosfat pH 7,2 dan suhu 37 ± 0.5°C. Dilakukan pemeriksaan eutektikum dengan analisis DTA kemudian dibuat diagram fasa ibuprofen-asam stearat. Diagram fasa tersebut menunjukkan terbentuknya campuran eutektik pada ketiga komposisi yang diuji yaitu 40:60, 50:50 dan 60:40. Dilakukan pengujian kekuatan mekanis tablet, hasilnya menunjukkan peningkatan tensile strength dari gaya 14,95 kN hingga 19,93 kN kemudian penurunan tensile strength dari gaya 19,93 kN hingga 24,95 kN. Waktu hancur pada penelitian dianggap sebanding dengan persen berat hancur sehingga semakin besar persen berat tablet yang hancur dalam satu jam pengujian maka waktu hancurnya semakin cepat. Persen berat hancur pada tekanan 14,95 kN dengan komposisi 40:60, 50:50, 60:40 dan 100:0 berturut-turut ( 3,8 ± 0,9; 4,3 ± 0,5; 4,8 ± 1,1; 31,1 ± 1,6 ). Persen berat hancur pada tekanan 19,93 kN dengan komposisi 40:60, 50:50, 60:40 dan 100:0 berturut-turut ( 2,2 ± 1,3; 5,1 ± 1,0; 6,2 ± 1,0; 28,3 ± 0,9 ). Persen berat hancur pada tekanan 24,91 kN dengan komposisi 40:60, 50:50, 60:40 dan 100:0 berturut-turut ( 3,7 ± 0,8; 5,3 ± 0,9; 6,7 ± 0,3; 29,7 ± 1,2 ). Hasil uji waktu hancur menunjukkan kontrol ibuprofen 100:0 memiliki perbedaan yang bermakna dengan komposisi 40:60, 50:50 dan 60:40 pada beberapa gaya kompresi. Hasil analisis statistika ANOVA dua arah (two way) pada pengujian waktu hancur tablet menunjukkan variabel komposisi mempengaruhi perubahan laju disolusi dikarenakan nilai probabilitas 0,00 (< 0,05) sehingga Ho ditolak, Ha diterima yaitu komposisi mempengaruhi perubahan waktu hancur tablet sehingga dari keempat komposisi mempunyai rata-rata persen berat hancur yang berbeda signifikan, dikarenakan pengaruh dari komposisi ibuprofen murni 100:0. Sedangkan analisis statistika post hoc pada komposisi pembentukan eutektik (40:60, 50:50, 60:40) tidak terdapat perbedaaan berat hancur yang signifikan. Variabel gaya kompresi tidak mempengaruhi perubahan waktu hancur tablet dikarenakan nilai probabilitas 0,084 (>0,05) sehingga Ho diterima yaitu gaya kompresi tidak mempengaruhi perubahan waktu hancur tablet secara signifikan. Nilai ED 60 tablet dengan tekanan 14,95 kN pada komposisi 40:60, 50:50, 60:40 dan 100:0 berturut-turut (4,81 ± 0,31; 4,65 ± 0,53; 4,70 ± 0,52; 10,66 ± 1,48). ED 60 tablet dengan tekanan 19,93 kN pada komposisi 40:60, 50:50, 60:40 dan 100:0 berturut-turut (4,70 ± 0,60; 4,50 ± 0,50; 4,90 ± 0,37; 10,95 ± 0,74). ED 60 tablet dengan tekanan 24,91 kN pada komposisi 40:60, 50:50, 60:40 dan 100:0 berturut-turut (4,63 ± 0,22; 4,55 ± 0,37; 4,87 ± 0,08; 11,02 ± 0,03). Nilai efisiensi disolusi antar perlakuan dibandingkan untuk mengetahui adanya pengaruh dari pembentukan eutektik. Hasil analisis statistika ANOVA dua arah (two way) pada pengujian laju disolusi tablet menunjukkan variabel komposisi mempengaruhi perubahan laju disolusi dikarenakan nilai probabilitas 0,00 (< 0,05) sehingga Ho ditolak, Ha diterima yaitu komposisi mempengaruhi perubahan laju disolusi sehingga dari keempat komposisi mempunyai rata-rata efisiensi disolusi yang berbeda signifikan, dikarenakan pengaruh dari komposisi ibuprofen murni 100:0. Sedangkan analisis statistika post hoc pada komposisi pembentukan eutektik (40:60, 50:50, 60:40) tidak terdapat perbedaaan laju disolusi tablet yang signifikan. Variabel gaya kompresi tidak mempengaruhi perubahan laju disolusi tablet dikarenakan nilai probabilitas 0,977 (>0,05) sehingga Ho diterima yaitu gaya kompresi tidak mempengaruhi perubahan laju disolusi secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pembentukan eutektikum ibuprofen-asam stearat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waktu hancur tablet dan laju disolusi tablet dikarenakan sifat hidrofobik asam stearat dan pembentukan boundary layer lebih berpengaruh terhadap waktu hancur dan laju disolusi tablet

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF F.24/14 Qou p
Uncontrolled Keywords: IBUPROFEN; STEARIC ACID
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MUHAMMAD BUCHARI SULAIMAN QOUDRY, 051011041UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDWI SETYAWAN, Dr. SSi., MSi., AptUNSPECIFIED
ContributorRETNO SARI, Dr. SSi., MSi., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 02 Feb 2015 12:00
Last Modified: 24 Oct 2016 00:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10260
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item