EFEK PERBANDINGAN SURFAKTAN DAN KOSURFAKTAN PADA MIKROEMULSI OVALBUMIN TIPE W/O DENGAN MINYAK KEDELAI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA (Mikroemulsi W/O dengan Surfaktan Span 80 �Tween 80 : Kosurfaktan Etanol 96%= 5:1; 6:1 dan 7:1)

FARIDA MUTIARA SARI, 051011018 (2015) EFEK PERBANDINGAN SURFAKTAN DAN KOSURFAKTAN PADA MIKROEMULSI OVALBUMIN TIPE W/O DENGAN MINYAK KEDELAI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA (Mikroemulsi W/O dengan Surfaktan Span 80 �Tween 80 : Kosurfaktan Etanol 96%= 5:1; 6:1 dan 7:1). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-sarifarida-35286-6.ringk-n(1).pdf

Download (295kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
Binder15.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mikroemulsi sebagai sistem penghantaran obat dapat diaplikasikan untuk penghantaran oral, parenteral, topikal, opthalmic, dan nasal. Sistem mikroemulsi dapat melindungi bahan obat dari biodegradasi. Ovalbumin merupakan salah satu protein carrier dapat digunakan sebagai adjuvan sediaan vaksin, apabila peptida antigen pendek berikatan dengan ovalbumin maka akan memberikan respon imun yang kuat. Disisi lain, vaksin bayak dikembangkan untuk penggunaan topikal. Imunisasi topikal memberikan keuntungan yang lebih daripada vaksin yang diberikan secara parenteral karena imunisasi topikal dapat menginduksi respon fungsi imun secara poten. Sel langerhans yang ada di epidermis akan menghadirkan sel yang berkemempuan sebagai sistem imun dikulit. Sehingga mikroemulsi merupakan sistem penghantaran yang dirasa tepat untuk Ovalbumin. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sistem mikroemulsi yang terbaik sebagai pembawa bahan aktif ovalbumin. Pada peneliatian ini dibuat mikroemulsi tipe w/o dengan pendekatan HLB 7 dengan jumlah surfaktan(Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (etanol) sebesar 60%. Perbandingan surfaktan Span 80-Tween 80 dan kosurfaktan etanol yang digunakan adalah 5:1; 6:1; dan 7:1. Pengamatan karakteristik yang dilakukan adalah organoleptis, pH, ukuran droplet mikroemulsi, tegangan permukaan dan daya jebak mikroemulsi terhadap ovalbumin dimana masing-masing dilakukan replikasi sebanyak tiga kali. Tampilan mikroemulsi pada ketiga formula yang dibuat memiliki tampilan yang serupa yaitu memiliki warna kuning jernih, bau khas dan konsistensi yang encer baik sebelum maupun setelah penambahan ovalbumin. Tampilan tersebut sesuai yang tertera pada pustaka yaitu mikroemulsi memiliki warna yang transpatant (Talegaonkar et al, 2008). Bau khas yang timbul dari mikroemulsi merupakan dominasi dari bau etanol yang digunakan dalam formula. Pemeriksaan pH mikroemulsi menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda antar formula baik sebelum maupun sesudah penambahan ovalbumin. pH Formula 5:1; 6:1; dan 7:1 tanpa ovalbumin berturut-turut adalah 6,89±5,77x10-3; 6,87±0,010 dan 6,76±0,026. Sedangkan pH Formula 5:1; 6:1 dan 7:1 dengan ovalbumin berturut-turut adalah 6,95±0,036; 6,90±5,77x10-3; dan 6,8±95,77x10-3. Berdasarkan uji statistik menggunakan ANOVA One Way pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05) terdapat perbadaan bermakna pada masing-masing formula. Sedangkan hasil uji statistik menggunakan independent sample t-test pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan bahwa adanya ovalbumin dalam formula tersebut mempengaruhi pH mikroemulsi. Tegangan permukaan mikroemulsi tanpa ovalbumin dengan perbandingan surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (etanol) 5:1; 6:1 dan 7:1 adalah 370,5±0,00; 356,2±4,50 dan 390,0±0,00 Nm-2. Tegangan permukaan mikroemulsi dengan ovalbumin dengan perbandingan surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (etanol) 5:1; 6:1 dan 7:1 adalah 0,3297±0,00513; 0,339,7±0,00153 dan 0,3377±0,00351 Nm-2. Berdasarkan uji statistik menggunakan ANOVA One Way pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada tegangan permukaan ketiga formula tanpa ovalbumin dan ketiga formula dengan ovalbumin. Sedangkan hasil uji statistik menggunakan independent sample t-test pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05) terhadap tegangan permukaan antara sebelum dan sesudah penambahan ovalbumin menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang bermakna pada tegangan permukaan sebelum dan sesudah ditambah ovalbumin pada ketiga formula. Pemeriksaan ukuran droplet mikroemulsi menggunakan alat Delsa™ Nano Submicron Particle size and Zeta Potentialt Dynamic Light Scattering. Diameter droplet mikroemulsi tanpa ovalbumin dengan perbandingan surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (etanol) 5:1; 6:1 dan 7:1 adalah 30,7±4,01; 27,6±2,97 dan 27,1±1,70 nm Berdasarkan uji statistik menggunakan ANOVA One Way Berdasarkan uji statistik menggunakan pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna antara ketiga formula yang dibuat. Diameter droplet mikroemulsi dengan ovalbumin dengan perbandingan surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (etanol) 5:1; 6:1 dan 7:1 adalah 26,4±0,95; 23,8±0,26 dan 25,0±1,14 nm. Uji statistik menggunakan ANOVA One Way Berdasarkan uji statistik menggunakan pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara ketiga formula Sedangkan hasil uji statistik menggunakan independent sample t-test pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05) terhadap ukuran droplet masing-masing ketiga menunjukkan adanya ovalbumin yang ditambahkan dalam formula tidak mempengaruhi diameter drolpet mikroemulsi. Pengamatan penjebakan ovalbumin dalam mikroemulsi menjukkan hasil ovalbumin yang terjebak dan mikroemulsi dengan perbandingan surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (etanol) 5:1; 6:1 dan 7:1 adalah 25,77±10,12; 46,01±10,12 dan 29,14±5,84 %. Berdasarkan uji statistik menggunakan ANOVA One Way pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada penjebakan ketiga formula tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini, dari karakterisasi mikroemulsi perbandingansurfaktan (Span 80- Tween 80) dan kosurfaktan etanol 5:1; 6:1 dan 7:1 pH mikroemulsi memiliki perbedaan bermakna. Ketiga formula memiliki perbedaan bermakna pada tegangan permukaan. Ukuran droplet antar formula tidak ada perbedaan yang bermakna antar formula, adanya ovalbumin dalam formula tidak mempengaruhi ukuran droplet secara signifikan. Uji penjebakan menunjukkan perbedaan hasil yang tidak bermakna antar ketiga formula. Pada percobaan ini tidak bisa ditentukan mana formula yang terbaik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF F.32/14 Sar p
Uncontrolled Keywords: MOCROEMULSION; OVULBUMIN
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
FARIDA MUTIARA SARI, 051011018UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorESTI HENDRADI, Dra. Hj. Apt., M.Si., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorRIESTA PRIMAHARINASTUTI, Dr. SSi., Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 02 Feb 2015 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 19:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10266
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item