Deteksi Perkembangan Bakteri Streptococcus Mutans Dan Enterococcus Faecialis Penyebab Karies Gigi Menggunakan Sensor Larik Gas

Reza Afifudin (2020) Deteksi Perkembangan Bakteri Streptococcus Mutans Dan Enterococcus Faecialis Penyebab Karies Gigi Menggunakan Sensor Larik Gas. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (577kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf

Download (148kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (162kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (223kB)
[img] Text (BAB II KAJIAN PUSTAKA)
5. BAB II KAJIAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only until 20 January 2024.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III METODE PENELITIAN)
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only until 20 January 2024.

Download (77kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
7. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only until 20 January 2024.

Download (628kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V KEISMPULAN DAN SARAN)
8. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf
Restricted to Registered users only until 20 January 2024.

Download (131kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (276kB)
[img] Text (PERMOHONAN EMBARGO)
10. SURAT PERMOHONAN EMBARGO PUBLIKASI KARYA ILMIAH.pdf
Restricted to Registered users only until 20 January 2024.

Download (761kB) | Request a copy
Official URL: http:/www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit periodontal merupakan penyakit kesehatan gigi dan mulut yang memiliki prevalensi cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Rumah Tangga RI tahun 2018 prevalensi penyakit periodantal di Indonesia mencapai angka 96,5%. Penyakit periodontal khususnya karies merupakan penyakit yang paling umum terjadi pada rongga mulut. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar RI tahun 2018 permasalahan karies gigi menyumbang 53,2% dari total persentase permasalah gigi dan mulut. Temuan lain yang mendukung adalah angka kesadaran perawatan yang sangat rendah, terjadinya keterlambatan perawatan, dan kerusakan gigi yang berakhir dengan pencabutan gigi. Hal ini menjadi sebuah problem, mengingat pencegahan dini sangat dibutuhkan dan dilain sisi untuk mengetahui penyakit tersebut harus melakukan tes laboratorium. Electronic nose (E-nose) merupakan salah satu metode yang mampu diaplikasikan dalam deteksi dini peyakit karies. Penelitian ini membahas pembaruan dan pengembangan dari perangkat E-Nose untuk deteksi dini penyakit karies pada gigi melalui perkembangan bakteri Staphylococcus mutans dan Enterococcus faecialis. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, artikel ini mencakup sumber-sumber terkait yang bereputasi internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa electronic nose mampu diaplikasikan dalam bidang medis khusunya dalam mengidentifikasi gas (odor) yang dihasilkan oleh bakteri. E-nose dengan metode analisa yang digunakan adalah PCA (Principle Component Analysis) terbukti mampu mengidentifikasi gas yang dikeluarkan oleh berbagai sampel bakteri dengan nilai akurasi cukup tinggi. Nilai akurasi data yang diperoleh dengan analisis PCA berada pada rentang 80-90%. Adapun hasil dari telaah ini dapat dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut. Dengan demikian, sustainable development goals dalam bidang kesehatan dapat dicapai melalui riset di bidang fisika instrumentasi dan medis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPF.49/20
Uncontrolled Keywords: Electronic Nose, Caries, Halitosis, Biosensor, PCA
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Fisika
Creators:
CreatorsNIM
Reza AfifudinNIM081611333075
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSuryani Dyah Astuti, -NIDN0008046902
Depositing User: indah rachma cahyani
Date Deposited: 20 Jan 2021 01:14
Last Modified: 20 Jan 2021 01:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/103204
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item