KONVERSI ETIL P-METOKSISINAMAT MENJADI ASAM P METOKSISINAMAT DENGAN IRADIASI GELOMBANG MICRO MELALUI MEDIA KALIUM KARBONAT

Ujang Yuyut Bachtiar, 050110094 (2006) KONVERSI ETIL P-METOKSISINAMAT MENJADI ASAM P METOKSISINAMAT DENGAN IRADIASI GELOMBANG MICRO MELALUI MEDIA KALIUM KARBONAT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-bachtiaruj-1550-kkbkk-2-k.pdf

Download (320kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-bachtiaruj-1550-ff2306-k.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai metode konversi etil p-metoksisinamat menjadi asam p-metoksisinamat. Metode konvensional memerlukan waktu yang lama untuk mengkonversi etil p-metoksisinamat menjadi asam p-metoksisinamat. Oleh karena itu dilakukan penelitian konversi etil p-metoksisinamat dengan menggunakan iradiasi gelombang mikro. Etil p-metoksisinamat didapat dari isolasi serbuk rimpang kencur. Konversi etii p-metoksisinamat dengan iradiasi gelombang mikro dilakukan dengan 3 perbedaan lama iradiasi, yaitu 40 detik, 50 detik, dan 60 detik. Dari ketiga lama iradiasi, didapatkan persentase hasil 43,5 %, 74,1 5 dan 61,5 %. Terhadap kedua senyawa tersebut dilakukan uji kemurnian yaitu Kromatografi Lapis Tipis ( dengan fase diam silika gel GF 254 dan fase gerak kloroform : etanol ( 5:1 ), kloroform : aseton ( 2:1 ), n-heksana : etil asetat (4: 1 ), dan n-heksana : etil asetat (1 : 1 ) dan titik lebur, serta identifikasi yang meliputi spektrofotometri infra merah dan spektrometri RMI. Hasil kromatografi menunjukan tiap senyawa memberikan noda dengan harga Rf etil p-metoksisinamat lebih besar dari harga Rf asam p-metoksisinamat. Hasil untuk pengamatan jarak lebur untuk etilp-metoksisinamat 48 – 48,5 °C, sedangkan untuk asamp-metoksisinamat 166,5 – 167 °C. Dengan adanya perbedaan jarak lebur dan harga Rf dari kedua senyawa tersebut berbeda, maka dikatakan bahwa kedua senyawa tersebut tidak identik. Identifikasi spektrofotometri infra merah didapat ada serapan pada daerah 3000 – 2500 cm-1, daerah tersebut menunjukkan adanya uluran 0-H asam karboksilat. Sedangkan spektra dari etil p-metoksisinamat tidak ada serapan didaerah 3000-2500 cm-1. Dari identifikasi NMR diperoleh spektrum etil p-metoksisinamat dijumpai adanya puncak triplet dan kuartet pada 1,32 dan 4,25 ppm. Sedangkan pada spektra asam p-metoksisinamat tidak ada puncak pada daerah tersebut. Berdasarkan data rentang lebur, kromatografi lapis tipis, spektrofotometri infra merah, dan resonansi magnetik inti, maka dapat disimpulkan bahwa metode iradiasi gelombang mikro dapat digunakan untuk mengkonversi etil p-metoksisinamat menjadi asam p-metoksisinamat melalui media kalium karbonat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 23/06 Bac k
Uncontrolled Keywords: CALCIUM CARBONATE; ZINGIBERACEAE
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Ujang Yuyut Bachtiar, 050110094UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMARCELLINO RUDYANTO, M.Si. Ph.D., AptUNSPECIFIED
ContributorJUNI EKOWATI, Dra. Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 02 Aug 2006 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 16:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10349
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item