STUDI PROFIL KANDUNGAN METABOLIT JAMUR ENDOFIT Kabatiella caulivora (ALE.30.B) DARI Alyxia reinwardtii BI. SECARA KLT-DENSITOMETRI

Nurliya Irfiani, 050112378 (2006) STUDI PROFIL KANDUNGAN METABOLIT JAMUR ENDOFIT Kabatiella caulivora (ALE.30.B) DARI Alyxia reinwardtii BI. SECARA KLT-DENSITOMETRI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-irfianinur-1599-kkbkk-2-k.pdf

Download (546kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-irfianinur-1599-ff2606-s.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Alyxia reinwardtii Bl. (pulasari) merupakan spesies tanaman obat yang mengandung pinoresinol, minyak atsiri, kumarin, asam organik, triterpen, zat samak, zat pahit, alkaloid dan polifenol (Achyad dan Rasyidah, 2000; Hartini, 2003). Berdasarkan beberapa penelitian, diketahui bahwa faktor internal dan juga eksternal memegang peran yang penting dalam produksi suatu metabolit oleh tanaman. Faktor eksternal yang dapat berpengaruh terhadap produksi metabolit tersebut di antaranya adalah kondisi lingkungan dan endofit (Faeth, 2002). Endofit merupakan organisme mikro umumnya jamur yang terdapat di dalam suatu sistem jaringan tanaman yang kaya nutrisi seperti biji, daun, bunga, ranting/batang, dan juga akar (Clay, 1988; Faeth, 2002). Jamur ini menginfeksi tanaman sehat pada jaringan tertentu dan mampu menghasilkan mikotoksin, enzim, antibiotika, serta metabolit lain yang pembentukannya dipengaruhi oleh faktor internal jamur itu sendiri maupun faktor eksternal berupa kondisi lingkungan dan interaksi dengan tanaman inang (Carrol, 1988; Clay, 1988). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi profil kandungan metabolit jamur endofit yang telah diisolasi dan batang Alyxia reinwardtii Bl. (pulasari) secara KLT-Densitometri. Alyxia reinwardtii Bl. (pulasari) dalam penelitian ini berasal dari Kebun Raya Purwodadi, Jawa timur. Isolat jamur endofit ALE.30.B telah diidentifikasi oleh Institut fur Pharmazeutische Biologie, Universitut Dusseldorf, Germany sebagai Kabatiella caulivora. Jamur endofit Kabatiella caulivora (ALE.30.B) dikultivasi dalam media Malt Extract Cair dengan inkubasi selama 4 minggu pada suhu kamar. Miselia diekstraksi dalam metanol 80% dengan diultrasonik selama 15 menit dan dikocok menggunakan rotary shaker selama 10 menit, ekstraksi dilakukan sebanyak 3 kali. Residunya diekstraksi kembali dengan dikloro metana melalui cara yang sama. Media diekstraksi dengan etil asetat sebanyak 1/3 bagian (v/v) melalui pengocokan menggunakan rotary shaker selama 1 jam, ekstraksi ini diulang 3 kali. Semua ekstrak yang diperoleh dipekatkan dengan vakum rotavapour pada suhu 35°C hingga kering, kecuali ekstrak metanol dipekatkan pada suhu 50°C. Ketiga ekstrak tersebut selanjutnya ditotolkan sebanyak 2 – 10 µL pada fase diam silika gel F254 kemudian dieluasi dengan fase gerak etil asetat : metanol : air (7 : 2 : 1, v/v) untuk ekstrak metanol miselia, n-heksana : etil asetat (8 : 2, v/v) untuk ekstrak dikloro metana miselia, n-heksana : etil asetat (2 : 8, v/v) dan etil asetat : metanol : air (7 : 2 : 1, v/v) untuk ekstrak etil asetat media. Selanjutnya dilakukan pengamatan menggunakan sinar UV 254 nm, anisaldehid – asam sulfat, vanilin – asam sulfat, ceri – asam sulfat, dragendorf, dan ninhidrin melalui pemanasan pada suhu 100°C selama ± 10 menit (kecuali dragendorf), kemudian dipayar dengan densitometer pada λ 254 nm (UV) dan 400 nm (Vis). Metabolit dalam ekstrak metanol 80% dan ekstrak dikloro metana miselia, serta ekstrak etil asetat media jamur endofit Kabatiella caulivora (ALE.30.B) dari Alyxia reinwardtii B1. (pulasari) mengandung senyawa yang bersifat UV aktif serta memberikan reaksi positif terhadap penampak noda anisaldehid – asam sulfat, vanilin – asam sulfat, ceri – asam sulfat, dan dragendorf. Di samping itu senyawa metabolit dalam ekstrak metanol 80% miselia juga bereaksi posiitif terhadap ninhidrin. Pada ekstrak metanol 80% miselia noda yang relatif dominan adalah noda yang memiliki Rf 0,96 dengan penampak noda anisaldehid – asam sulfat serta noda yang memiliki Rf 0,92 dengan penampak noda vanilin – asam sulfat. Pada ekstrak dikloro metana miselia noda yang relatif dominan adalah noda yang memiliki Rf 0,77 dengan penampak noda anisaldehid – asam sulfat, noda yang memiliki Rf 0,83 dengan penampak noda vanilin – asam sulfat, serta noda yang memiliki Rf 0,81 dengan penampak noda ceri – asam sulfat. Pada ekstrak etil asetat media noda yang relatif dominan adalah noda yang memiliki Rf 0,70 dengan penampak noda anisaldehid – asam sulfat serta noda yang memiliki Rf 0,91 dengan penampak noda vanilin – asam sulfat. Profil kandungan metabolit dalam ekstrak metanol 80% miselia jamur endofit Kabatiella caulivora (ALE.30.B) dari Alyxia reinwardtii B1. (pulasari) secara KLT-Densitometri dengan fase diam silika gel F254 dan fase gerak etil asetat : metanol : air (7 : 2 : 1, v/v) adalah : pada pengamatan menggunakan sinar UV 254 nm dihasilkan 3 noda gelap dengan Rf 0,57; 0,69; dan 0,90. Noda dengan Rf 0,57 memiliki λ maks 266 nm. Deteksi menggunakan anisaldehid – asam sulfat dihasilkan 3 noda berwarna cokelat, ungu, ungu tua dengan Rf 0,23; 0,36; 0,96 serta memiliki λ maks 400 nm, 400 nm, dan 598 nm. Deteksi menggunakan vanilin – asam sulfat dihasilkan 3 noda berwarna hijau kebiruan, hijau kekuningan, biru keabu-abuan dengan Rf 0,23; 0,43; dan 0,92. Noda dengan Rf 0,23 dan 0,92 memiliki λ maks 671 nm serta 620 nm. Deteksi menggunakan ceri – asam sulfat dihasilkan 2 noda berwarna cokelat kehitaman, cokelat kekuningan dengan Rf 0,08 dan 0,20. Deteksi menggunakan dragendorf memberikan hasil negatif, sedangkan dengan ninhidrin dihasilkan 4 noda berwama ungu, ungu, ungu muda, cokelat muda dengan Rf 0,12; 0,23; 0,29; dan 0,36. Profil kandungan metabolit dalam ekstrak dikloro metana miselia jamur endofit Kabatiella caulivora (ALE.30.B) dari Alyxia reinwardtii Bl. (pulasari) secara KLT-Densitometri dengan fase diam silika gel F254 dan fase gerak n-heksana : etil asetat (8 : 2, v/v) adalah : pada pengamatan menggunakan sinar UV 254 nm dihasilkan 1 noda gelap dengan Rf 0,73. Deteksi menggunakan anisaldehid – asam sulfat dihasilkan 3 noda berwarna ungu, ungu, ungu kemerahan dengan Rf 0,23; 0,37; 0,77 serta memiliki λ maks 432 nm, 432 nm, dan 433 nm. Deteksi menggunakan vanilin – asam sulfat dihasilkan 4 noda berwarna biru tua, biru keabu-abuan, biru tua, biru tua dengan Rf 0,29; 0,46; 0,83; 0,92 serta memiliki λ maks 620 nm, 621 nm, 626 nm, dan 626 nm. Deteksi menggunakan ceri – asam sulfat dihasilkan 5 noda berwarna cokelat kehitaman, cokelat tua, cokelat tua, cokelat, cokelat tua dengan Rf 0,07; 0,23; 0,29; 0,81; dan 0,91. Deteksi menggunakan dragendorf dan juga ninhidrin memberikan basil negatif. Profil kandungan metabolit dalam ekstrak etil asetat media jamur endofit Kabatiella caulivora (ALE.30.B) dari Alyxia reinwardtii Bl. (pulasari) secara KLT-Densitometri dengan fase diam silika gel F254 dan fase gerak n-heksana : etil asetat (2 : 8, v/v) serta etil asetat : metanol : air (7 : 2 : 1, v/v) adalah : pada fase gerak n-heksana : etil asetat (2 : 8, v/v), pengamatan menggunakan sinar UV 254 nm dihasilkan 4 noda gelap dengan Rf 0,34; 0,58; 0,70; 0,88 serta memiliki λ maks 294 nm, 236 nm, 268 nm, dan 287 nm. Deteksi menggunakan anisaldehid – asam sulfat dihasilkan 4 noda berwarna hijau kehitaman, cokelat kekuningan, hijau muda, ungu dengan Rf 0,46; 0,54; 0,66; 0,70 serta memiliki λ maks 422 nm, 404 nm, 404 nm, dan 400 nm. Deteksi menggunakan vanilin – asam sulfat dihasilkan 5 noda berwama biru muda, biru tua, biru keabu-abuan, biru tua, biru tua dengan Rf 0,34; 0,52; 0,68; 0,81; 0,91. Noda dengan Rf 0,81 dan 0,91 memiliki λ maks 609 nm serta 623 nm. Deteksi menggunakan ceri – asam sulfat dihasilkan 2 noda yang semuanya berwarna cokelat kekuningan dengan Rf 0,20 dan 0,69. Deteksi menggunakan dragendorf dan juga ninhidrin memberikan hasil negatif Pada fase gerak etil asetat : metanol : air (7 : 2 : 1, v/v), pengamatan menggunakan sinar UV 254 nm dihasilkan 5 noda gelap dengan Rf 0,32; 0,44; 0,60; 0,70; 0,83 serta memiliki λ maks 298 nm, 307 nm, 298 nm, 288 nm, dan 288 nm. Deteksi menggunakan anisaldehid – asam sulfat dihasilkan 3 noda berwarna cokelat muda, cokelat keunguan, ungu dengan Rf 0,67; 0,79; 0,87 serta memiliki λ maks 401 nm, 403 nm, dan 424 nm. Deteksi menggunakan vanilin – asam sulfat dihasilkan 4 noda berwarna biru keabu-abuan, biru keabu-abuan, biru tua, biru tua dengan Rf 0,56; 0,72; 0,86; 0,89 serta memiliki λ maks 445 nm, 619 nm, 597 nm, dan 612 nm. Deteksi menggunakan ceri – asam sulfat dihasilkan 1 noda yang berwarna cokelat kemerahan dengan Rf 0,91. Deteksi menggunakan dragendorf dan juga ninhidrin memberikan hasil negatif. Disarankan melakukan optimasi media dan kondisi pertumbuhan jamur endofit Kabatiella caulivora (ALE.30.B), optimasi fase gerak dan fraksinasi ekstrak. Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai interaksi jamur endofit Kabatiella caulivora (ALE.30.B) dengan Alyxia reinwardtii Bl. (pulasari). Membandingkan profil senyawa metabolit yang terkandung dalam kulit batang Alyxia reinwardtii Bl. (pulasari) dengan yang ada pada jamur endofit Kabatiella caulivora (ALE.30.B). Melakukan penelitian mengenai spesies jamur endofit lain pada Alyxia reinwardtii Bl.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 26/06 Irf s
Uncontrolled Keywords: METABOLITES; ENDOPHYTIC FUNGI
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Nurliya Irfiani, 050112378UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGUNAWAN INDRAYANTO, Prof. Dr. Apt.UNSPECIFIED
ContributorNOOR ERMA, Dra. Apt., Ms.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 09 Aug 2006 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 20:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10357
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item