SINTESIS HEKSANOILTIOUREA DAN UJI AKTIVITAS PENEKAN SISTEM SARAF PUSAT PADA MENCIT (Mus musculus)

Susilowati, 0501124446 (2006) SINTESIS HEKSANOILTIOUREA DAN UJI AKTIVITAS PENEKAN SISTEM SARAF PUSAT PADA MENCIT (Mus musculus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-susilowati-1651-kkbkk-2-k.pdf

Download (334kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-susilowati-1651-ff1480-s.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stress merupakan penyakit yang sering terjadi pada masyarakat sekarang ini. Reksohadiprodjo (1998) telah mensintesis senyawa isovalerilurea yang mempunyai aktivitas penekan sistem saraf pusat dan aktivitasnya seperempat dari aktivitas bromisoval. Siswandono (2001) juga telah mensintesis turunan ureida asiklik, yaitu : valerilurea, heksanoilurea dan oktanoilurea yang mempunyai efek potensiasi terhadap tiopental dan gangguan fungsi gerak. Sintesis heksanoiltiourea telah dilakukan melalui reaksi asilasi salah satu gugus –NH2 dari tiourea dengan gugus heksanoil dari heksanoil klorida. Metode reaksi yang di gunakan pada sintesis ini adalah gabungan antara metode Shcotten Bauman dan metode pencampuran kering dengan menggunakan pelarut tetrahidrofuran (THF), reaksi ini memberikan persentase hasil 36,22 %. Secara teoritis heksanoilktiourea mempunyai lipofilitas yang lebih tinggi dari heksanoilurea. Heksanoilurea mempunyai aktivitas penekan sistem saraf pusat, sehingga diharapkan senyawa heksanoiltiourea juga mempunyai aktivitas penekan sistem saraf pusat. Senyawa hasil sintesis di uji kemurniannya dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan pemeriksaan titik lebur. Hasil pemeriksaan dengan KLT pada tiga macam fase gerak yaitu campuran etanol : etil asetat (9:1), metanol : etil asetat (3:1) dan etanol : kloroform (3:1) hanya tampak satu noda sehingga menunjukkan hasil sintesis merupakan senyawa tunggal. Hasil penentuan titik lebur menunjukkan perbedaan yang kecil (1°C), data ini mendukung bahwa senyawa hasil sintesis relatif murni. Identifikasi struktur senyawa hasil sintesis dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, spektrofotometer infra merah (FT-IR) dan spektrometer resonansi magnit inti (1H-NMR). Dari hasil identifikasi spektra disimpulkan bahwa senyawa hasil sintesis adalah heksanoiltiourea. Heksanoiltiourea di uji aktivitas penekan sistem saraf pusatnya dengan metode potensiasi terhadap tiopental. Aktivitas potensiasinya dibandingkan dengan bromisoval. Uji aktivitas potensiasi terhadap tiopental dilakukan pada dosis 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB. Lama waktu tidur mencit di hitung ketika mencit mulai tidur setelah pemberian tiopental pada menit ke- 15 setelah diberi senyawa uji. Data hasil uji aktivitas dianalisis dengan uji F satu arah (one way anova) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil uji anova menunjukkan bahwa senyawa heksanoiltiourea mempunyai aktivitas potensiasi terhadap tiopental dan pada dosis 50 mg/kgBB mempunyai efektifitas hampir sama dengan bromisoval dosis 50 mg/kgBB.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 148/06 Sus s
Uncontrolled Keywords: CENTRAL NERVOUS SYSTEM DEPRESSATS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Susilowati, 0501124446UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSISWANDONO, Prof.,Dr.,MS. Apt.UNSPECIFIED
ContributorSUKO HARDJONO, Drs. ,MS.,Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 15 Aug 2006 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 17:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10358
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item