SINTESIS 4-NITROBENZOILTIOUREA DAN UJI AKTIVITAS PENEKAN SISTEM SARAF PUSAT PADA MENCIT (Mus musculus)

Agnestina Ningtyas, 050110060E (2006) SINTESIS 4-NITROBENZOILTIOUREA DAN UJI AKTIVITAS PENEKAN SISTEM SARAF PUSAT PADA MENCIT (Mus musculus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-ningtyasag-1704-kkbkk-2-k.pdf

Download (361kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-ningtyasag-1704-ff8906-s.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Siswandono (1998) telah mensintesis benzoilurea melalui reaksi asilasi antara salah satu gugus amina primer pada urea dengan gugus benzoil dari turunan benzoil klorida. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan linier yang bermakna antara sifat lipofilik dan elektronik turunan benzoilurea dengan aktivitas penekan sistem saraf pusat (gangguan koordinasi gerak)(Siswandono, 2000). Suzana (2004) telah melakukan sintesis benzoiltiourea, dengan melakukan reaksi asilasi antara salah satu gugus -NH2 dari tiourea dengan gugus benzoil dari benzoil klorida. Dari hasil uji aktivitas, ternyata senyawa hasil sintesis mempunyai efek pada sistem saraf pusat, sehingga dapat dijadikan senyawa induk untuk dikembangkan lebih lanjut aktivitasnya. Sintesis senyawa 4-nitrobenzoiltiourea dilakukan melalui reaksi asilasi antara 4-nitrobenzoil klorida dengan tiourea. Substituen nitro mempunyai sifat elektronik besar, sehingga diharapkan dapat memperkuat ikatan obat dan reseptor, dan diharapkan mempunyai aktivitas sebagai penekan sistem saraf pusat yang lebih besar dari senyawa induk benzoiltiourea. Metode yang digunakan disini adalah metode gabungan antara metode Schotten-Baumann dengan metode pencampuran fisik menggunakan pelarut tetrahidrofuran dan dilakukan pemanasan ± 100°C selama 2,5 jam untuk menyempurnakan reaksi. Pada sintesis senyawa 4-nitrobenzoiltiourea dilakukan rekristalisasi berulang kali dengan aseton panas agar didapatkan senyawa murni. Hasil rekristalisasi berupa kristal jarum, berwarna putih, tidak berbau dan tidak berasa. Persentase hasil sintesis yang diperoleh dari penelitian ini adalah 33,42 %. Kemurnian senyawa hasil sintesis dilakukan dengan KLT menggunakan berbagai fase gerak dan penentuan titik lebur. Adanya noda tunggal pada ketiga fase gerak dan titik lebur senyawa yang sempit menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis murni secara KLT. Identifikasi struktur senyawa dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, spektrofotometer FT-IR, spektrofotometer H-NMR. Dari ketiga spektrum tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa hasil sintesis adalah 4-nitrobenzoiltiourea. Uji aktivitas penekan sistem saraf pusat senyawa 4-nitrobenzoiltiourea dilakukan dengan uji potensiasi dengan tiopental pada mencit (Mus musculus), yaitu dengan menyuntikkan senyawa 4-nitrobenzoiltiourea 100 mg/kg BB + tiopental 60 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB + tiopental 60 mg/kg BB pada mencit secara intraperitoneal pada waktu aktivitas puncak. Sebagai senyawa pembanding digunakan benzoiltiourea. Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa senyawa 4-nitrobenzoiltiourea mempunyai aktivitas potensiasi terhadap tiopental yang lebih besar dibanding senyawa induk benzoiltiourea.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 89/06 Nin s
Uncontrolled Keywords: ACYLATION; THIOUREA
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Agnestina Ningtyas, 050110060EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSISWANDONO, Prof.,Dr. M.SUNSPECIFIED
ContributorNUZUL WAHYUNING D, Dra. ,MSiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 16 Aug 2006 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 20:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10362
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item