PENGARUH PENGATURAN pH DAN PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN (NATRIUM METABISULFIT 1%) TERHADAP STABILITAS SEDIAAN PARENTERAL KLORPROMAZIN HCl

Rahayu Indraningtyah, 050012317 (2006) PENGARUH PENGATURAN pH DAN PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN (NATRIUM METABISULFIT 1%) TERHADAP STABILITAS SEDIAAN PARENTERAL KLORPROMAZIN HCl. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-indraningt-1709-kkbkk-2-k.pdf

Download (386kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-indraningt-1709-ff1470-p.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Klorpromazine HCl tersedia dalam beberapa bentuk sediaan yaitu sirup, tablet, suposutoria dan parenteral. Idealnya, sediaan injeksi harus diformulasi pada pH yang sama dengan cairan tubuh. Hal tersebut tidak dapat dilakukan pada beberapa bentuk sediaan parenteral, karena bahan aktifnya tidak stabil pada pH cairan tubuh, oleh karena itu beberapa obat diformulasikan pada pH stabilitasnya. Klorpromazin hidroklorid mempunyai sifat mudah teroksidasi sehingga menyebabkan sediaan parenteral yang tidak berwarna menjadi merah muda. Dengan adanya perubahan warna maka mutu sediaan akan diragukan oleh konsumen walaupun aktivitasnya tidak berubah. Proses oksidasi klorpromazin hidroklorid menjadi klorpromazin sulfoxid dikatalisis oleh adanya cahaya, suasana asam-basa dan adanya oksigen dari sistem. Pengaturan pH sediaan sangat diperlukan, mengingat bahwa bahan aktif (klorpromazin HCl) stabil pada pH tertentu yaitu 3,5-4,5 dan proses oksidasinya dipercepat pada larutan alkali . Pada penelitian ini akan melihat pengaruh pengaturan pH dan penggunaan antioksidan natrium metabisulfit 1 % terhadap stabilitas sediaan parenteral klorpromazin HCl. Pada penelitian ini akan dibuat 4 formula yang masing-masing formula dibedakan dalam pengaturan pH nya yaitu untuk formula 1 didapar pada pH 4 ± 0,05, formula 2 didapar pada pH 5 ± 0,05, formula ketiga didapar pada pH 6 ± 0,05, dan formula keempat tanpa dapar. Sediaan parenteral klorpromazin HCl dibuat dengan kadar 2,5% dengan penambahan antioksidan natrium metabisulfit (1%) dalam wadah ampul coklat 2 ml. Uji stabilitas dilakukan untuk menjamin mutu sediaan agar tetap stabil selama pembuatan, penyimpanan dan pemakaian oleh konsumen. Stabilitas yang akan diamati meliputi kimia, dan fisika. Stabilitas kimia yang akan diteliti meliputi penetapan kadar klorpromazin HCl sebelum dan sesudah pemanasan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh panas, penetapan kadar sediaan parenteral klorpromazin HCl setelah pemanasan dan penyimpanan pada suhu 40 °C ± 2 °C selama 17 hari (diamati pada hari ke 0,3,7,12, dan 17) dan pemeriksaan pH dilakukan pada hari ke 0,3,7,12,dan 17. Stabilitas fisika meliputi kejernihan, bau, dan warna juga diamati setiap kali pengamatan. Untuk mencegah adanya mikroba atau jamur pada sediaan parenteral maka dilakukan sterilisasi uap (panas basah) sebanyak satu kali pada suhu 121°C ± 1 °C selama 15 menit, oleh sebab itu juga dilakukan uji sterilitas sediaan parenteral klopromazin HCl dengan menggunakan metode inokulasi langsung. Uji sterilitas dilakukan dalam dua tahap dan masing-masing tahap diamati selama 2 minggu. Sebelum dilakukan uji stabilitas sediaan parenteral klorpromazin HCl, telah dilakukan validasi metode KLT-Densitometri yang akan diterapkan untuk penetapan kadar sediaan parenteral klorpromazin HCl. Hasil penelitian menunjukkan pemanasan yang dilakukan pada suhu 121°C ± 1 °C selama 15 menit menyebabkan penurunan kadar klorpromazin HCl, tetapi secara statistik tidak bermakna, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanasan tidak berpengaruh terhadap stabilitas sediaan parenteral klorpromazin HCl. Sediaan parenteral klorpromazin HCl yang didapar pada pH 6 tidak stabil karena cenderung terbentuk endapan yang terlihat sebagai kabut koloid dan terjadi penurunan kadar hingga 87,24 %, oleh karena itu untuk selanjutnya tidak disertakan dalam pengolahan data. Berdasarkan perhitungan harga tetapan peruraian (k) dari hubungan antara log Ct dengan waktu (t) diperoleh hasil bahwa formula satu (pH 4) mempunyai harga k yang paling besar dibandingkan dengan formula dua (pH 5) dan formula keempat (tanpa dapar). Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sediaan parenteral klorpromazin HCl yang didapar pada pH 4 lebih cepat terdegradasi dibandingkan sediaan yang didapar pada pH 5, dan tanpa dapar. Dari penelitian ini disaranakan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap stabilitas sediaan parenteral klorpromazin HCl dengan pengaturan pH yang lebih bervariasi dan penggunaan dapar yang juga lebih bervariasi sehingga diperoleh data yang lebih lengkap tentang studi stabilitas sediaan parenteral klorpromazin HCl.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 147/06 Ind p
Uncontrolled Keywords: HYDROGEN � ION CONCENTRATION; CHLORPROMAZINE
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Rahayu Indraningtyah, 050012317UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSUGIYARTONO, Drs. ,MSUNSPECIFIED
ContributorSOEMARTINA, Dra. ,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 22 Aug 2006 12:00
Last Modified: 16 Jul 2017 18:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10366
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item