SINTESIS OKTANOILTIOUREA DAN UJI AKTIVITAS PENEKAN SISTEM SARAF PUSAT PADA MENCIT (Mus musculus)

Ranti Pristyawati, 050110066E (2006) SINTESIS OKTANOILTIOUREA DAN UJI AKTIVITAS PENEKAN SISTEM SARAF PUSAT PADA MENCIT (Mus musculus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-pristyawat-1713-kkbkk-2-k.pdf

Download (337kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-pristyawat-1713-ff9206-s.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Usaha untuk mendapatkan senyawa baru yang mempunyai aktivitas penekan sistem saraf pusat yang lebih poten dengan efek samping minimal terus dilakukan sampai sekarang. Salah satunya adalah dengan melakukan modifikasi struktur ureida asiklik. Siswandono (2001) mensintesis empat senyawa turunan ureida asiklik benzoilurea, valerilurea, heksanoilurea dan oktanoilurea. Senyawa turunan ureida asiklik benzoil melalui reaksi asilasi, gugus amin bebas dari urea dengan gugus asil dari senyawa klorida asam. Senyawa hasil sintesis menunjukkan aktivitas penekan sistem saraf pusat berupa gangguan koordinasi gerak dan efek potensiasi dengan tiopental. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa baru turunan ureida asiklik yang mempunyai aktivitas penekan sistem saraf pusat yang lebih besar dari pada bromisoval dan tidak memiliki efek bromisme, yaitu dengan melakukan modifikasi lebih lanjut dengan penggantian atom O dengan atom S pada C2 dari senyawa barbiturat sehingga dapat meningkatkan kelarutannya dalam lemak, mula kerja cepat dan larva kerja pendek. Sintesis senyawa oktanoiltiourea dilakukan melalui reaksi asilasi antara senyawa oktanoil klorida dan tiourea. Oktanoiltiourea mengandung gugus S yang bias meningkatkan lipofilitasnya sehingga kelarutannya dalam lemak meningkat sehingga bisa menembus sawar darah otak yang mengakibatkan senyawa oktanoiltiourea mempunyai aktivitas penekan sistem saraf pusat. Reaksi asilasi dilakukan dengan metode gabungan antara metode pencampuran fisik dengan metode Schotten-Baumann menggunakan pelarut tetrahidrofuran dan dilakukan pemanasan pada suhu 80 -100°C selama 2,5 jam untuk menyempurnakan reaksi. Kemudian dilakukan pemurnian hasil sitesis dengan pelarut etanol panas. Kemumian senyawa hasil sintesis dilakukan pada KLT menggunakan berbagai fase gerak dan penentuan jarak lebur. Adanya noda tunggal pada ketiga fase gerak dan jarak lebur yang sempit menunjukkan bahwa senyawa hasil sitesis senyawa tunggal. Identifikasi struktur senyawa dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, spektrofotometer FT-IR dan spectrometer 1H-NMR. Dari ketiga spectrum tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa hasil sintesis adalah oktanoiltiourea. Uji aktivitas penekan sistem saraf pusat senyawa oktanoiltiourea dilakukan dengan uji potensiasi dengan tiopental pada mencit (Mus musculus), yaitu dengan menyuntikkan senyawa oktanoiltiourea 25 mg/kg BB + tiopental 60 mg/kg BB dan dosis 50 mg/kg BB + tiopental 60 mg/kg BB pada mencit secara intraperitonial pada waktu aktivitas puncak sebagai senyawa pembanding digunakan bromisoval. Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa senyawa oktanoiltiourea mempunyai aktivitas potensiasi terhadap tiopental yang lebih besar dibanding senyawa bromisoval.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 92/06 Pri s
Uncontrolled Keywords: DRUGS � STRUCTURE � ACTIVITY RELATIONSHIP
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Ranti Pristyawati, 050110066EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSISWANDO, Prof. Dr. MS. Apt.UNSPECIFIED
ContributorSUKO HARDJONO, Drs. ,MS.,Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 22 Aug 2006 12:00
Last Modified: 18 Jul 2016 08:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10368
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item