PENGARUH PERBANDINGAN OBAT �POLIMER DAN PENAMBAHAN CROSS-LINKER TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN DARI MIKROPARTIKEL : PENELITIAN MIKROPARTIKEL KETOPROFEN NATRIUM ALGINAT YANG DIBUAT DENGAN METODE ORIFICE-IONIC GELATION

Dian Saktika N., 0502125563 (2007) PENGARUH PERBANDINGAN OBAT �POLIMER DAN PENAMBAHAN CROSS-LINKER TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN DARI MIKROPARTIKEL : PENELITIAN MIKROPARTIKEL KETOPROFEN NATRIUM ALGINAT YANG DIBUAT DENGAN METODE ORIFICE-IONIC GELATION. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-diansaktik-4558-kkbkk-2-k.pdf

Download (454kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-diansaktik-4558-ff1480-p.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ketoprofen memiliki waktu paruh plasma yang pendek, menyebabkan gangguan saluran cerna, dan praktis tidak larut dalam air. Oleh karena itu, diperlukan bentuk sediaan yang sesuai, salah satunya dalam bentuk sediaan mikropartikel yang membantu dispersi bahan yang tidak larut dalam air, mengeliminasi pelepasan bahan obat di lambung serta melepaskan bahan obat secara berkesinambungan sehingga dapat mencegah iritasi saluran cerna dan waktu paruh plasma menjadi lebih panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan obat-polimer dan penambahan cross-linker terhadap karakteristik fisik dan profil pelepasan dari mikropartikel Ketoprofen-Natrium alginat. Mikropartikel ketoprofen-Natrium alginat dibuat dengan metode orifice-ionic gelation, dengan perbandingan berat ketoprofen-Natrium alginat adalah 1:0,5 dan 1:1, masing-masing dengan penambahan dan tanpa penambahan cross-linker Glutaraldehid. Ketoprofen didispersikan ke dalam larutan Na Alginat (dengan perbandingan berat sesuai dengan masing-masing formula). Campuran Na Alginat dan ketoprofen diteteskan ke dalam larutan CaCl2 10%w/v, terbentuk mikropartikel yang tidak larut dalam larutan CaCl2. Mikropartikel direndam dalam larutan Glutaraldehid 25%w/v selama ± 1 jam dan dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 40°C selama 12 jam. Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi distribusi ukuran partikel, bentuk dan permukaan dari mikropartikel, kandungan bahan obat ketoprofen dalam mikropartikel, dan profil pelepasan bahan obat dari mikropartikel ketoprofen. Pada pemeriksaan bentuk dan permukaan mikropartikel ketoprofen dengan menggunakan mikroskop optik, menunjukkan bahwa pada mikropartikel tanpa penambahan cross-linker pada perbandingan obat-polimer 1:1 dihasilkan mikropartikel yang lebih sferis dan permukaan yang lebih rata dibandingkan pada perbandingan obat-polimer 1:0,5. Sedangkan pada mikropartikel dengan penambahan cross-linker, dihasilkan mikropartikel dengan bentuk yang sferis dan permukaan yang lebih rata serta lebih halus pada kedua perbandingan obat¬polimer yang berbeda. Hasil evaluasi distribusi ukuran partikel menunjukkan bahwa mikropartikel tanpa penambahan cross-linker pada perbandingan obat-polimer 1:0,5 dan 1:1 mempunyai rentang ukuran partikel antara 1194,76-1291,94 µm dan 1000,4-1097,58 µm. Sedangkan mikropartikel dengan penambahan cross-linker pada perbandingan obat-polimer 1:0,5 dan 1:1 mempunyai rentang ukuran partikel antara 1097,58-1194,76 µm dan 806,04-903,22 µm. Dari evaluasi kandungan ketoprofen dalam mikropartikel diperoleh untuk mikropartikel tanpa penambahan cross-linker pada perbandingan obat-polimer 1:0,5 dan 1:1 sebesar 68,25±0,19 % dan 48,55±1,37 %. Sedangkan mikropartikel dengan penambahan cross-linker pada perbandingan obat-polimer 1:0,5 dan 1:1 sebesar 92,59±1,66 % dan 64,13±2,08 %. Kemudian dilakukan analisis statistik dengan analisis varian untuk rancangan faktorial. Hasil analisis statistik yang dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan harga signifikan < dari 0,05 dan harga F hitung lebih besar dari F tabel. Hal ini menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak yaitu terdapat perbedaan bermakna antara masing-masing perbandingan obat-polimer, penambahan cross-linker, serta interaksi pengaruh perbandingan obat-polimer dan penambahan cross-linker terhadap kandungan bahan obat ketoprofen dalam mikropartikel. Selanjutnya dari evaluasi terhadap profil pelepasan ketoprofen dari mikropartikel menunjukkan bahwa profil pelepasan mikropartikel pada berbagai formula berbeda dengan profil pelepasan bahan obat ketoprofen sebagai kontrol. Persen pelepasan ketoprofen pada kontrol lebih besar dibandingkan dengan mikropartikel Ketoprofen-Natrium alginat. Dengan persen pelepasan ketoprofen pada menit ke-5, pada kontrol sebesar 89,83±3,86%, sedangkan pada mikropartikel Ketoprofen-Natrium alginat pada perbandingan obat-polimer 1:0,5 dan 1:1 tanpa penambahan cross-linker sebesar 1,96±0,56% dan 1,59±0,95%, dengan penambahan cross-linker sebesar 10,20±1,79% dan 12,38±1,20%. Mikropartikel ketoprofen dengan polimer Natrium alginat dan penambahan cross-linker, dapat menghambat pelepasan dibandingkan dengan kontrolnya. Persen pelepasan ketoprofen dari mikropartikel lebih meningkat dengan adanya penambahan, cross-linker, dibandingkan dengan mikropartikel tanpa adanya penambahan cross-linker. Perbedaan profil pelepasan ketoprofen dari mikropartikel pada perbedaan perbandingan obat-polimer tanpa penambahan cross-linker, tidak dapat teramati dengan jelas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK � 2 FF 148/07 Dia p
Uncontrolled Keywords: PRODUCTS LIABILITY - DRUGS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Dian Saktika N., 0502125563UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRETNO SARI, Dra. M.Sc.UNSPECIFIED
ContributorM. AGUS SYAMSUR RIZAL, SSi., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 08 May 2007 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 16:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10382
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item