ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN PROFIL KLT METABOLIT JAMUR ENDOFIT DARI Agave amaniensis

Dewi Milasari, 0501210175E (2007) ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN PROFIL KLT METABOLIT JAMUR ENDOFIT DARI Agave amaniensis. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-milasaride-4560-kkbkk-2-k.pdf

Download (437kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-milasaride-4560-ff1500-i.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fungi endofit organisme yang hidup di dalam jaringan tanaman, dan mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kondisi buruk, dapat memproduksi fitohormon, enzim, dan bahan obat. (Azevedo et al., 2000; Faeth, 2001). Daun Agave mengandung sterol–sterol seperti stigmasterol, kolesterol, kampesterol, dan sapogenin steroid seperti hekogenin tigogenin, manogenin, dan klorogenin (Julianto, 1993) Kandungan lain dari Agave adalah diosgenin (Blunden, et al, 1987). Ditemukan adanya hubungan antara tanaman Agave amaniensis dengan jamur endofit. Kedekatan ini kemungkinan dapat terjadi transfer genetik, sehingga berbagai metabolit sekunder tanaman juga dapat dihasilkan oleh fungi endofit (Strobel, 2001). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi, identifikasi dan mengetahui profit metabolit dari jamur endofit yang berasal dari Agave amaniensis. Penelitian ini diawali isolasi jamur endofit dari Agave amaniensis pada media Potato Dextrose Agar. Kultivasi pada media Potato Dektrose Broth diinkubasi selama 28 hari. Hasil kultivasi, miselia fungi endofit kering diekstraksi dengan n-heksan, etil asetat, dan metanol secara berturut-turut, masing-masing 3 kali. Hasil dari ekstraksi dirotavapour suhu 35° C, kecuali pemekatan fase metanol suhu 50 °C. Media kultivasi diekstraksi dengan etil asetat 1/2 volume media, digojok dengan Rotary Shaker 1 jam, dipisahkan dengan corong pisah. Proses ini diulangi sebanyak 3 kali. Hasil ekstraksi dirotavapour suhu 35 °C. Media yang sudah diekstraksi dengan etil asetat dipekatkan suhu 50 °C sampai terbentuk massa kental, diekstraksi dengan metanol. Hasilnya dirotavapour suhu 50 °C. Diperoleh ekstrak yaitu ekstrak etil asetat dan metanol dari media kultivasi, ekstrak n-heksan, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol dari miselia. Masing-masing ekstrak ditotolkan pada pelat KLT dengan fase diam silika gel F254. Diperoleh hasil ekstrak etil asetat dari media aktif terhadap sinar UV 254 nm, menghasilkan 4 noda dengan Rf 0,08; 0,27; 0,37; dan 0,56, pada UV 365 nm menghasilkan 1 noda nilai Rf 0,48 warna hijau kekuningan. Terhadap anisaldehid asam sulfat dengan nilai Rf sebesar 0,56 warna merah muda dan 0,67 ungu. Dragendorf dengan Rf sebesar 0,63 warna orange, serta negatif terhadap sitrat borat, dengan vanilin asam sulfat menghasilkan 2 noda Rf sebesar 0,71 dan 0,8 warna coklat dan biru. Ekstrak metanol media aktif dengan UV 254 nm menghasilkan 3 noda dengan nilai Rf 0,06; 0,10; dan 0,57 warna ungu, UV 365 nm hasilnya negatif. Terhadap anisaldehid asam sulfat menghasilkan 2 noda dengan Rf sebesar 0,25 dan 0,31 warna ungu kekuningan. Dragendorf dan sitrat borat hasilnya negatif, dengan vanilin asam sulfat menghasilkan 1 noda Rf sebesar 0,42 warna ungu kehijauan. Ekstrak n-heksan miselia aktif terhadap UV 254 nm menghasilkan 4 noda nilai Rf sebesar 0,45; 0,46; 0,60; dan 0,92 warna ungu, pada UV 365 nm hasilnya negatif, anisaldehid asam sulfat menghasilkan 3 noda dengan nilai Rf sebesar 0,57 dan 0,92 warna ungu dan 0,85 warna ungu kehijauan, dragendorf dan sitrat borat hasilnya negatif, vanilin asam sulfat menghasilkan 4 noda nilai Rf sebesar 0,55; 0,60; 0,70; dan 0,92. Ekstrak etil asetat miselia aktif terhadap sinar UV 254 nm menghasilkan 3 noda dengan Rf 0,64; 0,69; 0,78 warna ungu, pada UV 365 nm menghasilkan 2 noda dengan Rf 0,71 dan 0,75 warna hijau kekuningan, anisaldehid asam sulfat menghasilkan 1 noda 0,77 warna ungu, dragendorf dan sitrat borat hasilnya negatif, vanilin asam sulfat menghasilkan 2 noda dengan Rf 0,7 dan 0,76 warna ungu kebiruan dan biru tua. Ekstrak metanol miselia aktif terhadap sinar UV 254 nm menghasilkan 3 noda dengan Rf 0,84; 0,91; dan 0,96 warna ungu, pada UV 365 nm hasilnya negatif, anisaldehid asam sulfat menghaslkan 1 noda dengan Rf 0,86 warna ungu kemerahan, dragendorf dan sitrat borat hasilnya negatif, vanilin asam sulfat menghasilkan 2 noda nilai Rf 0,44 dan 0,77 warna biru dan biru kehijauan. Diharapkan dilakukan penelitian lebih lanjut tentang sistem eluen yang dapat memberikan nilai Rf dan proses pemisahan lebih baik. Selain itu diperlukan optimasi media dan kondisi pertumbuhan jamur endofit yang diperoleh, dan penelitian lebih lanjut mengenai interaksi jamur endofit dengan tanaman inangnya. Profil senyawa metabolit yang terkandung pada jamur endofit juga perlu dibandingkan dengan yang ada dalam tanaman Agave amaniensis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK � 2 FF 150/07 Mil i
Uncontrolled Keywords: MICOLOGY; PLANTS, MEDICINAL
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Dewi Milasari, 0501210175EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorGUNAWAN, Prof. Dr. AM. Apt.UNSPECIFIED
ContributorNOORMA ERMA, Dra. Apt., Ms.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 08 May 2007 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 16:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10383
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item