Toksisitas Entomopatogen Bacillus sp. yang Diisolasi Dari Larva di Penampung Air Domestik Tempat Perindukan Nyamuk Aedes aegypti Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue

Rahma Ramadhani (2020) Toksisitas Entomopatogen Bacillus sp. yang Diisolasi Dari Larva di Penampung Air Domestik Tempat Perindukan Nyamuk Aedes aegypti Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL .pdf

Download (503kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (333kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (341kB)
[img] Text
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (456kB)
[img] Text
5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf

Download (868kB)
[img] Text
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf

Download (553kB)
[img] Text
7. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf

Download (468kB)
[img] Text
8. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf

Download (324kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (445kB)
[img] Text
10. LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
11. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf

Download (141kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue yang menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Agen pengendali hayati, seperti bakteri Bacillus sp. menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai pengganti insektisida kimia yang menyebabkan berbagai masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 dan LT50 isolat yang diisolasi dari larva Aedes aegypti di penampung air domestik wilayah Surabaya dan Sidoarjo (Bacillus sp. LS3.3 dan LSD4.2) serta membandingkan toksisitas antara kedua isolat. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian, terdapat kelompok perlakuan yang diberi isolat Bacillus sp. dengan enam variasi konsentrasi yang berbeda, yaitu 0 mL (kontrol negatif); 0,5 mL; 1 mL; 2,5 mL; 5 mL dan 10 mL. Isolat Bacillus sp. ditambah dengan air PDAM hingga diperoleh total volume 45 mL. Terdapat tiga kali pengulangan (replikasi) untuk setiap perlakuan dan pada tiap replikasi, digunakan sebanyak 20 larva instar III Aedes aegypti. Toksisitas isolat bakteri ditentukan berdasarkan jumlah larva uji yang mati dalam waktu pemaparan 24 dan 48 jam. Untuk menentukan LC50 dan LT50, data dianalisis secara statistik menggunakan analisis probit dengan aplikasi Minitab 17. Perbedaan toksisitas ditentukan dengan membandingkan nilai lower-upper LC50 kedua isolat. Isolat Bacillus sp. LS3.3 dan LSD4.2 memiliki nilai LC50-24 jam sebesar 2,9 x 108 CFU/mL dan 6,8 x 108 CFU/mL, dengan nilai LC50-48 jam sebesar 2,7 x 108 CFU/mL dan 3,5 x 108 CFU/mL. Isolat Bacillus sp. LS3.3 dan LSD4.2 memiliki nilai LT50 pada 43,4 jam dan 51,5 jam. Isolat Bacillus sp. LS3.3 dan LSD4.2 memiliki perbedaan toksisitas yang signifikan, baik dalam waktu pemaparan 24 jam maupun 48 jam. Isolat Bacillus sp. LS3.3 memiliki toksisitas terhadap larva instar III Aedes aegypti yang lebih baik dibandingkan Bacillus sp. LSD4.2.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB. 20 / 20 RAM t
Uncontrolled Keywords: Bacillus sp., larva Aedes aegypti, toksisitas, LC50, LT50
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM
Rahma RamadhaniNIM081611433058
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorDwi Handayani, -NIDN0010116120
Depositing User: dewi
Date Deposited: 06 Feb 2021 04:17
Last Modified: 06 Feb 2021 04:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/103830
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item