PROFIL DRUG THERAPY PROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI (Studi Pada Pelayanan Resep Di Apotek Farmasi Airlangga Surabaya)

Yuchyil Firdausi, 050911204 (2013) PROFIL DRUG THERAPY PROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI (Studi Pada Pelayanan Resep Di Apotek Farmasi Airlangga Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2014-firdausiyu-29629-6.ringk-n.pdf

Download (276kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Apoteker memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan di tengah masyarakat yang diterapkan dalam tanggung jawab pharmaceutical care. Tanggung jawab apoteker dapat dilakukan dengan menjalankan tugasnya dalam melakukan identifikasi, mencegah dan mengatasi masalah terkait obat yang dialami pasien atau sering disebut dengan istilah Drug Therapy Problem (DTP). Tanggung jawab ini dilakukan agar luaran terapi pasien tercapai. Penggunaan obat dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk pasien hipertensi. Hipertensi termasuk dalam peringkat 10 besar penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan dan rawat inap serta menempati peringkat ketiga tingkat kematian tertinggi pada pasien rawat inap dengan menyumbang angka 4,81%. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan obat pada pasien hipertensi. Penelitian tentang penggunaan obat tidak hanya dapat dilakukan di rumah sakit melainkan dapat pula dilakukan di Apotek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil DTP pada pasien hipertensi yang mendapatkan pelayanan resep di Apotek Farmasi Airlangga. Penelitian ini bersifat deskriptif dan cross sectional yang dilaksanakan di Apotek Farmasi Airlangga pada bulan Februari 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan wawancara bebas terpimpin. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien hipertensi yang menebus obat dengan resep di Apotek Farmasi Airlangga pada bulan Februari 2013. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan cara sensus yaitu semua jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Kriteria inklusi responden pada penelitian ini adalah pasien yang didiagnosa hipertensi oleh dokter, pasien hipertensi atau keluarga pasien yang menebus obat antihipertensi dengan resep di Apotek Farmasi Airlangga, bersedia menjadi responden, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Variabel yang digunakan ada 7 yang merupakan kategori DTP yaitu terapi obat tidak diperlukan, kebutuhan akan terapi obat tambahan, obat tidak efektif, dosis terlalu rendah, dosis terlalu tinggi, reaksi obat yang tidak diinginkan, dan ketidakpatuhan. Instrumen yang digunakan adalah informed consent, PMR, pedoman interview, DTP registration form, dan peneliti sebagai interviewer. Instrumen tersebut divalidasi dengan cara role playing menggunakan simulasi resep. Instrumen dinyatakan valid apabila hasil yang diperoleh konsisten, sesuai variabel, dan tidak bias. Total pasien yang menebus obat untuk pasien hipertensi di Apotek Farmasi Airlangga pada bulan Februari 2013 adalah 84 pasien dengan total 86 resep. Delapan puluh empat pasien tersebut terdiri dari 31 pasien berjenis kelamin laki-laki dan 53 perempuan dengan rata-rata usia 60,7 tahun. Obat yang banyak diresepkan adalah golongan calcium channel blocker (CCB) yaitu amlodipin dengan nama dagang Norvask atau Intervask dan nama generik amlodipin. Pada pasien hipertensi ini, 37,2% pasien mengalami paling sedikit satu DTP dengan rata-rata 1,03±0,86 masalah tiap pasien dan 31% pasien tidak mengalami DTP. DTP yang teridentifikasi dalam penelitian ini ada 4 kategori yaitu 1,1% (1) terapi obat yang tidak diperlukan, 9,2% (8) kebutuhan akan terapi obat tambahan, 34,5% (30) Adverse Drug Reaction atau ADR, dan 55,2% (48) ketidakpatuhan. Masing-masing pasien dapat mengalami lebih dari satu kategori DTP dan masing-masing DTP dapat disebabkan lebih dari satu penyebab. DTP pada pasien hipertensi cukup tinggi, oleh karena itu apoteker harus mengoptimalkan perannya dalam mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi DTP. Apoteker memiliki tanggungjawab yang besar dalam hal ini. Dari penelitian ini disarankan bagi apoteker untuk memiliki kemampuan dalam menggali informasi untuk mengidentifikasi DTP, menggunakan sumber data pendukung lain yaitu data rekam medis, dan kerjasama antara apoteker dengan tenaga kesehatan lain untuk mencegah dan mengatasi DTP yang terjadi pada pasien hipertensi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. Kom. 47/13 Fir p
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; HYPERTENSION
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Yuchyil Firdausi, 050911204UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYunita Nita, S.Si., M Pharm., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 27 Jan 2014 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 03:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10425
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item