IDENTIFIKASI DRUG THERAPY PROBLEMS PADA PASIEN IBU HAMIL YANG MENDAPAT PELAYANAN RESEP (Studi di Apotek Farmasi Airlangga)

Carissa Prihatma Dewi, 050911176 (2013) IDENTIFIKASI DRUG THERAPY PROBLEMS PADA PASIEN IBU HAMIL YANG MENDAPAT PELAYANAN RESEP (Studi di Apotek Farmasi Airlangga). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2014-dewicariss-29650-6.ringk-n.pdf

Download (279kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kesehatan adalah keadaan dimana makhluk hidup dikatakan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seorang apoteker memiliki peran dalam mewujudkan kesehatan bagi masyarakat yang diterapkan dalam tanggung jawab pharmaceutical care. Adapun penerapan dari tanggung jawab apoteker dapat dilakukan dengan menjalankan tugasnya dalam melakukan identifikasi masalah, mencegah dan mengatasi yang dialami seseorang terkait obat yang sering dikenal dengan istilah Drug Therapy Problem. Tujuan Drug Therapy Problem (DTPs) ialah agar penggunaan obat yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan akan obat yakni efektif, tepat indikasi, aman dan dapat menerapkan kepatuhan seseorang (pasien). Penggunaan obat dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk wanita usia produktif yang sedang dalam kondisi hamil. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan obat terhadap ibu hamil mengingat bahwa penggunaan obat yang dilakukan tidak hanya memberikan efek bagi ibu saja melainkan juga janin yang ada dalam rahim ibu tersebut. Penelitian tentang penggunaan obat tidak hanya dapat dilakukan di rumah sakit melainkan dapat pula dilakukan di Apotek. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya DTPs pada pelayanan resep di Apotek Farmasi Airlangga untuk pasien ibu hamil. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional di Apotek Farmasi Airlangga pada bulan Februari 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan wawancara bebas terpimpin. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang menebus obat dengan resep di Apotek Farmasi Airlangga yang dapat berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi responden penelitian. Instrumen yang digunakan berupa lembar kesediaan menjadi responden, peneliti sendiri sebagai interviewer, pedoman interview, PMR dan Drug Therapy Problems registration form yang telah dimodifikasi dari DRPs registration form V5.01 (PCNE Classification) (van Mil, 2005). Pada masing-masing instrumen dilakukan uji validitas rupa dan isi, setelah dinyatakan lulus uji validitas maka instrumen dapat digunakan dalam penelitian. Total pasien yang menebus obat untuk ibu hamil di Apotek Farmasi Airlangga pada bulan Februari 2013 adalah 19 pasien dengan total 25 resep. Obat yang banyak diresepkan adalah golongan vitamin dan mineral sebesar 50 (80,65%). DTPs yang teridentifikasi dalam penelitian ini ada 4 kategori yaitu 5% (1) DTPs kebutuhan akan terapi obat tambahan, 5% (1) DTPs terapi obat yang tidak diperlukan, 65% (13) DTPs Adverse Drug Reaction atau ADR, dan 25% (5) DTPs ketidakpatuhan. Masing-masing pasien dapat mengalami lebih dari satu kategori DTPs dengan lebih dari satu penyebab. Didapatkan 44% responden tidak mengalami DTPs dan 32% mengalami DTPs berjumlah 1 DTPs. Pada hasil identifikasi DTPs kategori reaksi obat yang tidak diinginkan didapatkan kejadian 1 DTPs aktual dan 13 DTPs potensial Penyebab dari kategori ini adalah interaksi obat dan efek samping obat. Kejadian DTPs kategori ketidakpatuhan pada disebabkan oleh tindakan pasien dimana terdapat 1 pasien tidak memahami petunjuk , 3 pasien lebih memilih untuk tidak meminum obat, 1 pasien lupa minum obat, dan 1 pasien tidak dapat menelan atau menggunakan sendiri produk obat dengan tepat. Pada penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas responden yaitu sebesar 23 (92%) datang ke dokter untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin. Namun terdapat 2 responden yang melakukan kunjungan ke dokter disertai dengan gangguan kesehatan lainnya yaitu batuk dan flu. Kategori DTPs kebutuhan akan terapi obat tambahan dan terapi obat yang tidak diperlukan akan lebih akurat bila didukung data lain dari pasien serta adanya kerjasama antar apoteker dan dokter. Hasil penelitian yang telah dilakukan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa penggunaan obat pada ibu hamil yang melakukan penebusan obat dengan resep di Apotek Farmasi Airlangga termasuk dalam kategori baik dan tidak memunculkan masalah yang serius karena mayoritas ibu hamil tidak mengalami DTPs. Jumlah kejadian DTPs yang banyak terjadi pada penelitian-penelitian terdahulu yaitu ketidakpatuhan (59,1%) dalam penelitian ini hanya terjadi sebesar 25%. Selain itu produk obat yang diresepkan memang pada umumnya dibutuhkan oleh ibu hamil yaitu golongan vitamin dan mineral sehingga tidak terjadi banyak pertimbangan dalam pemilihan obat tersebut terlebih mayoritas pasien tidak sedang mengalami gangguan kesehatan. Meskipun demikian Apoteker harus tetap memonitor penggunaan obat pada ibu hamil. Apoteker dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain guna mempermudah dan mendapat data-data pendukung dari pasien sehingga diperoleh hasil yang lebih akurat dalam mengidentifikasi DTPs.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. Kom. 51/13 Dew i
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; PHARMACY; PREGNACY
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Carissa Prihatma Dewi, 050911176UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYunita Nita, S.Si., M Pharm., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 28 Jan 2014 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 03:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10429
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item