PROFIL PELAYANAN RESEP OBAT ASAM MEFENAMAT DI APOTEK WILAYAH SURABAYA PUSAT (Metode Simulasi Pasien)

Mahacita Andanalusia, 050911064 (2013) PROFIL PELAYANAN RESEP OBAT ASAM MEFENAMAT DI APOTEK WILAYAH SURABAYA PUSAT (Metode Simulasi Pasien). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-andanalusi-29653-6.ringk-n.pdf

Download (239kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pelayanan obat dengan resep sebagai salah satu bentuk pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh apoteker di apotek terdiri dari beberapa tahap. Menurut Kepmenkes RI Nomor 1207/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, pelayanan obat dengan resep diawali dengan skrining resep yang meliputi administrasi, kesesuaian farmasetik, dan pertimbangan klinis. Kemudian dilakukan penyiapan obat dimulai dari peracikan, pemberian etiket, pemberian kemasan, penyerahan obat, informasi obat, konseling dan monitoring. Pemberian informasi obat dalam pelayanan obat ini penting untuk membantu memecahkan masalah terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pelayanan obat dengan resep di apotek Surabaya Pusat. Model obat yang digunakan dalam penelitian ini adalah asam mefenamat yang merupakan golongan Obat Wajib Apotek (OWA). Pada penelitian ini diperoleh beberapa aspek, yaitu pertanyaan yang ditanyakan petugas apotek untuk penggalian informasi, pemberian informasi obat, keterlibatan pasien dalam memilih obat, serta pemberian etiket, pengembalian resep dan pemberian turunan resep. Dari total apotek di Surabaya Pusat yang berjumlah 76 apotek, diambil sampel sebesar 43 apotek secara acak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode simulated patient. Pada metode ini, peneliti berperan sebagai pasien yang membutuhkan pelayanan obat asam mefenamat dengan resep. Instrumen yang digunakan adalah check list, skenario, dan protokol yang diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum pengambilan data dilakukan. Pada penelitian ini, diperoleh sebanyak 25,6% petugas mengaku sebagai apoteker, 44,2% mengaku sebagai asisten apoteker, dan 30,2% mengaku sebagai petugas selain apoteker dan asisten apoteker. Pada tahap penggalian informasi, hal-hal yang ditanyakan petugas apotek meliputi 23,2% nama pasien, 25,6% alamat pasien, 4,6% nomor telepon pasien, 4,6% petugas apotek umur pasien, 6,9% untuk siapa obat diberikan, dan 9,2% apa saja gejala yang timbul. Sedangkan informasi obat yang diberikan adalah frekuensi penggunaan obat 48,8%, cara pemakaian 44,2%, dosis obat 20,9%, indikasi 11,6%, jangka waktu pemakaian 11,6%, waktu pemakaian 9,3%, jumlah obat 2,3% dan kekuatan obat 2,3%. Selain itu, diperoleh 6,9% petugas apotek melibatkan pasien dalam memilih obat, 39,5% petugas apotek memberi etiket, 51,2% petugas apotek mengembalikan resep, dan 20,9% petugas apotek memberikan turunan resep. Gambaran umum pelayanan obat dengan resep di apotek wilayah Surabaya Pusat masih kurang optimal, sehingga perlu peningkatan pelayanan oleh petugas apotek, khususnya apoteker. Selain itu, perlu diberikan pemahaman bagi masyarakat mengenai hak mendapatkan informasi pada saat menerima pelayanan kefarmasian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. Kom. 54/13 And p
Uncontrolled Keywords: PHARMACY; INFORMATION SERVICES; MEFENAMIC ACID
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Mahacita Andanalusia, 050911064UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAzza Faturrohmah, S.Si., M.Si., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 28 Jan 2014 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 04:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10431
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item