PURIFIKASI PARSIAL-DIALISIS ENZIM FIBRINOLITIK TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) HASIL FERMENTASI Rhizopus oligosporus FNCC 6010

Windha Renni Puspita, 051011194 (2014) PURIFIKASI PARSIAL-DIALISIS ENZIM FIBRINOLITIK TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) HASIL FERMENTASI Rhizopus oligosporus FNCC 6010. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-puspitawin-35476-6.ringk-n.pdf

Download (696kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Enzim fibrinolitik merupakan agen yang dapat melarutkan gumpalan fibrin (fibrin clots), dimana sebagian besar enzim fibrinolitik merupakan enzim proteolitik. Enzim proteolitik atau disebut juga peptide hydrolases atau peptidase merupakan enzim yang menghidrolisis ikatan peptida protein menjadi oligopeptida dan asam amino (Roe, 2001). Penelitian mengenai enzim fibrinolitik banyak dilakukan pada bahan makanan, terutama makanan hasil fermentasi(Mine et al., 2004). Aktivitas spesifik enzim akan meningkat oleh adanya pemurnian. Salah satu teknik pemurnian yang dapat dilakukan adalah purifikasi parsial dengan pengendapan bertingkat menggunakan amonim sulfat dan dilanjutkan dengan dialisis untuk menghilangkan sisa garam pada fraksi endapan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah tempe kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) yang difermentasi oleh Rhizopus oligosporus FNCC 6010 yang kemudian diekstraksi sampai didapatkan crude enzyme. Pada kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) dan Rhizopus oligosporus sendiri dapat memproduksi enzim proteolitik (Ishii, 1994 dan Rauf et al., 2010), namun studi mengenai enzim fibrinolitik masih dalam penelitian. Langkah awal yang dilakukan adalah skining enzim proteolitik dan fibrinolitik. Uji proteolitik dilakukan pada media skim milk agar dan didapatkan indeks proteolitik sebesar (2,62±0,11), sedangkan uji fibrinolitik menggunakan fibrin plate dan didapatkan indeks fibrinolitik sebesar (2,87±0,45) dengan nattokinase sebagai kontrol positifnya. Setelah diketahui bahwa dalam tempe kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) yang difermentasi oleh Rhizopus oligosporus FNCC 6010 terdapat enzim fibrinolitik, kemudian dilakukan pengendapan bertingkat pada crude enzyme dengan amonium sulfat. Konsentrasi kejenuhan amonium sulfat yang digunakan adalah 0-30%,30-55%, dan 55-80%. Endapan fraksi yang didapatkan kemudian diuji aktivitas fibrinolitik dan uji kadar proteinnya sehingga didapatkan juga aktivitas spesifik enzim fibrinolitik. Total aktivitas enzim fibrinolitik pada fraksi endapan 0-30% sebesar 0,832 U, fraksi endapan 30-55% sebesar 0,306 U, dan fraksi endapan 55-80% sebesar 1,07 U, sedangkan nilai aktivitas spesifik enzim fibrinolitik pada fraksi endapan 0-30% sebesar 0,586 U/mg, fraksi endapan 30-55% sebesar 1,19 U/mg, dan fraksi endapan 55-80% sebesar 0,914 U/mg. Uji varian satu arah (oneway ANOVA) dengan harga α=0,05 didapatkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas fibrinolitik antara pada fraksi endapan 0-30% dengan fraksi endapan 30-55% dan antara fraksi fraksi endapan 30-55% dengan 55-80% Nilai aktivitas fibrinolitik yang paling tinggi adalah pada fraksi endapan 55-80% sehingga pada fraksi ini dilanjutkan dialisis. Dialisis dilakukan dengan tujuan untuk memurnikan enzim dengan cara menghilangkan sisa garam dan ion-ion penggangu lainnya (Sitanggang, 2006). Pada dialisis menggunakan membran selofan, molekul yang berukuran 15.000-20.000 Da tidak dapat keluar sedangkan molekul garam akan keluar. Setelah dilakukan dialisis, aktivitas enzim fibrinolitik mengalami penurunan yang bermakana (α=0,05), yaitu dari 1,07 U menjadi 0,215 U, sedangkan aktivitas spesifik enzim fibrinolitik tidak ada perbedaan bermakna (α=0,05), yaitu dari 0,914 U/mg menjadi 0,335. Hal ini disebabkan oleh perbedaan penurunan aktivitas enzim fibrinolitik dan kadar protein pada hasil kedua perlakuan (sebelum dan setelah dialisis). Penurunan aktivitas enzim fibrinolitik terjadi akibat keluarnya molekul enzim dari membran dialisis dan terjadinya inaktivasi enzim akibat denaturasi. ADLN Perpustakaan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2. FF. KF. 13-14 Pus p
Uncontrolled Keywords: FIBRINOLYTIC ENZYME
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Windha Renni Puspita, 051011194UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorA. Toto Poernomo, Drs. Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 05 Feb 2015 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 08:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10439
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item