AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI SUSU PROBIOTIK Lactobacillus acidophilus DAN Bifidobacterium bifidum TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE

Rohdiya Wahyuni, 051011173 (2014) AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI SUSU PROBIOTIK Lactobacillus acidophilus DAN Bifidobacterium bifidum TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-wahyuniroh-35478-6.ringk-n.pdf

Download (637kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Probiotik didefinisikan sebagai sediaan sel mikroba hidup yang memiliki efek menguntungkan terhadap kesehatan dan kehidupan inangnya (Tamime et al. 2005). Jenis bakteri yang banyak digunakan sebagai probiotik adalah bakteri asam laktat (BAL), seperti dari genus Lactobacillus dan Bifidobacterium (Farthing, 2012). Pada penelitian ini yang digunakan adalah probiotik L. acidophilus dan B.bifidum. Menurut Lourens-Hattingh danViljoen, (2001) probiotik terutama Lactobacillus dan Bifidobakterium mampu menghambat bakteri pathogen dengan memproduksi senyawa inhibitor/ antimikroba seperti asam laktat, hidrogenperoksida, dan bakteriosin, dan sebagai antagonis kompetitif bagi patogen yaitu dengan berkompetisi adhesi pada sel epitel dan berkompetisi dalam penggunaan nutrisi serta meningkatkan sistem imun tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi susu probiotik L. acidophilus dan B.bifidum terhadap bakteri penyebab diare yaitu Escherichia coli, Salmonella typhimurium dan Vibrio cholerae karena bakteri ini adalah bakteri yang paling sering menyebabkan diare. Kombinasi susu probiotik dibuat dalam sembilan perbandingan (1:9, 2:8, 3:7, 4:6, 5:5, 6:4, 7:3, 8:2 dan 9:1). Menurut Timmerman (2007), kombinasi probiotik memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan bentuk tunggalnya. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dibuat kombinasi dari L.acidophilus dan B.bifidum dalam berbagai perbandingan konsentrasi. Pada penelitian ini bakteri probiotik akan dikembangkan dalam bentuk yoghurt (susu probiotik) dengan menggunakan media susu skim. Susu skim digunakan karena berdasarkan hasil optimasi sebelum penelitian ini yoghurt dari susu skim menghasilkan total padatan yang lebih banyak dan teksturnya lebih baik (kental, halus, dan tidak pecah) dibandingkan yang lain. Hasil karakterisasi yoghurt yang menghasilkan zona hambat terbesar yaitu kombinasi dari yoghurt L.acidophilus dan yoghurt B.bifidum dengan perbandingan volume 4:6, memiliki pH lebih rendah dibandingkan bentuk tunggalnya. Keasaman (pH) yoghurt kombinasi tersebut adalah 4,21 ± 0,02 (viskositas : 3,50 ± 0,00 dPas). Sedangkan pH yoghurt L.acidophilus adalah 4,62 ± 0,01(viskositas 6,50 ± 0,50 dPas) dan pH yoghurt B.bifidum adalah 4,34± 0,08 (viskositas 3,00 ± 0,00 dPas). Susu skim (15%) menunjukkan pH 6,50 ± 0,00 (viskositas 0,26 ± 0,03 dPas). Hasil Uji Angka Lempeng Total (ALT) kombinasi yoghurt dengan perbandingan volume 4: 6 memiliki jumlah ALT lebih besar dari bentuk tunggalnya yaitu 1,93 x108. Jumlah ALT dari bentuk tunggal masing-masing yoghurt yaitu untuk yoghurt L.acidophilus adalah 4,63 x107 sedangkan untuk yoghurt B.bifidum adalah 1,19 x108. Hasil uji diameter zona hambat terbesar untuk ketiga bakteri diperoleh dari kombinasi yoghurt L.acidophilus dan B.bifidum dari perbandingan volume 4:6 dengan diameter zona hambat terhadap Escherichia coli, Salmonella typhimurium dan Vibrio cholera berturut-turut adalah sebagai berikut 12,40 ± 0,40 mm, 11,23 ± 0,30mm, dan 13,07 ± 0,35 mm. Konsentrasi hambat minimum yoghurt dengan kombinasi volume 4:6 terhadap E. coli, S. typhimurium dan V. cholera berturut-turut adalah 30%(v/v), 35%(v/v), dan 30%(v/v). Berdasarkan hasil dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa kombinasi yaghurt L.acidophilus dan B.bifidum pada perbandingan 4:6 memiliki aktivitas antibakteri paling tinggi dibandingkan bentuk tunggal dan kombinasi yang lainnya. Untuk penelitian in vitro selanjutnya disarankan untuk menggunakan kombinasi yoghurt L.acidophilus dan B.bifidum dengan perbandingan volume 4:6 karena memiliki aktivitas antibakteri tertinggi, tapi untuk penelitian in vivo perlu dilakukan penelitin lebih lanjut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2. FF. KF. 14-14 Wah a
Uncontrolled Keywords: ANTIBACTERIAL; ESCHERICHIA COLI; DIARRHEA
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Rohdiya Wahyuni, 051011173UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIsnaeni, Dr. MS., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 05 Feb 2015 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 08:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10440
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item