SINTESIS SENYAWA 4-(BUTIRAMIDO)FENIL BUTIRAT DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK TERHADAP MENCIT (Mus musculus)

Noor Azira bte Abdul Rahim, 051011284 (2014) SINTESIS SENYAWA 4-(BUTIRAMIDO)FENIL BUTIRAT DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK TERHADAP MENCIT (Mus musculus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2015-rahimnoora-35628-6.ringk-n.pdf

Download (652kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Untuk mengembangkan senyawa turunan p-aminofenol lainnya yang memiliki aktivitas analgesik, pada penelitian ini telah dilakukan preparasi senyawa 4-(butiramido)fenil butirat. Sintesis senyawa 4-(butiramido)fenil butirat yang terbentuk dari beberapa tahapan reaksi antara senyawa awal p-aminofenol dan butiril klorida. Tahapan dari reaksi asilasi yaitu : (1) Adisi nukleofil pada gugus karbonil dan disusul oleh (2) Eliminasi ion halida. Pada penelitian ini yang bertindak sebagai nukleofil adalah gugus NH2 dan gugus OH dari p-aminofenol menyerang atom C karbonil sehingga terbentuk senyawa hasil yaitu 4-(butiramido)fenil butirat. Senyawa hasil sintesis selanjutnya dianalisis dengan uji titik lebur, kromatografi lapis tipis ( KLT ), uji kualitatif dengan spektrofotometer UV-Vis, uji kuantitatif dengan spektrofotometer IR dan spektrometer 1HNMR. Uji aktivitas analgesiknya dilakukan dengan memberikan senyawa uji dan senyawa penginduksi nyeri pada mencit secara intraperitoneal dengan metode ini uji geliat (Writhing Test). Senyawa uji 4-(butiramido)fenil butirat dengan dosis 25mg/kg BB, 50mg/kg BB, dan 100mg/kg BB diberikan selama 20 menit sebelum disuntikkan penginduksi nyeri (larutan asam asetat 0,6%). Respon nyeri yang berupa konsriksi abdominal (geliat) diamati setelah pemberian induksi nyeri selama 30 menit. Aktivitas analgesik dihitung dari frekuensi geliat berdasarkan persentase hambatan nyeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa 4-(butiramido)fenil butirat pada dosis 25 mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 65,29%, pada dosis 50 mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 82,95%, dan pada dosis 100 mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 90,02%. Sedangkan parasetamol sebagai pembanding pada dosis 25 mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 13,93%, pada dosis 50 mg/kg BB mempunyai persentase hambatan nyeri 30,15%, dan pada dosis 100

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. KF. 39-14 Rah s
Uncontrolled Keywords: ANALGESIC
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Noor Azira bte Abdul Rahim, 051011284UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Tri Purwanto, Dr., Apt., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 11 Feb 2015 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 07:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10464
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item