KARAKTERISASI AKTIVITAS ENZIM FIBRINOLITIK TEMPE KACANG MERAH (Vigna angularis) HASIL FERMENTASI Rhizopus oligosporus FNCC 6010

Ayu Nurjannah, 051011220 (2014) KARAKTERISASI AKTIVITAS ENZIM FIBRINOLITIK TEMPE KACANG MERAH (Vigna angularis) HASIL FERMENTASI Rhizopus oligosporus FNCC 6010. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-nurjannaha-35652-6.ringk-n.pdf

Download (629kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit kardiovaskular (CVDs-Cardiovascular diseases) merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Pada tahun 2008 diperkirakan 17,3 juta orang meninggal akibat CVDs. Penyakit kardiovaskular adalah sekelompok kelainan pada jantung dan pembuluh darah, diantaranya adalah jantung koroner, trombosis, emboli paru, dan hipertensi (WHO, 2011). Trombosis adalah suatu keadaan terjadinya pembentukan massa bekuan darah di intravaskular (Bakta, 2007). Untuk mengatasi trombosis dapat digunakan enzim fibrinolitik sebagai agen trombolitik (Gunita, 2007). Pada saat ini, enzim fibrinolitik yang telah digunakan sebagai agen terapeutik trombosis adalah urokinase dan tissue plasminogen activator (t-PA). Namun dalam penggunaannya, urokinase dan tissue plasminogen activator (t-PA) didegradasi dalam pembuluh darah sebelum mencapai efek terapeutiknya, serta telah dilaporkan memiliki efek samping potensial seperti reaksi imunologi dan menyebabkan pendarahan pada saluran cerna serta harganya mahal (Yokoigawa et al., 1991; Nakajima et al., 1993). Sehingga perlu diteliti agen trombolitik lain yang lebih aman. Pada tahun 1987 ditemukan bahwa makanan tradisional Jepang, natto, hasil fermentasi kacang kedelai oleh bakteri Bacillus natto, mengandung enzim fibrinolitik (Sumi et al.,1987). Indonesia juga memiliki beragam makanan tradisional hasil fermentasi, salah satu makanan tradisional Indonesia hasil fermentasi adalah tempe. Tempe yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dibuat dari fermentasi kacang kedelai menggunakan jamur Rhizopus sp. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas enzim fibrinolitik dari hasil fermentasi kacang merah (Vigna angularis) menggunakan Rhizopus oligosporus. Dan dilakukan karakerisasi enzim fibrinolitik dengan melihat pengaruh pH, suhu, aktivator, dan inhibitor terhadap aktivitas enzim. Enzim fibrinolitik termasuk dalam protease. Creighton (1997) membagi protease menjadi empat kelas utama berdasarkan gugus fungsional pada sisi aktifnya, yaitu protease serin, protease sistein/tiol, protease aspartat, dan protease logam (Kotb, 2012). Beberapa enzim fibrinolitik telah dimurnikan dan diketahui pencirian biokimia dengan penentuan suhu optimum, pH optimum, dan pengaruh aktivator serta inhibitor terhadap aktivitas enzim. Pencirian ini ditujukan untuk mengetahui jenis enzim fibrinolitik dan mengetahui kondisi optimum aktivitas enzim sehingga penggunaan enzim dapat disesuaikan dengan karakter tersebut. Dengan penggunaan enzim pada kondisi optimum, maka enzim akan bekerja secara optimal dan lebih efisien (San-Lang et al., 2011). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas enzim fibrinolitik tempe kacang merah (Vigna angularis) hasil fermentasi Rhizopus oligosporus serta mengetahui karakter enzim fibrinolitik dengan mengetahui kondisi pH dan suhu optimum serta pengaruh aktivator dan inhibitor terhadap aktivitas crude enzyme tempe kacang merah (Vigna angularis) hasil fermentasi Rhizopus oligosporus yang telah dipurifikasi parsial dengan pengendapan amonium sulfat 70%.. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas fibrinolitik dari crude enzyme tempe kacang merah adalah uji fibrin plate. Dalam uji ini digunakan nattokinase sebagai kontrol positif enzim fibrinolitik. Dari pengujian didapatkan bahwa enzim kacang merah memiliki aktivitas fibrinolitik yang ditandai dengan terbentuknya zona jernih. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas spesifik enzim fibrinolitik dari crude enzyme tempe kacang merah yang telah dipurifikasi parsial menggunakan pengendapan amonium sulfat 70%. Hasil dicapai pada penelitian ini adalah enzim fibrinolitik tempe kacang merah memiliki aktivitas optimum pada pH 7 dengan nilai aktivitas spesifiknya 0,7813, suhu optimum 60oC dengan nilai aktivitas spesifiknya 1,7303 U/mg. Ion logam Mg2+, Zn2+, dan Mn2+ dapat meningkatkan aktivitas relatif enzim jika dibandingkan terhadap kontrol, secara berurutan aktivitas relatif enzim setelah penambahan logam tersebut adalah 301,50%, 170,30%, dan 301,50%. Aktivitas enzim fibrinolitik tempe kacang merah dihambat oleh PMSF dengan aktivitas relatif 62,12%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. KF. 47-14 Nur k
Uncontrolled Keywords: FIBRINOLYTIC; RHIZOPUS OLIGOSPORUS
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Ayu Nurjannah, 051011220UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorA. Toto Poernomo, Drs. Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 13 Feb 2015 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 07:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10472
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item