AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUSU PROBIOTIK Bifidobacterium spp. TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE

Aisyah Rohmaniyah, 051011179 (2014) AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUSU PROBIOTIK Bifidobacterium spp. TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-rohmaniyah-35655-6.ringk-n.pdf

Download (626kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bifidobacterium merupakan bakteri Gram-positif yang mampu menghasilkan asam asetat dan asam laktat. Asam-asam tersebut dapat menurunkan pH usus halus dan secara kompetitif menghambat kolonisasi bakteri enteropatogen. Bifidobacterium adalah salah satu probiotik yang diketahui dapat memberikan manfaat kesehatan pada saluran pencernaan inangnya. Beberapa spesies Bifidobacterium yang umum digunakan sebagai probiotik antara lain Bifidobacterium bifidum dan Bifidobacterium animalis (Gill dan Prasad, 2008). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan aktivitas antibakteri susu probiotik B. bifidum dan B. animalis dalam bentuk tunggal dan kombinasi terhadap bakteri penyebab diare secara in-vitro. Metode yang digunakan adalah metode difusi Kirby-Bauer. Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, diare sering disebabkan oleh bakteri patogen Salmonella sp., Vibrio cholera, dan Escherichia coli (Samarzija et al., 2009), sehingga ketiga bakteri patogen tersebut digunakan sebagai bakteri uji pada penelitian ini. Kombinasi susu probiotik dibuat dalam berbagai perbandingan, yaitu B. bifidum:B. animalis 1:9, 2:8, 3:7, 4:6, 5:5, 6:4, 7:3, 8:2, dan 9:1. Selanjutnya dari kombinasi-kombinasi tersebut ditentukan kombinasi yang memiliki daya hambat terbesar terhadap bakteri patogen penyebab diare. Langkah awal yang dilakukan adalah karakterisasi susu dan susu probiotik. Susu yang digunakan pada penelitian ini adalah susu skim yang direkonstitusi dengan aquades. Hasil karakterisasi susu dan susu probiotik menunjukkan adanya peningkatan viskositas dan penurunan pH susu probiotik. Hal ini menunjukkan terjadinya proses fermentasi susu oleh bakteri B. bifidum dan B. animalis. Hasil pemeriksaan jumlah mikroba probiotik B. bifidum dan B. animalis masing-masing adalah 1,19x108 ± 0,02x108 cfu/ml dan 8,9x108 ± 0,87x108 cfu/ml. Syarat jumlah bakteri asam laktat pada susu probiotik/yoghurt adalah minimal 107 cfu/ml

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. KF. 48-14 Roh a
Uncontrolled Keywords: ANTIBACTERIAL; DIARRHEA
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Aisyah Rohmaniyah, 051011179UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIsnaeni, Dr. M.S., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 13 Feb 2015 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 16:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10473
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item